Kesiapan Fisik untuk Arus Balik Agar Lancar di Jalanan

doktersehat kesiapan fisik arus balik
photo credit: Pexels

DokterSehat.Com – ArusĀ  balik tahun ini sedikit berbeda dengan arus mudik yang terjadi sebelumnya. Kalau arus mudik bisa sedikit longgar karena beberapa perusahaan atau BUMN meliburkan pegawainya lebih awal, saat arus balik semua orang akan kembali pada hari yang sama.

Kemacetan akan terjadi lebih masif saat arus balik karena semua orang masuk pada hari yang sama. Oleh karena itu, Anda harus mempersiapkan diri dengan menjaga fisik dengan baik agar perjalanan yang dipenuhi dengan macet tidak membuat Anda jadi drop dan akhirnya sakit.

Sebelum melakukan perjalanan arus balik yang akan berlangsung 1-2 hari ke depan atau mulai hari ini, simak beberapa tips di bawah ini.

  1. Usahakan tubuh sudah tidak terlalu capai

Sebagian besar orang langsung pulang begitu saja ke kota tanpa beristirahat terlebih dahulu. Padahal mereka masih capai saat berkunjung ke rumah saudara atau ke rumah dari teman yang jumlahnya banyak. Selain itu, saat Lebaran tiba kita juga sering begadang untuk sekadar mengobrol dan temu kangen.

Sebelum memutuskan untuk kembali ke kota, ada baiknya untuk beristirahat terlebih dahulu. Selama satu hari penuh jangan keluar rumah atau melakukan aktivitas yang terlalu berat. Banyak-banyaklah di rumah untuk beristirahat dan mengembalikan kondisi tubuh yang capai.

  1. Porsi tidur sudah maksimal

Saat puasa kita hanya tidur 5-6 jam setiap harinya. Saat Lebaran porsi tidurnya nyaris sama karena bertepatan dengan Piala Dunia atau karena kita sering begadang karena mengobrol dengan banyak teman dan saudara.

Saat akan melakukan arus balik ke kota dan kembali bekerja, usahakan untuk memiliki porsi tidur yang pas. Anda yang kembali dengan kendaraan pribadi harus tidur 8 jam per hari agar perjalanan berjalan lancar dan tidak mudah sekali mengantuk di sepanjang jalan.

  1. Menyiapkan perbekalan yang cukup

Ada beberapa hal yang akan terjadi kalau Anda mendapatkan macet panjang saat arus balik. Pertama adalah kondisi dehidrasi. Panas dari sinar matahari dan deretan kendaraan akan membuat kondisi cairan di dalam tubuh menguap dengan cepat dan keringat terus bercucuran.

Kedua, kondisi dehidrasi juga memicu Anda menjadi pusing, mual, dan kondisi tidak nyaman lainnya. Kalau hal ini dibiarkan, Anda bisa sakit selama perjalanan balik.

Terakhir, kondisi dehidrasi juga memicu Anda menjadi lapar dan membutuhkan energi untuk bertahan. Oleh karena itu, selalu bawa makanan dan minuman yang cukup agar fisik tidak drop.

  1. Tidak sedang sakit

Jangan mudik kalau kondisi tubuh sedang tidak baik atau mengalami sakit. Lebih baik kembali setelah kondisi mulai membaik. Kalau Anda terpaksa kembali ke kota saat itu juga, pastikan perut sudah kenyang dan membawa obat-obatan pribadi agar kondisi tubuh yang turun bisa terjaga agar tidak semakin drop.

  1. Memilih waktu balik yang tepat

Waktu balik ke kota kadang cukup tricky. Anda yang tidak suka dengan macet mungkin bisa memilih waktu pagi hari atau malam hari. Pada pagi dan malam, macet mungkin masih bisa terjadi dengan masif. Namun, kondisi udara masih dingin sehingga peluang terjadi dehidrasi tidak akan terjadi.

Kalau Anda mudiknya saat siang hari, begitu berangkat sudah akan bertemu dengan macet dan kondisi udara semakin panas. Selama berjam-jam di bawah udara yang panas akan membuat tubuh mengalami penurunan stamina yang berakibat pada kondisi sakit.

Mari persiapkan arus balik Anda dengan baik agar tidak sakit selama berada di perjalanan. Kalau Anda tetap sehat hingga sampai rumah, esok hari saat kerja bisa berjalan dengan lancar.