Ketidakseimbangan Elektrolit – Kalsium dan Bikarbonat

doktersehat-tanda-serangan-jantung

Kadar kalsium dikendalikan oleh hormon kalsitonin. Hormon ini mendorong pertumbuhan tulang dan menurunkan kadar kalsium dalam darah. Sementara itu, hormon paratiroid melakukan sebaliknya.

Kalsium terikat pada protein dalam aliran darah, sehingga kadar kalsium berhubungan dengan nutrisi pasien serta asupan kalsium dalam makanan. Metabolisme kalsium dalam tubuh berhubungan erat dengan kadar magnesium. Seringkali, status magnesium tubuh perlu dioptimalkan sebelum kadar kalsium dapat diobati.

Kondisi Ketidakseimbangan Kalsium

Hiperkalsemia (hiper = terlalu banyak + calc = kalsium + emia = dalam darah) dikaitkan dengan pembentukan batu di dalam tubuh. Gejala hiperkalsemia meliputi batu ginjal, sakit perut, dan depresi. Selain itu, terlalu banyak kalsium dapat dikaitkan dengan gangguan irama jantung. Penyebab hiperkalsemia meliputi tumor paratiroid, tumor lain termasuk kanker payudara, kelebihan jumlah vitamin A atau D, penyakit paget, dan gagal ginjal.

Hipokalsemia (hipo = terlalu sedikit) biasanya berhubungan dengan gangguan makan atau kekurangan hormon paratiroid. Gejalanya meliputi kelemahan, kejang otot, dan gangguan irama jantung. Sementara itu, elektrolit bikarbonat (HCO3) ini merupakan komponen penting dari persamaan yang menjaga status asam-basa tubuh agar seimbang.

Air + Karbon Dioksida = Bicarbonate + Hidrogen

Paru-paru mengatur jumlah karbon dioksida, dan ginjal mengatur bikarbonat (HCO3). Elektrolit ini membantu penyangga asam yang terbentuk di dalam tubuh sebagai produk sampingan normal dari metabolisme. Misalnya, ketika otot bekerja, mereka menghasilkan asam laktat sebagai hasil sampingan pembentukan energi.

Selain itu, HCO3 harus tersedia untuk mengikat hidrogen yang dilepaskan dari asam untuk membentuk karbon dioksida dan air. Bila tubuh mengalami malfungsi, maka tubuh akan memproduksi banyak asam dan HCO3 diperlukan untuk mengimbangi produksi asam ekstra.

Mengukur jumlah bikarbonat dalam aliran darah dapat membantu praktisi perawatan kesehatan menentukan seberapa parah keseimbangan asam-basa tubuh.