Kini, Pendonor Darah Juga Harus Melalui Tes Zika

DokterSehat.Com – Kasus virus zika semakin menjadi perhatian pakar kesehatan di seluruh dunia. Tak hanya mewabah di Negara-negara Amerika Selatan dan Amerika Tengah, kini virus zika juga mulai ditemukan di Negara-negara Asia layaknya di Taiwan atau bahkan baru-baru ini menyerang puluhan orang di Negara tetangga, Singapura. Melihat adanya fakta ini, banyak Negara yang mulai membuat langkah-langkah pencegahan yang diharapkan bisa menahan laju penularan virus berbahaya ini. Salah satunya dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan dari Amerika Serikat (FDA) yang mulai merekomendasikan tes zika pada setiap donor darah yang dilakukan.

doktersehat-demam-berdarah-dengue-zika

Dr. Peter Marks, direktur bagian pusat evaluasi biologis dan penelitian dari FDA mengungkapkan jika mengingat banyaknya orang yang bepergian ke Negara endemic virus zika, maka kini kita harus mewaspadai adanya kemungkinan penularan yang disebabkan oleh aksi sosial donor darah. Tek zika sangatlah direkomendasikan agar stok darah yang dibutuhkan untuk berbagai keperluan ini bersih dan steril dari berbagai penyakit termasuk diantaranya adalah virus zika. Beliau menuturkan jika rekomendasi ini sebaiknya dilakukan mengingat sifat dan tingkat penularan virus zika sendiri masih belum benar-benar dipastikan.

Sejauh ini, Negara bagian Florida dan juga Negara dari Karibia, Puerto Rico sudah mulai melakukan tes zika pada darah yang akan didonorkan. Marks pun berharap agar negara-negara lain juga mulai melakukan hal yang sama demi mencegah penularan virus mengerikan ini.

Meskipun diketahui berasal dari Afrika semenjak puluhan tahun yang lalu, virus zika mulai menjadi perhatian dunia ketika mulai muncul di Amerika Selatan dan menyebar dengan cepat di Negara-negara layaknya Brasil, Kolombia, dan Negara-negara lainnya. Virus ini berkaitan erat dengan kelahiran bayi yang mengalami mikrosefali, dimana bayi mengalami penyusutan ukuran kepala dan otak. Namun, belakangan diketahui jika virus zika juga diduga mampu memberikan dampak buruk bagi otak orang dewasa.