Keterbelakagan Mental

DokterSehat.Com – Keterlambatan perkembangan merupakan istilah untuk mengindikasikan adanya perkembangan syaraf yang tidak normal, dimana terdapat kegagalan dalam pencapaian milestones usia yang tepat. Keterlambatan perkembangan atau retarded delay menunjukkan adanya kemampuan yang terlambat antara usia kalender dengan usia mentalnya.



Orang-orang yang secara mental mengalami keterbelakangan, memiliki perkembangan kecerdasan (intelektual) yang lebih rendah dan mengalami kesulitan dalam proses belajar serta adaptasi sosial. Tiga persen dari jumlah penduduk mengalami keterbelakangan mental.

Penyebab

Tingkat kecerdasan ditentukan oleh faktor keturunan dan lingkungan. Pada sebagian besar kasus RM, penyebabnya tidak diketahui; hanya 25% kasus yang memiliki penyebab yang spesifik.

Secara kasar, penyebab RM dibagi menjadi beberapa kelompok :

Trauma (sebelum dan sesudah lahir)

• Perdarahan intrakranial sebelum atau sesudah lahir

• Cedera hipoksia (kekurangan oksigen), sebelum, selama atau sesudah lahir

• Cedera kepala yang berat

Infeksi (bawaan dan sesudah lahir)

• Rubella kongenitalis

• Meningitis

• Infeksi sitomegalovirus bawaan

• Ensefalitis

• Toksoplasmosis kongenitalis

• Listeriosis

• Infeksi HIV

Kelainan kromosom

• Kesalahan pada jumlah kromosom (Sindroma Down)

• Defek pada kromosom (sindroma X yang rapuh, sindroma Angelman, sindroma Prader-Willi)

• Translokasi kromosom dan sindroma cri du chat

Kelainan genetik dan kelainan metabolik yang diturunkan

• Galaktosemia

• Penyakit Tay-Sachs

• Fenilketonuria

• Sindroma Hunter

• Sindroma Sanfilippo

• Leukodistrofi metakromatik

• Adrenoleukodistrofi

• Sindroma Lesch-Nyhan

• Sindroma Rett

• Sklerosis tuberosa

Metabolik

• Sindroma Reye

• Dehidrasi hipernatremik

• Hipotiroid kongenital

• Hipoglikemia (diabetes melitus yang tidak terkontrol dengan baik)

Keracunan

• Keracunan

• Pemakaian alkohol, kokain, amfetamin dan obat lainnya pada ibu hamil

• Keracunan metilmerkuri

• Keracunan timah hitam

Gizi

• Kwashiorkor

• Marasmus

• Malnutrisi

Lingkungan

• Lingkungan

• Kemiskinan

• Status ekonomi rendah

• Sindroma deprivasi

Gejala

Baca Juga:  Pentingnya Psikologi Kesehatan

Anak dengan MR ringan (IQ 52-68) bisa mencapai kemampuan membaca sampai kelas 4-6. Meskipun memiliki kesulitan membaca, tetapi mereka dapat mempelajari kemampuan pendidikan dasar yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka memerlukan pengawasan dan bimbingan serta pendidikan dan pelatihan khusus. Biasanya tidak ditemukan kelainan fisik, tetapi mereka bisa menderita epilepsi.

Mereka seringkali tidak dewasa dan kapasitas perkembangan interaksi sosialnya kurang. Mereka mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru dan mungkin memiliki penilaian yang buruk. Mereka jarang melakukan penyerangan yang serius, tetapi bisa melakukan kejahatan impulsif.

Anak-anak dengan RM moderat (IQ 36-51) jelas mengalami kelambatan dalam belajar berbicara dan keterlambatan dalam mencapai tingkat perkembangan lainnya (misalnya duduk dan berbicara). Dengan latihan dan dukungan dari lingkungannya, mereka dapat hidup dengan tingkat kemandirian tertentu.

Anak-anak dengan RM berat (IQ 20-35) dapat dilatih meskipun agak lebih susah dibandingkan dengan RM moderat. Anak-anak dengan RM sangat berat (IQ 19 atau kurang) biasanya tidak dapat belajar berjalan, berbicara atau memahami. Angka harapan hidup untuk anak-anak dengan RM mungkin lebih pendek, tergantung kepada penyebab dan beratnya RM. Biasanya, semakin berat RMnya maka semakin kecil angka harapan hidupnya.

Diagnosa

Seorang anak RM menunjukkan perkembangan yang secara signifikan lebih lambat dibandingkan dengan anak lain yang sebaya. Tingkat kecerdasan yang berada dibawah rata-rata bisa dikenali dan diukur melalui tes kecerdasan standar (tes IQ), yang menunjukkan hasil kurang dari 2 SD (standar deviasi) dibawah rata-rata (biasanya dengan angka kurang dari 70, dari rata-rata 100).

Pengobatan

Tujuan pengobatan yang utama adalah mengembangkan potensi anak semaksimal mungkin. Sedini mungkin diberikan pendidikan dan pelatihan khusus, yang meliputi pendidikan dan pelatihan kemampuan sosial untuk membantu anak berfungsi senormal mungkin. Pendekatan perilaku sangat penting dalam memahami dan bekerja sama dengan anak RM.