Angin Duduk/ Angina – Klasifikasi dan Obat

Terdapat dua tipe dari angin duduk.

doktersehat-angin-duduk-angina

Klasifikasi angin duduk atau angina tersebut adalah:

  1. Angina stabil: Arteri Anda menyempit menyebabkan rasa sakit, tekanan, dan gejala lain ketika Anda memaksakan diri. Hal ini dapat terjadi pada waktu yang teratur, yaitu biasanya setelah beraktivitas berat dan gejala biasanya hilang setelah Anda beristirahat. Jika Anda berada di bawah perawatan dokter, Anda dapat mengkonsumsi nitrogliserin untuk meringankan gejala.
  2. Angina tidak stabil: Angina stabil dapat berkembang menjadi bentuk yang tidak stabil. Angina tidak stabil adalah nyeri dada yang semakin sering terjadi, tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi, berlangsung lebih lama, atau terjadi ketika Anda beristirahat tanpa harus beraktivitas berat. Itu berarti ada aliran darah yang kurang menuju otot jantung, dan Anda lebih mungkin untuk mengalami serangan jantung.

Pertimbangkan Angina sebagai Sesuatu yang Serius
Angina adalah tanda peringatan. Angina pada dasarnya memberi tahukan Anda bahwa terjadi masalah pada tubuh Anda, memberitahu Anda bahwa otot jantung Anda tidak mendapatkan cukup darah. Ada penyempitan di arteri yang dapat menyebabkan gumpalan yang bisa memberikan serangan jantung.

Konsultasikan dengan Dokter, karena tidak semua nyeri dada diakibatkan oleh jantung, dapat pula diakibatkan oleh masalah di lambung, atau masalah di paru-paru, maupun di otot sekitar dinding dada. Dokter Anda dapat memberikan obat, menyarankan operasi balloonangioplasty, stent, atau operasi bypass untuk membuka arteri. Pastikan jantung Anda mendapat aliran darah yang lebih baik, dan dengan upaya yang baik untuk  menghindari serangan jantung.

Minum obat
Setelah mengalami serangan jantung, konsumsi semua obat Anda dengan benar. Jangan berhenti minum obat kecuali yang menyuruhnya. Jika Anda berhenti minum obat secara sepihak, Anda meningkatkan risiko kekambuhan serangan jantung lagi.

Baca Juga:  Yang Perlu Diketahui Mengenai Gangguan Psikosomatik

Anda mengkonsumsi obat-obatan untuk:

  • Mencegah pembekuan darah. Obat-obatan ini termasuk aspirin dan obat-obatan lain seperti clopidogrel (Plavix).
  • Mengurangi beban kerja pada jantung dengan obat beta-blocker seperti propanolol.
  • Menurunkan kolesterol seperti obat simvastatin.
  • Menjaga detak jantung tidak teratur.
  • Menurunkan tekanan darah seperti obat captopril, amlodipin atau valsartan.