Ketidakseimbangan Elektrolit – Natrium

doktersehat-wanita-lelah-anemia-kerja-kantor-depresi-jantung-Amiloidosis

Sodium atau bisa juga disebut Natrium, paling sering ditemukan di luar sel, yaitu di plasma (bagian non-sel) dari aliran darah. Elektrolit ini adalah bagian penting dari regulasi air di dalam tubuh, karena air mengalir ke tempat natrium mengalir.

Jika ada terlalu banyak sodium dalam tubuh dikarenakan asupan garam yang tinggi dalam makanan, maka natrium akan banyak dikeluarkan oleh ginjal, dan diikuti pula oleh air yang keluar.

Sodium adalah elektrolit penting yang membantu dengan sinyal listrik di dalam tubuh yang memungkinkan otot dan otak bekerja. Sel natrium di dalam plasma dan potasium di dalam sel bergantian bekerja dengan pompa elektronik.

Kondisi Ketidakseimbangan Natrium

Hipernatremia (hiper = terlalu banyak + natr = sodium + emia = dalam darah) biasanya berhubungan dengan dehidrasi, dan bukannya terlalu banyak sodium, namun terlalu sedikit air di dalam tubuh. Kehilangan air ini bisa terjadi karena penyakit muntah atau diare, berkeringat berlebihan akibat olahraga atau demam, atau dari minum cairan yang memiliki konsentrasi garam terlalu tinggi.

Hiponatremia (hipo = terlalu sedikit) disebabkan oleh keracunan air (minum banyak air sehingga bisa mengencerkan sodium dalam darah dan mengatasi mekanisme kompensasi ginjal) atau dengan sindrom sekresi hormon diuretik yang tidak sesuai (SIADH). SIADH dapat dikaitkan dengan penyakit seperti pneumonia, penyakit otak, kanker, masalah tiroid, dan beberapa obat-obatan.

Gejala Ketidakseimbangan Natrium

Terlalu banyak atau terlalu sedikit natrium dapat menyebabkan sel tidak berfungsi. Kelesuan, kebingungan, kelemahan, pembengkakan, kejang, dan koma adalah beberapa gejala yang bisa terjadi pada kondisi hipernatremia atau hiponatremia.

Perlakuan terhadap kondisi ini tergantung pada penyebab yang mendasarinya, namun penting bagi praktisi kesehatan untuk memahami alasan kadar natrium abnormal dan memperbaiki ketidakseimbangan natrium. Koreksi cepat bisa menyebabkan aliran air masuk atau keluar sel menjadi tidak normal. Hal ini perlu diingat untuk mencegah kehancuran sel otak akibat pemberian natrium yang terlalu cepat (miolisis pons sentral).