Palpitasi – Klasifikasi: SVT dan AF/ AV

Jika sistem listrik jantung di atrium terangsang, kondisi ini dapat menyebabkan ruang bagian atas jantung berdetak sangat cepat, mencapai 150 kali per menit atau lebih. Nodus AV merasakan masing-masing denyutan dan mengirimkannya ke ventrikel, dan nodus AV sendiri meresponnya dengan satu detakan. Karena kelistrikan jantung terbentuk di atas ventrikel lalu turun ke bawah, seluruh kelompok gangguan ini disebut sebagai supraventricular tachycardi (SVT) (supra=atas, tachy=cepat).

doktersehat-jantung-calcium-channel-blocker-pembuluh-darah-obat-a-z

Beberapa SVT merupakan respon normal terhadap situasi tertentu. Ketika stress, tubuh membutuhkan oksigen lebih banyak, seperti dalam kondisi olahraga, trauma, atau adanya penyakit, denyut jantung meningkat sebagai respon terhadap adrenalin yang disekreksikan oleh tubuh sebagai bentuk respon fisiologis. Kafein, pseudoefedrin, dan stimulan lainnya juga dapat menyebabkan jenis denyut jantung cepat. Karena semua impuls listrik dimulai dari nodus SA, maka kondisi ini disebut sinus takikardi.

Beberapa SVT terjadi karena sirkuit yang singkat pada jalur konduksi listrik di atrium yang meneybabkan jantung untuk berdetak cepat tanpa penyebab yang jelas. Paroxysmal supraventricular tachycardia (PSVT) terjadi tanpa adanya peringatan dan dapat berlangsung dalam beberapa detik hingga jam. Tipe PSVT yang telah diidentifikasi adalah sindrom Wolfe-Parkinson-White (WPW). Faktor yang mempercepat kondisi PSVT terjadi adalah konsumsi kafein atau alkohol, obat-obatan flu yang dijual bebas, abnormalitas elektrolit, dan kelebihan hormon tiroid.

Atrial Fibrilasi dan Atrial Flutter
Atrial fibrilasi dan flutter terjadi ketika sel otot atrium memulai aksinya untuk menyerupai pacemaker dan mulai memicu sel-sel itu sendiri. Bentuk kelistrikan jantung di atrium ini membuat atrium tidak memiliki kontraksi yang terkoordinasi. Sebaliknya, justru hanya seperti bergetar-getar saja. Banyak dari sinyal listrik diteruskan tak menentu oleh AV node ke ventrikel, dan ventrikel mencoba untuk menanggapi sebaik mungkin, menjadi bentuk denyut jantung yang tidak teratur dan cepat.

Baca Juga:  Palpitasi - Klasifikasi: VT/ VF dan Penyebab

Ada beberapa komplikasi dengan ritme ini. Karena atrium tidak mendapatkan sinyal listrik terpadu, atrium tidak memompakan darah. Hal ini memungkinkan darah untuk menetap di celah-celah atrium, dan pembekuan darah dapat terbentuk. Pembekuan darah tersebut pada waktunya, dapat melepaskan diri dan perjalanan dalam aliran darah untuk memblokir aliran darah di tempat lain, menyebabkan stroke dan masalah vaskular lainnya. Selain itu, tanpa denyutan atrium, darah mengalir secara gravitasi ke dalam ventrikel dan sekitar 15% dari kemampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh hilang, membuat jantung kurang efisien dalam memenuhi kebutuhan tubuh.