Khasiat Belimbing Bagi Kesehatan Tubuh Kita

DokterSehat.Com – Belimbing adalah buah yang memiliki bentuk yang tidak biasa jika dibandingkan dengan buah lainnya yang kerap kali berbentuk bulat atau oval. Buah yang bisa dengan mudah ditemui di Indonesia ini memiliki rasa yang cenderung asam dan manis. Selain bisa dikonsumsi secara langsung, belimbing juga bisa dijadikan jus yang sangat nikmat untuk dikonsumsi. Dibalik rasanya yang nikmat, buah belimbing ternyata menyimpan berbagai macam kebaikan bagi kesehatan kita layaknya sebagai berikut.

doktersehat-belimbing

Anfi inflamasi
Belimbing ternyata sangat kaya akan kandungan antioksidan dan flavonoid yang secara efektif akan menurunkan resiko terkena peradangan dari radikal bebas. Belimbing juga kaya akan vitamin C yang akan membantu proses pengeluaran racun dalam tubuh. Alhasil, kita pun akan lebih baik dalam melawan peradangan yang bisa mempengaruhi kesehatan pembuluh darah, tulang, atau bahkan di tingkat sel dan jaringan tubuh.

Sehat untuk jantung
Belimbing ternyata kaya akan kandungan kalium dan natrium yang akan membantu menjaga tekanan darah tetap normal. Selain itu, fungsi otot tubuh layaknya otot pada jantung juga akan didukung oleh kandungan natrium dan juga magnesium. Alhasil, jantung akan semakin terjaga kesehatannya.

Anti kanker
Belimbing memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi sehingga bisa melawan berbagai macam radikal bebas dan zat karsinogenik pada tuuh. Rutin mengkonsumsi belimbing juga diyakini akan menurunkan resiko terkena kanker usus besar dengan signifikan.

Kesehatan kulit
Adanya antioksidan layaknya vitamin C pada belimbing akan membuat tubuh lebih baik dalam mengeluarkan berbagai macam racun. Hal ini ternyata bisa berimbas pada kulit yang lebih sehat, lebih lembab, dan mampu melawan munculnya jerawat dan keriput.

Membantu produksi ASI
Kandungan yang ada dalam belimbing ternyata bisa membantu produksi ASI bagi ibu yang menyusui secara alami. Buah ini bisa menjadi solusi bagi ibu yang ingin segera menyusui namun mengalami kesulitan dalam memproduksi ASI setelah melalui proses persalinan.