Kolaps Saat Uji Coba Sepakbola, Pemain Muda Ajax ini Mengalami Cedera Otak Permanen

DokterSehat.Com– Abdelhak Nouri, pemain sepakbola dari klub Ajax Amsterdam, baru-baru ini mengalami nasib yang sangat tragis. Pemain berusia 20 tahun yang digadang-gadang menjadi salah satu bakat muda paling menjanjikan di Liga Belanda ini mengalami cedera otak yang permanen setelah melakukan uji coba pramusim melawan klub jerman Werder Bremen. Bagaimana hal ini bisa terjadi?



Pada hari Sabtu, 8 Juli 2017, Ajax melakukan uji coba dengan klub Jerman ini sebagai persiapan menyambut musim baru yang akan dimulai sekitar 1 bulan lagi. Sayangnya, pada menit ke 71, Nouri tiba-tiba saja terjatuh di lapangan tanpa penyebab apapun saat pertandingan masih berjalan. Seisi lapangan pun langsung panik melihat keadaan Nouri. Tim medis yang memeriksa kondisinya di tengah lapangan pun memastikan Nouri ternyata terkena serangan jantung.

Nouri pun langsung dilarikan ke rumah sakit saat kondisinya masih tidak sadar. Sayangnya, di rumah sakit ini kondisinya terus memburuk. Tim dokter sudah berjuang sedemikian rupa untuk membantunya kembali pulih, namun, pada akhirnya mereka memastikan bahwa kerusakan otak pada Nouri sudah sangat parah dan permanen mengingat tidak ada lagi peluang untuk pulih kembali. Pihak klub melalui akun twitter resminya kemudian mengumumkan bahwa Ajax sangat sedih mendengar kabar bahwa Abdelhak Nouri mengalami kerusakan otak yang serius dan permanen.

Edwin van der Sar, mantan penjaga gawang Manchester United yang kini menjabat sebagai direktur di klub raksasa Belanda ini menyebutkan bahwa dirinya sangat terpukul saat mendengar kabar ini. Menurut beliau, apa yang dialami Nouri sangatlah tragis mengingat dirinya adalah bakat sepakbola berusia muda yang sangat menjanjikan dan kondisi kesehatan ini dikhawatirkan akan membuatnya tidak lagi bisa bermain sepakbola.

Sebagai informasi, serangan jantung memang bisa terjadi pada pemain sepakbola saat tengah bertanding. Beberapa pemain seperti Niklos Feher, Marc Vivien Foe, atau Antonio Puerta bahkan harus meregang nyawa karena hal ini. Untuk kasus Nouri, serangan jantung ini memutus pasokan oksigen pada otak sehingga memicu kerusakan otak yang sangat parah.