Ketahui Penyebab Kencing Darah

DokterSehat.Com – Kencing darah atau adanya darah yang tercampur di dalam kencing dapat menimbulkan kecemasan tersendiri bagi yang mengalaminya. Kondisi kencing berdarah ini dalam dunia medis dikenal dengan  nama  hematuria. Hematuria  dapat  mengindikasikan adanya penyakit serius yang terjadi, namun bisa juga hanya akibat kecelakaan ringan akibat olah fisik yang terlalu keras maupun adanya efek samping dari konsumsi obat tertentu seperti aspirin.

11

Gejala

Hematuria makroskopik menimbulkan gejala kencing berwarna merah muda, merah, atau cokelat. Gejala tambahan lain bervariasi berdasarkan penyebab hematuria. Hematuria yang bukan disebabkan oleh penyakit tertentu umumnya tidak disertai gejala khusus.  Hematuria akibat infeksi saluran kemih menimbulkan gejala nyeri saat buang air kecil (BAK), sering timbul keinginan untuk BAK, serta nyeri perut. Batu pada saluran kemih juga dapat menimbulkan hematuria; pada kasus ini, umumnya ditemui gejala nyeri perut hilang timbul yang menjalar ke pinggang. Kanker pada kantung kemih menimbulkan gejala hematuria yang tidak disertai nyeri, namun disertai gejala umum kanker seperti penurunan berat badan dan kelelahan berkepanjangan.

Gejala berupa bengkak sekitar mata, peningkatan berat badan, penurunan frekuensi BAK, dan peningkatan tekanan darah mengarah pada hematuria akibat kelainan sistem penyaring urin pada ginjal (glomerulus). Hematuria yang disertai nyeri sendi dan bercak kemerahan pada kulit ditemui pada lupus dan purpura Henoch-Schonlein.

Penyebab

Hematuria non-penyakit dapat disebabkan oleh olah raga berlebih atau obat-obatan tertentu. Olah raga berlebih (umumnya pelari) dapat menyebabkan hematuria akibat trauma pada kantung kemih, dehidrasi, atau pemecahan sel darah merah berlebih.

Obat-obat yang dapat menyebabkan hematuria antara lain aspirin, penisilin, heparin, dan siklofosfamid. Penyakit-penyakit yang dapat menyebabkan hematuria antara lain infeksi saluran kemih, batu saluran kemih, pembesaran prostat, gangguan penyaring ginjal (glomerulonefropati), kanker, penyakit jaringan penyambung, serta trauma (benturan).

Baca Juga:  Waspadai Penyakit Hati Alkoholik!

Hematuria pada laki-laki di atas usia 50 tahun paling sering disebabkan oleh pembesaran prostat atau batu ginjal hematuria, pada wanita paling sering disebabkan infeksi saluran kemih, hematuria pada anak umumnya disebabkan peradangan penyaring ginjal (glomerulonefritis).

Pengobatan

Hematuria akibat olahraga atau obat-obatan tidak memerlukan pengobatan khusus. Pengobatan hematuria lebih ditujukan pada penyebab dasar, seperti pemberian antibiotik pada infeksi saluran kemih, penghancuran batu saluran kemih, atau obat-obatan untuk mengecilkan prostat.