Kleptomania, Keinginan Kuat Untuk Mencuri

DokterSehat.Com– Pernah mendengar istilah kleptomania? Kleptomania adalah kondisi yang menyebabkan seseorang memiliki keinginan yang tak terbendung untuk mencuri berbagai benda yang sebenarnya tidak Ia butuhkan. Mereka yang menderita gangguan kejiwaan ini ingin mendapatkan benda-benda yang terkadang tidak masuk akal atau sebenarnya tidak berharga hanya karena ingin memenuhi keinginannya tersebut. Sebenarnya, apa penyebab seseorang bisa mengalami kleptomania ini?

doktersehat-kleptomania

Photo Credit: Youtube/ Howcast

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa penderita kleptomania mengalami keinginan besar untuk mencuri sebuah benda. Keinginan ini sendiri sangatlah sulit untuk Ia kendalikan. Yang menarik adalah, tindakan pencurian ini seringkali terjadi secara spontan sehingga tidak direncanakan dengan baik. Penderita kleptomania bisa berasal dari mereka yang berada dalam kondisi ekonomi yang berkecukupan dan hanya melakukannya karena ingin memuaskan keinginannya saja. Bahkan, cukup banyak pengidap kleptomania yang akhirnya kebingungan untuk menggunakan benda-benda yang Ia dapatkan namun terlalu malu untuk mengembalikannya sehingga akhirnya membuangnya begitu saja atau memberikannya pada orang lain.

Hingga saat ini, pakar kesehatan masih melakukan banyak penelitian untuk mengetahui lebih jauh tentang kondisi kleptomania ini. Hanya saja, sebagian pakar kesehatan menduga jika masalah kesehatan ini terkait dengan gangguan kepribadian, kecemasan, gangguan bipolar, gangguan pengendalian impuls, hingga depresi. Mereka yang menderita masalah ini juga mengalami keinginan untuk mencuri secara tidak menentu; terkadang sangat ingin melakukannya, terkadang juga tidak. Satu hal yang pasti, tindakan mereka dikhawatirkan bisa menjadi masalah kriminal yang tentu akan sangat merepotkan.

Jika seseorang menderita kleptomania, ada baiknya mereka segera memeriksakan kondisinya ke dokter jiwa agar bisa mendapatkan psikoterapi untuk menyembuhkan masalah kejiwaan ini. Dengan melakukan pengobatan atau terapi secara rutin, diharapkan mereka tidak lagi mengulangi tindakan yang cukup beresiko ini.