Kiat Tetap Sehat Walau Menyantap Gorengan

Doktersehat.com – Makan gorengan boleh saja, asal tidak terlalu banyak dan tahu kiat sehat saat menyantapnya. Pasalnya, jika makanan gorengan itu menggunakan minyak yang tidak sehat, tentu akan berpengaruh ke hasil gorengan yang juga tidak sehat. Akibatnya, bahaya kanker akan mengancam tubuh Anda.



Meski begitu, minyak dibutuhkan dalam metabolisme tubuh kita, dalam jumlah tidak lebih dari 5?10 ml/hari (1?2 sendok makan).Tapi, bagaimana menyiasati agar konsumsi minyak aman aman saja?

1. Menggoreng sendiri makanan sangat dianjurkan. Karena dengan begitu kita selalu menggunakan minyak baru. Minyak yang baru bakal bebas dari akrilamida yang sifatnya memicu kanker.

2. Angkatlah gorengan tepat saat sudah matang karena suhu minyak bisa kita atur agar tidak terlalu panas. Makin panas suhu minyak, makin banyak akrilamida yang terbentuk. Selain itu, minyak goreng yang dipanaskan terlalu tinggi bisa menghasilkan zat radikal bebas dan memicu terjadinya kanker.

3. Jangan gunakan minyak yang sudah berubah warna misalnya lebih gelap, keluar asap dari penggorengan, baunya tengik atau menyengat, cairannya lebih kental, serta jika dimakan menyebabkan tenggorokan gatal.

4. Pemakaian minyak goreng bekas pakai (minyak jelantah) bisa lebih mudah berasap dan menghitam meskipun suhunya belum terlalu panas. Jadi bayangkan minyak yang digunakan oleh para penjual gorengan yang sudah digunakan berkali?kali, sangatlah tidak sehat!

5. Jangan lupa menempelkan sisa- sisa minyak ke kertas tisu terlebih dahulu supaya minyak diserap sebelum gorengan dikonsumsi. Tentu saja jangan lupa memilih minyak goreng yang aman untuk digunakan.

Ada sebuah penelitian menarik di Spanyol. Dari sekitar 40.757 orang yang dijadikan sampel, sebagian besar mereka teridentifikasi tidak bermasalah dengan jantungnya sekali pun doyan menyantap makanan gorengan. Padahal, selama ini gorengan dianggap sebagai salah satu pemicu hadirnya kolesterol yang bisa menumpuk di peredaran darah, dan meingkatkan risiko jantung koroner.

Baca Juga:  Berhati-Hati Terhadap Alergi Makanan

Penelitian yang dilakukan selama 11 tahun itu menemukan ada sebagian minyak yang cukup bagus dipakai sebagai minyak goreng, sebagai ganti minyak yang kayak lemak trans. Yaitu minyak zaitun dan minyak dari bunga matahari. Kedua minyak ini kerap dipakai oleh penduduk di Mediterania dan tidak berpotensi menimbulkan risiko kesehatan di jantung.

Beda halnya dengan minyak goreng umumnya, minyak dari bunga matahari justru mengandung omega-6 yang tinggi. Zat bisa berguna sebagai antidepresan. Selama ini, gorengan dikenal pula menciptakan reaksi depresi bagi penikmatnya. Di Amerika, masalah ini menjadi salah satu kasus kesehatan yang banyak dialami. Dan, minyak bunga matahari bisa dipakai untuk mencegah efek samping gorengan itu.

Seperti dikutip RodaleNews, penelitian yang dimuat British Journal of Medicine itu juga mengatakan setidaknya ada dua hal yang membuat orang Spanyol lebih rendah risiko terkena sakit jantung. Pertama, konsumsi makanan gorengan mereka jauh lebih rendah dari warga AS. Dan, minyak zaitun yang rata-rata dipakai oleh warga Spanyol lebih sehat dibanding minyak goreng kaya lemak trans yang digunakan warga Amerika.

Hanya saja menurut Drew Ramsey, seorang penulis, kedua minyak ini juga rentan berakibat menimbulkan lemak yang tidak baik jika dipakai dengan panas sangat tinggi.

Sumber : sidomi.com & tribunnews.com