Ketombe – Penyebab, Gejala, Perawatan, dan Komplikasi

doktersehat-obat-kumur-atasi-ketombe

DokterSehat.Com– Ketombe adalah kondisi kulit kepala yang menyebabkan munculnya serpihan putih dari kulit, disertai dengan rasa gatal. Penyebab pastinya tidak diketahui, tetapi berbagai faktor meningkatkan risikonya. Ini tidak berhubungan dengan kebersihan yang buruk, tetapi mungkin lebih terlihat jika seseorang tidak mencuci atau menyisir rambut mereka. Ketombe bisa memalukan dan sulit diobati, namum ada berbagai macam solusi yang bisa dilakukan di rumah.

Penyebab Ketombe

Ketombe dapat disebabkan oleh bentuk kondisi kulit yang disebut eksim, yang menyebabkan peningkatan penumpukan sel-sel kulit kepala normal. Ketombe juga dapat disebabkan oleh infeksi jamur. Perubahan hormonal atau musiman dapat membuat ketombe semakin buruk.  Tidak ada yang benar-benar yakin apa yang menyebabkan ketombe. Folikel rambut dan kelenjar minyak membuat minyak yang disebut sebum, mungkin menjadi tempat berkembang biak bagi ragi atau jamur. Jamur ini memang biasa hidup pada kulit, tapi terlalu banyak jamur dapat menyebabkan ketombe. Terlalu banyak sebum juga dapat menyebabkan ketombe. Sedang terkena banyak udara panas dapat menyebabkan kulit kering dan menimbulkan serpihan, yang dapat terlihat seperti ketombe.

Penyebab lain munculnya ketombe, di antaranya:

  • Dermatitis seboroik
    Orang dengan dermatitis seboroik memiliki iritasi, kulit berminyak, dan mereka lebih cenderung memiliki ketombe. Dermatitis seboroik memengaruhi banyak area kulit, termasuk punggung telinga, tulang dada, alis, dan sisi hidung. Kulit akan menjadi merah, berminyak, dan ditutupi dengan sisik putih atau kuning yang bersisik. Dermatitis seborheik terkait erat dengan Malassezia, jamur yang biasanya hidup di kulit kepala dan memakan minyak yang dikeluarkan oleh folikel rambut. Biasanya tidak menyebabkan masalah, tetapi pada beberapa orang itu menjadi terlalu aktif, menyebabkan kulit kepala menjadi iritasi dan menghasilkan sel-sel kulit ekstra. Ketika sel-sel kulit ekstra ini mati dan rontok, mereka bercampur dengan minyak dari rambut dan kulit kepala, membentuk ketombe.
  • Tidak cukup menyisir rambut
    Menyisir atau menyikat rambut secara teratur mengurangi risiko ketombe, karena membantu shedding atau ganti kulit.
  • Kulit kering
    Orang dengan kulit kering lebih cenderung memiliki ketombe. Udara musim dingin dikombinasikan dengan kamar yang terlalu panas adalah penyebab umum kulit yang gatal dan mengelupas. Ketombe yang berasal dari kulit kering cenderung memiliki serpihan yang lebih kecil dan tidak berminyak.
  • Produk sampo dan perawatan kulit
    Produk perawatan rambut tertentu dapat memicu kulit kepala yang merah, gatal dan bersisik. Sering menggunakan sampo dapat menyebabkan ketombe, karena dapat mengiritasi kulit kepala. Beberapa orang mengatakan tidak cukup keramas dapat menyebabkan penumpukan minyak dan sel-sel kulit mati.
  • Kondisi kulit tertentu
    Orang dengan psoriasis, eksim, dan beberapa gangguan kulit lainnya cenderung lebih sering mendapatkan ketombe daripada yang lain. Tinea capitis, infeksi jamur juga dikenal sebagai kulit kepala kurap, dapat menyebabkan ketombe.
  • Kondisi medis
    Orang dewasa dengan penyakit Parkinson dan beberapa penyakit neurologis lainnya lebih rentan terhadap ketombe dan dermatitis seboroik. Satu penelitian menemukan bahwa antara 30 dan 83 persen orang dengan HIV memiliki dermatitis seboroik, dibandingkan dengan 3 hingga 5 persen pada populasi umum. Pasien yang pulih dari serangan jantung atau stroke dan mereka yang memiliki sistem kekebalan yang lemah mungkin lebih rentan terhadap ketombe.
  • Diet
    Tidak cukup mengonsumsi makanan yang mengandung seng, vitamin B, dan beberapa jenis lemak dapat meningkatkan risiko.
  • Stres mental
    Mungkin ada hubungan antara stres dan banyak masalah kulit.
  • Umur
    Ketombe lebih mungkin terjadi sejak remaja hingga usia paruh baya, meskipun bisa seumur hidup. Itu memengaruhi pria lebih dari wanita, mungkin karena alasan yang berkaitan dengan hormon.

Gejala Ketombe

Gejala umum dari ketombe termasuk adanya kulit mati seperti serpihan berwarna putih, berminyak tampak pada rambut Anda dan di bahu Anda, cenderung gatal, dan dapat dikelupas. Kulit kepala Anda dapat berada dalam 2 kondisi, yaitu kering yang berlebihan atau justru terlalu berminyak.

Anda bisa mendapatkan ketombe pada bagian tubuh Anda selain kulit kepala Anda, seperti dahi, alis, bulu mata, atau telinga. Kulit dapat terkelupas di dada atau di mana saja, bisa menjadi tanda dari ketombe, yang merupakan bentuk ringan dari dermatitis seboroik. Jika kulit tubuh Anda berminyak atau, bisa juga menjadi tanda. Bicarakan dengan dokter Anda tentang perawatan.

Perawatan Ketombe

Perawatan untuk mengilangkan ketombe di rumah bisa bisa membantu mencegah dan menyingkirkan gejala ketombe, caranya sebagai betikut:

Gunakan shampoo antiketombe. Berbagai sampo tersedia di pasaran, yang mengandung bahan-bahan berbeda. Cobalah beberapa sampo akan membantu Anda mengetahui jenis sampo antiketombe yang paling efektif untuk Anda, coba langkah berikut.

  • Keramas setiap hari untuk mencegah penumpukan sel kulit mati pada kulit kepala Anda.
  • Jika shampoo antiketombe membantu menghentikan ketombe untuk sementara tetapi masalah ketombe kembali, cobalah shampoo antiketombe yang berbeda.

Gosok kulit kepala Anda. Ketika mencuci rambut Anda, gosok hingga berbusa di kulit kepala, bilas, kemudian berikan sampo lagi untuk kedua kalinya dan gosok kulit kepala Anda. Cara ini akan membantu mengeluarkan sel-sel berlebih. Agar tidak melukai kulit kepala Anda, Berhati-hatilah untuk tidak menggosok terlalu keras. Setelah menggunakan sampo kedua kalinya, biarkan sampo selama 5 menit. Ini akan memberikan waktu sampo antiketombe untuk bekerja.

Bilas sampai bersih. Cara ini akan membantu menyingkirkan semua sel yang telah terlepas dari kulit kepala saat keramas.

Sampo berbahan khusus dari toko obat dapat mengobati ketombe:

  • Ketokonazol dapat melawan ketombe yang disebabkan oleh jamur
  • Asam salisilat menghilangkan kulit yang terkelupas, tetapi juga bisa mengeringkan kulit kepala dan terkadang bisa membuat kulit kepala lebih gatal
  • Selenium sulfida memperlambat penumpukan sel-sel kulit mati dan jamur
  • Tar memperlambat penumpukan sel kulit mati, tetapi mungkin menghitamkan rambut pirang, abu-abu, atau rambut yang diwarnai
  • Seng pyrithione menyerang jamur yang dapat menyebabkan ketombe.

Beberapa penelitian mendukung terapi ketombe, meskipun belum diketahui secara pasti tentang kebenarannya.

  • Lidah buaya. Menggunakan lidah buaya ke kulit kepala akan membantu mengurangi gatal dan penumpukan kulit kepala
  • Sampo minyak pohon teh. Meggunakan minyak pohon teh 5 persen akan mengurangi ketombe dan sensasi gatal
  • Sampo serai. Mencuci rambut dengan sampo serai 2 persen mampu melawan jamur penyebab ketombe.

Dapatkan cahaya matahari pada kepala Anda untuk melawan ketombe. Cahaya matahari dapat membantu melawan ketombe dan dermatitis seboroik, namun pastikan Anda melindungi kulit Anda termasuk kulit kepala, dengan menggunakan sunscreen SPF 30 atau lebih tinggi.

Jika semua saran di atas sudah dilakukan namun ketombe masih tak kujung hilang, kunjungi dokter.

Komplikasi Kerombe

Jarang ada komplikasi ketombe, dan biasanya tidak perlu berkonsultasi dengan dokter. Namun, terkadang ketombe bisa menjadi pertanda kondisi medis yang lebih serius.

Bantuan medis harus dicari jika:

  • Ada tanda-tanda infeksi, seperti kemerahan atau bengkak
  • Ketombe sangat parah, atau bertahan setelah perawatan di rumah
  • Ada tanda-tanda eksim, psoriasis, atau kulit kepala sangat gatal

Komplikasi jarang terjadi pada ketombe, tetapi bisa diakibatkan oleh salah satu perawatan. Jika sampo atau perawatan kulit kepala menyebabkan iritasi, individu harus berhenti menggunakannya dan meminta apoteker untuk menyarankan yang lain.

Seseorang dengan sistem kekebalan yang lemah, misalnya karena HIV atau AIDS, harus bertanya kepada dokter tentang ketombe.