informasi kesehatan
DokterSehat.com telah dipercaya lebih dari 6 tahun sebagai Informasi Kesehatan, tips kesehatan
dan konsultasi online segala macam jenis penyakit, kanker, seksualitas dan kesehatan keluarga.


                     

Ketika Anak Mengalami Pelecehan Seksual

Ketika Anak Mengalami Pelecehan Seksual

DokterSehat.com – Suatu hari seorang guru taman kanak-kanak menelepon dan mengatakan, seorang bocah yang berumur empat tahun vaginanya dimasuki obeng. Saya sarankan untuk memeriksakannya secara hati-hati agar anak tak takut dan membicarakannya dengan psikolog. Ketika dibawa ke dokter, tak ada tanda yang memperlihatkan hal itu. Lalu, saya bertanya, bagaimana kasus ditindaklanjuti, jawaban yang saya terima adalah, ?Tidak apa-apa kok?. Tampaknya saya tak dapat terlalu berharap. Saya bisa memahami mereka, tetapi resah terhadap nasib si kecil. Kita kerap tidak siap menerima kenyataan pelecehan seksual terhadap anak.

Bahkan, kalau jujur, meski kejadian itu menyentak kesadaran, kita sukar menerima kenyataan itu. Siapa yang mau membayangkan seorang anak umur empat tahun dipaksa melakukan oral seks oleh pamannya sendiri? Untuk melindungi hati dari kisah horor tersebut, kerap orang dan membaayangkan, “Ah, andai pelecehan itu sungguh terjadi, pastilah bukan di kota ini,? atau ?Itu kan hanya menimpa kalangan tertentu, bukan seperti kita-kita ini.” Semua itu tidak benar! Pelecehan seksual terjadi di kota kita, di kampung kita, di dalam keluarga kita, bahkan di tempat yang dianggap kental nilai religiusnya, seperti di lingkungan gereja atau pesantren. Syukurlah, media kini semakin peduli, tetapi perlu disertai kesiapan dari pihak kita untuk menyikapi. Kita perlu merespons secara bijak ketika mendengar ungkapan anak mengenai pelecehan yang dialaminya. Inilah langkah awal yang penting. Jika respons kita salah, pelecehan tak akan pernah diungkapkan lagi dan anak-anak kita semakin menderita.

Tanda terjadi pelecehan seksual

Patricia A Moran dalam buku Slayer of the Soul, 1991, mengatakan, menurut riset, korban pelecehan seksual adalah anak laki-laki dan perempuan berusia bayi sampai usia 18 tahun. Kebanyakan pelakunya adalah orang yang mereka kenal dan percaya. Gejala seorang anak yang mengalami pelecehan seksual tidak selalu jelas. Ada anak-anak yang menyimpan rahasia pelecehan seksual yang dialaminya dengan bersikap ?manis? dan patuh, berusaha agar tidak menjadi pusat perhatian. Meskipun pelecehan seksual terhadap anak tidak memperlihatkan bukti mutlak, tetapi jika tanda-tanda di bawah ini tampak pada anak dan terlihat terus-menerus dalam jangka waktu panjang, kiranya perlu segera mempertimbangkan kemungkinan anak telah mengalami pelecehan seksual. Tanda dan indikasi ini diambil Jeanne Wess dari buku yang sama: Balita Tanda-tanda fisik, antara lain memar pada alat kelamin atau mulut, iritasi kencing, penyakit kelamin, dan sakit kerongkongan tanpa penyebab jelas bisa merupakan indikasi seks oral.

Tanda perilaku emosional dan sosial, antara lain sangat takut kepada siapa saja atau pada tempat tertentu atau orang tertentu, perubahan kelakuan yang tiba-tiba, gangguan tidur (susah tidur, mimpi buruk, dan ngompol), menarik diri atau depresi, serta perkembangan terhambat. Anak usia prasekolah Gejalanya sama ditambah tanda-tanda berikut:

Tanda fisik: antara lain perilaku regresif, seperti mengisap jempol, hiperaktif, keluhan somatik seperti sakit kepala yang terus-menerus, sakit perut, sembelit.

Tanda pada perilaku emosional dan sosial: kelakuan yang tiba-tiba berubah, anak mengeluh sakit karena perlakuan seksual.

Tanda pada perilaku seksual: masturbasi berlebihan, mencium secara seksual, mendesakkan tubuh, melakukan aktivitas seksual terang-terangan pada saudara atau teman sebaya, tahu banyak tentang aktivitas seksual, dan rasa ingin tahu berlebihan tentang masalah seksual.

Anak usia sekolah Memperlihatkan tanda-tanda di atas serta perubahan kemampuan belajar, seperti susah konsentrasi, nilai turun, telat atau bolos, hubungan dengan teman terganggu, tidak percaya kepada orang dewasa, depresi, menarik diri, sedih, lesu, gangguan tidur, mimpi buruk, tak suka disentuh, serta menghindari hal-hal sekitar buka pakaian. Remaja Tandanya sama dengan di atas dan kelakuan yang merusak diri sendiri, pikiran bunuh diri, gangguan makan, melarikan din, berbagai kenakalan remaja, penggunaan obat terlarang atau alkohol, kehamilan dini, melacur, seks di luar nikah, atau kelakuan seksual lain yang tak biasa. Bagaimana jika anak buka rahasia? Jagalah, jangan sampai anak terkejut oleh respons Anda.

Jika anak membuka rahasia, penting menyadari reaksi Anda dan anak itu sendiri. Anda perlu tahu apa yang mesti dilakukan. Mendengar apa yang dialami anak mungkin kita merasa marah, terkejut, dan bingung. Semua itu adalah reaksi yang normal untuk Anda. Tetapi, Anda harus menjaga jangan sampai anak terkejut oleh respons kuat Anda. Jika Anda dikuasai perasaan Anda sendiri, bicaralah kepada rekan yang Anda percayai. Kalau Anda merasa tak mampu berbicara dengan si anak, minta tolong ahli untuk mengolah perasaan Anda sendiri dan memintanya berbicara dengan si anak. Percaya apa yang dikatakan anak.

Ketika anak-anak membuka rahasia pelecehan yang dialami, hampir semua dipastikan mengandung kebenaran. Mereka kadang mengatakan sedikit apa yang terjadi untuk melihat bagaimana reaksi kita. Kalau anak tampak kacau dan ceritanya tak logis, itu wajar.

Perlihatkan kepada anak bahwa menceritakan hal itu adalah perbuatan benar. Jangan desak anak untuk menceritakan detail pengalamannya. Anak harus diyakinkan bahwa dia tak bersalah. Hal ini dalam kenyataan tak mudah melakukannya karena anak kerap menganggap dirinyalah penyebabnya. Clara (bukan nama sebenarnya, 12) selama bertahun-tahun dijadikan obyek seks oleh ayahnya sendiri. Dalam konseling, kalimat yang berulang-ulang dikatakannya adalah, ?Pastilah ada yang salah pada diriku sampai Bapak tega melakukannya kepadaku.” Berhati-hatilah, jangan perlihatkan ekspresi marah Anda terhadap pelaku. Sebaiknya kita membedakan antara orang dan kelakuannya. Steve (bukan nama sebenarnya, 12) dalam sesi konseling di sekolah mengatakan, dia dilecehkan kakeknya sendiri. Steve membuka rahasia ini karena baru bertengkar dengan kakek. Tanpa pikir panjang, si konselor memperlihatkan kemarahannya kepada si kakek. Steve yang terkejut oleh reaksi itu segera meninggaikan ruang dan menghilang. Malam hari ia ditemukan di belakang sekolah sambil menangis tersedu-sedu, ia mengatakan, dia sangat cinta kepada kakek. Jika berbicara dengan anak, gunakanlah bahasa anak, jangan meletakkan kata-kata kita kepada anak.

Persepsi kita kerap berbeda dengan anak. Ketika Yuli (bukan nama sebenarnya, 3)mengatakan ?bokong”, yang dimaksudkannya adalah vaginanya. Susi (bukan nama sebenarnya, 4) bicara tentang boneka kura-kura yang dimainkannya di kamar mandi, padahal yang mau dikatakannya adalah penis pamannya. Perlihatkan kepada anak kesungguhan Anda untuk mendukungnya. Pelecehan seksual anak adalah tindak kriminal. Di sini tidak berlaku hukum kerahasiaan. Katakan kepada anak bahwa Anda akan menyampaikan cerita itu kepada orang lain demi keselamatan anak. Jangan buat janji untuk merahasiakannya. Pastikan anak merasa aman. Akhirnya, tidak berbuat apa-apa ketika mendengar pelecehan terjadi adalah salah. Anak-anak mempunyai hak untuk tumbuh aman dan sehat. Sebagaimana judul bukunya, Slayer of the Soul, Child Sexual Abuse and The Catholic Church, Stephen J Sossetti dengan tepat mengatakan, dampak pelecehan seksual pada anak adalah membunuh jiwa. Masalah ini tidak hanya urusan para konselor dan terapis, melainkan kita semua. Kepekaan kita atas tanda-tanda pelecehan seksual dan tahu bagaimana meresponsnya kiranya akan sangat membantu ke arah berhentinya pelecehan.

sumber: Dewi Minangsari, Konselor@keluargabahagia

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 8.0/10 (5 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +1 (from 3 votes)
Ketika Anak Mengalami Pelecehan Seksual, 8.0 out of 10 based on 5 ratings
pf button both Ketika Anak Mengalami Pelecehan Seksual
                     

13 Responses to “Ketika Anak Mengalami Pelecehan Seksual”

  1. titin says:

    pelecehan seksual terhadap anak adalah momok yang menakutkan bagi orang tua. Karena itu, orang tua perlu memberikan pendidikan seks sedini mungkin pada anak..ajarkan pada anak untuk menjaga organ intimnya dari kemungkinan pelecehan seksual

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 3 Thumb down 0

  2. BUNDA PUTRI says:

    Anak saya mengalami pelecehan seksual ktk usia 4 tahun oleh 4 anak laki2 usia 10- 11 tahun yg merupakan tetangga sendiri…
    hati2… jgn samapai putri anda mengalaminya, ktk anda dan suami sdng bekerja dan yg dirumah sdng repot dngn urusan lain.
    skrng dy 5 thn tumbuh spt biasa, tp saya takut ktk besar dy mengingatnya, apa yg terjadi nanti…
    aku dan suami ku bingung, frustasi… ingin menangis trus setiap mengingatnya, lihat wajahnya cantiknya, setiap termenung sendirian, setiap melihatnya benyanyi sambil menari2 ….
    ingin marah,,, pada siapa….
    tolonglah kami Ya Alloh

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  3. abi says:

    apakah bisa menuntut anak di bawah umur yang melakukan pelecehan seksual kepada anak di bawah umur lainnya.. seperti tersebut pada cerita bunda putri..
    mohon penjelasannya..
    terima kasih..

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  4. BUNDA PUTRI says:

    @abi – Dear abi
    anak2 yg melakukannya kepada saya sering surfing internet dan melihat film2 porno…
    Karena 1 anak otak perbuatan itu merupakan tetangga sebelah kami, yg sdh terkenal reputasinya di sekolah dan rumahnya, seringkali…
    putri saya diajak bermain oleh mrk yg merupakan teman2 sepupunya… ke KAMAR MANDI SEBUAH MESJID…
    bgitu ngeri saya mendengar cerita anakku…. “ada yg pegang2 ininya dede, mama … siapa sayang??? ,,,A,B,C,D,teman kakak ,,, Dimana??… Di gang kecil, trus dede dibw k mesjid XX,dede bilang, udah ah mainnya,,dede capek… kakak ‘A’ bilang jangan bilang2 mama, jadi mama jangan bilang2 yaaa…
    SAKIT SEKALI HATI SAYA MENDENGARNYA…SEKUAT TENAGA SAYA MENAHAN AMARAH DAN AIRMATA SAYA…
    Trs digimanain lagi sayang …trus….
    sy tdk kuasa buat menulisnya disini…..
    Tdk percaya?? sy juga… tp trnyata salah satunya yg bertugas menjaga pintu ktk kejadian brcerita kpd salah satu keponakanku….
    kami sdh tempuh jalan kekeluargaan dengan keluarga 4 anak laki2 tersebut…..
    Tp itu semua tidak menghapus kenyataan yang ada….
    rasa trauma setiap menjalani gang dan mesjid itu….. bgitu sakit buat saya,,, apalagi anakku…
    pindah rumah????… kami blum mapu,..yg saya ingingkan??? mesin waktu untuk kmbali pd masa itu. menjaga utk tdk keluar rumah….jgn keluar rumah sayang…
    dan yang paling saya sesali…
    KENAPA HARUS ANAK SAYA??????
    KENAPA????
    Saya jg pernah mengalami pelecehan seksual ktk kecil oleh teman kakak saya,,,sy brusaha mnjadi ikhlas… TP KENAPA SKARANG ANAK SAYA YG HARUS MENGALAMINYA JUGA???
    Orang tdk ada yg tau kejadian itu, tp saya masih bs mengingat kejadiannya dngn baik, pdhal itu terjadi ktk sy masik TKK..
    saya takut anak saya pun spt itu….
    JADI HATI2LAH BILA ANAK2 KITA SEDANG SURFING KOMPUTER…DAMPINGI…

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 2 Thumb down 0

    • fifi says:

      saya turut merasakan kepedihan yg ibu rasakan, tp pertama-tama saya sarankan ibu, berdoalah minta kekuatan kepda Tuhan tuk mengampuni kejadian ini dan para pelakunya. Mintalah nasihat kepd ahlinya bagaimana menangani masalah kejiwaan anak ibu, banyaklah berdoa dan memohon petunjuk dari Tuhan. Seorang penulis buku dan pengkhotbah kristen yg sudah banyak memberkati banyak orang, Joyce Meyer, ketika kecil dia diperkosa dan kemudian dibuang ke tempat sampah oleh ayahnya sendiri, bisa sukses dan memaafkan ayahnya ketika dia dewasa, pengaalaman hidupnya didalam Tuhan, memulih dia dengan sempurna. Bersama Tuhan anak ibu pasti pulih, pengalaman pahitnya tidak akan bisa merusak dan menyakiti hidupnya lagi.

      Tetap kuat dan semangat ya bunda Putri, Tuhan memberkati

      Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  5. BUNDA PUTRI says:

    “anak2 yg melakukannya kepada saya sering surfing …” maksudnya “..anak2 yg melakukannya kepada ANAK saya sering surfing …”

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  6. yati says:

    Anak kecil berumur 12 tahun telah becumbu dengan pembantu nya sendiri, karena pembantunya suka menjilat kelamin anak itu, dan sering anak itu di cumbui

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  7. ellis says:

    anak saya laki2 umur 7 tahun dipaksa oleh teman sebaya (tetangga sebelah) untuk menonton perilaku homoseksual (lelaki mencumbui lelaki) di kamar mandi rumah saya. Sakit sekali hati ini, bagaimana saya menekan amarah dan reksi terkejut saya?? Saya harus seperti apa menolong kejiwaan anak saya????

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  8. tutin says:

    waduh…saya sangat sedih sekali membaca tulisan ibu2 semuanya…
    ya Allah kuatkanlah ibu2 ini dan anak2 mrk yg menjadi korban kejahatan seksual…

    Bunda Putri…kalau bisa pindah rmh saja Bunda. Buat suasana baru untuk ananda, supaya ananda kelak bisa ikhlas menerima apa yg pernah terjadi di masa lalu. krn biasanya ketika sudah mengerti, anak akan merasa depresi, malu, dan rendah diri. Jauhkan ia dr melihat wajah2 anak2 yg pernah berbuat nista padanya, supaya ia tidak ingat terus. dan dekatkan dengan agama…supaya ia tidak depresi dan trauma manakala dewasa nanti

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 1 Thumb down 0

  9. rose says:

    @ellis

    kita saat ini hidup pd jaman fitnah bu (sebagaimana dinubuatkan oleh Nabi Saw). jd sepertinya fitnah ini sdh sampai begitu menyebarnya hingga pd anak2 kita. anak2 menjadi rusak dan meracuni teman2 sepermainannya.
    jd mau nggak mau kita harus sterilisasi anak di rumah…
    boleh bergaul dg anak lain namun harus dg pengawasan kita…dan sepertinya memang harus pilah-pilih teman bermain.

    mungkin homeschooling bisa jadi alternatif pendidikan buat anak2 ibu, dan homeschooling tidak harus mahal
    koq. info selengkapnya bisa klik link ini : http://www.ayahkita.blogspot.com

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  10. ibunne says:

    bunda putri, saya setuju dengan saran mba tutin… pindah rumah , dengan pindah rumah sedikit demi sedikit trauma itu bisa terlupakan walaupun seiring dengan berjalnnya waktu semoga putri dan bunda putri tabah dalam menghadapi cobaan ini, we pray to you….. tetap semangat yaa Allah SWT tetap bersama kita semua

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  11. Someone says:

    Hal itu semua terjadi akibat perkembangan zaman, kemajuan ilmu teknologi.
    apalagi “memiliki rasa penasaran yang tinggi” adalah salah satu ciri seorang anak yang menuju fase remaja.
    jika dilakukan oleh seseorang yang lebih tua, kemungkinan ada gangguan kejiwaan.
    Utk Bunda Putri, ketika membaca cerita anda, saya cukup prihatin.
    semoga anak anda baik-baik saja untuk seterusnya.
    Tuhan sudah memberikan takdir seperti ini untuk anda, dan yang anda perlukan adalah keteguhan hati. yakin saja Tuhan akan memberikan sesuatu yang lebih baik di depan nanti. mungkin perdalam ajaran keagamaan untuk anak anda.
    saya akui, saya salah satu korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh paman saya sendiri. dan sekarang saya benar-benar takut untuk bertemu dengannya.
    namun saya tidak pernah mengatakannya pada keluarga saya.
    buatlah agar orang-orang yang anda kenal, yang terkena pelecehan seksual, tetap berpikir positif dan terus maju. jangan hanya akan terpuruk dalam kenangan lalu yang akan terus menghantui hidupnya.

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  12. nana says:

    bagaimana jika yg melakukannya ayahnya sendiri?anak saya 4 tahun,sering dlecehkan oleh ayahnya yang merupakan suami saya.apa yang harus saya lakukan?tiap kali saya tanya pd suami dia marah dan memukul saya.yang buat hati saya sakit,anak saya tetap akrab dgn ayahnya.
    makin lama semakin sering saya lihat perilaku menyimpang dr anak saya.setiap apa yg dilakukan ayahnya selalu di ulangi pada boneka kesayangannya,anak saya perempuan,terkadang dia jg melakukan pada adik laki-lakinya yg baru berusia 2 bln.KEMANA SAYA HARUS MINTA TOLONG?

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0


Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>