Ketoasidosis Diabetikum – Pengertian dan Penyebab

Ketoasidosis diabetikum (KAD) merupakan hasil dari dehidrasi selama status kekurangan insulin relatif, yang berhubungan dengan kadar gula yang tinggi di darah dan asam organik yang disebut keton. Ketoasidosis diabetikum berhubungan dengan gangguan signifikan zat kimia tubuh, yang dapat diatasi dengan terapi yang tepat. Ketoasidosis diabetikum biasanya berhubungan dengan diabetes melitus tipe 1 (juvenil), tetapi juga dapat terjadi pada orang yang mengalami diabetes tipe lainnya. Karena diabetes tipe 1 biasanya dimulai sebelum usia 25 tahun, KAD sering terjadi pada kelompok usia kurang dari 25 tahun. Pria dan wanita setara dalam kemungkinan mengalami KAD.

doktersehat-diabetes-penyakit-berbahaya-bisul-hemofilia-A-tes-HbA1c

Apa penyebab ketoasidosis diabetikum?
Ketoasidosis diabetikum terjadi ketika orang dengan diabetes menjadi dehidrasi. Ketika tubuh memproduksi “respon stres”, hormon (yang seharusnya dilakukan oleh insulin, namun terjadi defisiensi/ kekurangan insulin) mulai untuk memecah sel otot, lemak, dan sel hati ke dalam glukosa (gula) dan asam lemak untuk digunakan sebagai bahann bakar. Hormon ini meliputi glukagon, hormon pertumbuhan, dan adrenalin. Asam lemak ini kemudian diubah ke dalam keton melalui proses yang disebut oksidasi. Tubuh mengkonsumsi sel otot, sel lemak, dan sel hati untuk bahan bakar.

Pada kondisi ketoasidosis diabetikum, tubuh menggeser metabolisme normal (menggunakan karbohidrat sebagai bahan bakar) ke dalam status puasa (menggunakan lemak untuk bahan bakar). Hasilnya, kadar gula darah akan meningkat, karena insulin tidak tersedia untuk memndahkan gula ke dalam sel untuk digunakan selanjutnya. Seiring dengan peningkatan kadar gula darah, ginjal tidak dapat menahan gula yang berlebihan di dalam darah, sehingga akan dibuang ke dalam urin (air kemih) sehingga meningkatkan urinasi (buang air kecil) dan menyebabkan dehidrasi. Seringkali, sekitar 10% total cairan tubuh hilang ketika pasien berada dalam kondisi ketoasidosis diabetikum. Kehilangan potasium dan garam lain dalam kadar signifikan melalui buang air kecil yang berlebihan juga terjadi.

Baca Juga:  Ketoasidosis Diabetikum - Tindak Lanjut dan Pencegahan

Kejadian yang sering terjadi yang menyebabkan orang dengan diabetes mengalami ketoasidosis diabetikum adalah:

  • Infeksi seperti diare, muntah, dan/ atau demam tinggi
  • Insulin yang tidak ada dalam tubuh atau insulin yang tidak adekuat untuk menjalankan fungsinya pada tubuh
  • Diabetes yang baru saja diketahui atau tidak diketahui sebelumnya

Penyebab lainnya yang dapat menyebabkan KAD adalah serangan jantung, stroke, trauma, stress, penyalahgunaan alkohol, penyalahgunaan obat, dan operasi. Beberapa kasus tidak diketahui penyebabnya.