Ketahui 4 Penyebab ADHD Pada Anak

DokterSehat.Com – Anda mungkin pernah melihat anak-anak yang tidak mampu memperhatikan, tidak bisa berkonsentrasi, atau tidak mampu mengikuti instruksi bahkan setelah diberi penjelasan.

14

Anak-anak tersebut kemungkinan besar mengalami apa yang disebut Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

ADHD adalah gangguan neurologis yang biasanya menyerang anak-anak dan dapat bertahan terus hingga anak menjadi dewasa.

Anak-anak dengan ADHD mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi, hiperaktif, dan pelupa.

Anak-anak tersebut memiliki masalah prestasi di sekolah, kesulitan bergaul, dan rendah diri.

Penyebab ADHD

Terdapat beberapa penyebab Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) pada anak-anak, yang sebagian besar berasal dari aspek biologis.

Meskipun dalam beberapa kasus orang tua turut berperan, namun diyakini bahwa perubahan struktur otak menjadi salah satu alasan yang dominan.

Berikut adalah beberapa penyebab ADHD :

  1. Kelainan anatomi otak
    Anak-anak yang didiagnosis ADHD memiliki perbedaan dalam fungsi otak dibandingkan dengan rekan-rekan mereka. Otak memiliki bahan kimia yang disebut neurotransmiter yang berperan dalam proses interaksi sel-sel yang ada di otak. Pada ADHD, neurotransmiter yang disebut dopamin cenderung tidak berfungsi sehingga mengakibatkan konsekuensi yang tidak diinginkan seperti impulsif, kurang konsentrasi, dan hiperaktif. Seorang anak dengan ADHD juga cenderung memiliki volume otak lebih kecil dibanding anak usia sebaya.
  1. Genetik
    ADHD diyakini akan diwariskan dari orang tua yang mengalami kelainan serupa. Satu dari empat anak yang didiagnosis ADHD memiliki kerabat dengan gangguan serupa. ADHD juga lebih sering ditemukan pada anak kembar identik.
  1. Faktor Ibu
    Ibu hamil yang memiliki kebiasaan merokok mempertinggi resiko memiliki anak dengan ADHD. Demikian juga, mengkonsumsi alkohol atau obat lain selama periode kehamilan dapat menghambat aktivitas neuron yang memproduksi dopamin. Wanita hamil yang terpapar racun kimia seperti polychlorinated biphenyls juga berpotensi memiliki anak ADHD. Bahan kimia ini banyak digunakan dalam industri pestisida. Konsumsi obat-obatan terlarang seperti kokain terbukti pula menghambat pertumbuhan normal reseptor otak. Orang tua yang selalu mengkritik anak dan sering menghukum untuk kesalahan-kesalahan kecil juga bisa memicu munculnya perilaku ADHD.
  1. Faktor Lingkungan
    Paparan racun pada anak dari lingkungan seperti timbal dan polychlorinated biphenyls dikhawatirkan akan memicu ADHD. Faktor lingkungan lain yang mungkin berkontribusi diantaranya adalah polusi, bahan makanan yang memiliki warna buatan, dan paparan sinar neon.