<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan - Dokter Sehat &#187; Penyakit Hati</title>
	<atom:link href="http://doktersehat.com/kesehatan/penyakit-dalam/penyakit-hati/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://doktersehat.com</link>
	<description>Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 Jun 2013 09:20:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Deteksi Kerusakan Hati dari Organ Tubuh Lain</title>
		<link>http://doktersehat.com/deteksi-kerusakan-hati-dari-organ-tubuh-lain/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/deteksi-kerusakan-hati-dari-organ-tubuh-lain/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jan 2013 03:41:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[perut]]></category>
		<category><![CDATA[tubuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=10539</guid>
		<description><![CDATA[Doktersehat.com – Hati atau liver memliki peran penting dalam kelangsungan hidup. Salah satu fungsi dari hati adalah menyaring racun-racun dalam tubuh. Terlalu banyak mengonsumi minuman bersoda dan alkohol bisa merusak hati, akibatnya timbul berbagai penyakit seperti hepatisis, kerusakan usus, dan kerusakan organ tubuh penting lainnya. Tanda-tanda adanya kerusakan hati bisa dilihat melalui bagian-bagian tubuh lainnya [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Doktersehat.com – Hati atau liver memliki peran penting dalam kelangsungan hidup. Salah satu fungsi dari hati adalah menyaring racun-racun dalam tubuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Terlalu banyak mengonsumi minuman bersoda dan alkohol bisa merusak hati, akibatnya timbul berbagai penyakit seperti hepatisis, kerusakan usus, dan kerusakan organ tubuh penting lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tanda-tanda adanya kerusakan hati bisa dilihat melalui bagian-bagian tubuh lainnya seperti:</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Lingkaran hitam di sekitar mata</b></p>
<p style="text-align: justify;">Mata panda atau lingkaran hitam di sekitar mata sering dikaitkan dengan kondisi tubuh yang lelah atau kurang tidur. Tapi ternyata mata panda juga bisa menandakan jika seseorang terkena penyakit hati.</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Mata berwarna kuning</b></p>
<p style="text-align: justify;">Area berwarna putih pada bola mata akan berubah menjadi kuning. Jika perubah ini terjadi pada mata Anda, segera periksakan diri ke ahli medis.</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Perut membesar</b></p>
<p style="text-align: justify;">Kondisi perut yang membuncit bisa menjadi tanda adanya gangguan organ hati. Perut membesar yang bukan disebabkan terlalu banyak makan kemungkinan besar disebabkan adanya infeksi dan kerusakan hati.</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Bau mulut</b></p>
<p style="text-align: justify;">Produksi ammonia yang berlebihan akibat kerusakan hati bisa memicu bau mulut yang menyengat.<b><br />
</b></p>
<p style="text-align: justify;">Sumber: <i>okezone.com</i></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/deteksi-kerusakan-hati-dari-organ-tubuh-lain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perlemakan Hati Bisa Picu Kanker</title>
		<link>http://doktersehat.com/perlemakan-hati-bisa-picu-kanker/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/perlemakan-hati-bisa-picu-kanker/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Nov 2012 02:03:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[lemak]]></category>
		<category><![CDATA[obesitas]]></category>
		<category><![CDATA[sumber]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=9573</guid>
		<description><![CDATA[Doktersehat.com – Kini Anda harus waspada terhadap perlemakan  hati. Perlemakan hati adalah adanya pengumpulan lemak yang berlebihan di dalam sel-sel hati. Ini sangat umum dijumpai pada orang yang mengalami kegemukan, dan banyak di jumpai pada umur diatas 30 tahun. Pada kondisi ini, hati mengandung lemak yang berlebihan dan sebagian jaringan normal hati diganti dengan lemak [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://doktersehat.com">Doktersehat.com</a> – Kini Anda harus waspada terhadap perlemakan  hati. Perlemakan hati adalah adanya pengumpulan lemak yang berlebihan di dalam sel-sel hati. Ini sangat umum dijumpai pada orang yang mengalami kegemukan, dan banyak di jumpai pada umur diatas 30 tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada kondisi ini, hati mengandung lemak yang berlebihan dan sebagian jaringan normal hati diganti dengan lemak yang tidak sehat. Dalam hal ini, sel-sel hati dan ruang di hati diisi dengan lemak sehingga hati menjadi sedikit membesar dan lebih berat. Hati menjadi berminyak dan berwarna kekuningan. Kondisi ini membuat keluhan yang tidak enak di daerah organ hati, yang terasa di bagian perut kanan atas. Mungkin juga di dalam hati terdapat batu empedu, yang tersusun dari kolesterol dan garam empedu. Kelebihan lemak di hati ini bisa dilihat dengan USG. Mungkin juga pada kondisi ini terjadi peningkatan enzim hati. Disfungsi hati sangat sering terjadi dan merupakan masalah yang terus meningkat.</p>
<p>Hati yang sehat berwarna agak kemerah-merahan dan memiliki tekstur yang seragam. Pada dasarnya hati memiliki ruangan yang dipenuhi dengan warna merah ke merah muda karena mereka dipenuhi dengan darah. Barisan dari sel hati membentuk dinding ruangan tersebut. Selama darah mengalir sepanjang ruangan ini, sel-sel hati dapat membersihkan racun, sel-sel mati, mikroorganisme dan lemak dari aliran darah. Inilah alasan mengapa hati sebagai penyaring dan pembersih aliran darah. Jika ruangan pada hati dan sel-sel hati ini dipenuhi oleh lemak, maka hati tidak mampu menyaring dan membersihkan aliran darah secara efesien dan aliran darah menjadi penuh dengan racun dan lemak. Oleh karena itu jalan yang terbaik adalah mengatasi masalah ini, jika tidak fungsi hati yang terus lemah akan memicu terjadinya masalah lebih lanjut seperti kondisi auto imun dan diabetes tipe 2.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa kasus yang dilaporkan mengaitkan perlemakan hati dengan kanker hati yang bukan disebabkan oleh alkohol. Menurut C Rinaldi A Lesmana, dokter ahli gastroenterohepatologi, sebagian besar kasus kanker hati disebabkan oleh infeksi Hepatitis B dan C.</p>
<p style="text-align: justify;">Penelitian di RSUPN Cipto Mangunkusumo yang dipublikasikan tahun 2009 menunjukkan, dari 99 pasien kanker hati, 47 persen penyebabnya Hepatitis B, 17 persen Hepatitis C, dan 34 persen tak ditemukan virus.</p>
<p style="text-align: justify;">”Dari profil penderita yang tanpa virus, umumnya diabetes, obesitas, dan dislipidemia (kelainan metabolisme lemak). Kalau dulu kanker hati identik Hepatitis B dan C, penyebab terbesar kedua justru bukan virus. Ini harus diwaspadai,” ujarnya.<strong></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Faktor obesitas</strong><br />
Obesitas punya peran terbesar (primer) meski tak semua penderita perlemakan hati mengalami obesitas. Lemak hati dapat terbentuk karena faktor sekunder, seperti infeksi virus hepatitis, HIV, racun, atau penggunaan obat tertentu. Lemak hati banyak diderita orang dengan obesitas sentral (kegemukan sekitar perut).</p>
<p>Setidaknya ada dua kemungkinan. Pada sebagian besar penderita perlemakan hati, fungsi hatinya normal dan stabil. Sebagian lain ada peradangan hati. Mereka yang alami peradangan ada yang berujung sirosis dan fibrosis. Sirosis dapat berkembang menjadi kanker. ”Belum ada petanda (marker) yang memprediksi tepat arah perkembangan perlemakan hati. Genetik memegang peranan,” kata Rinaldi.</p>
<p>Ada penderita kanker tanpa proses sirosis hati. Untuk mengetahui kondisi hati pada orang dengan perlemakan hati dan termasuk berisiko tinggi, seperti obesitas dan diabetes, prosedur terbaik ialah biopsi pada hati.</p>
<p>Menurut dokter spesialis gizi klinik Inge Permadhi dari FKUI/ RSUPN Cipto Mangunkusumo, diet mengurangi lemak hati prinsipnya mengatasi obesitas. Kurangi konsumsi lemak jenuh yang, antara lain, pada minyak kelapa dan lemak hewani, termasuk daging. Sebaliknya, tambah omega-3, di antaranya dari ikan tuna, salmon, dan kembung.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Dari berbagai sumber</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/perlemakan-hati-bisa-picu-kanker/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenali Gejala Penyakit Liver</title>
		<link>http://doktersehat.com/kenali-gejala-penyakit-liver/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/kenali-gejala-penyakit-liver/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Oct 2012 08:03:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[sumber]]></category>
		<category><![CDATA[tubuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=9371</guid>
		<description><![CDATA[Doktersehat.com &#8211; Liver adalah satu-satunya organ dalam tubuh yang dapat dengan mudah mengganti sel yang rusak, tetapi jika sel-sel cukup hilang, liver tidak mungkin dapat memenuhi kebutuhan tubuh. Penyakit Liver merupakan penyakit hati. Penyebab dari penyakit liver bisa berasal dari infeksi oleh parasit dan virus. Hingga saat ini dikenal 8 jenis virus hati. virus yang [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://doktersehat.com">Doktersehat.com</a> &#8211; Liver adalah satu-satunya organ dalam tubuh yang dapat dengan mudah mengganti sel yang rusak, tetapi jika sel-sel cukup hilang, liver tidak mungkin dapat memenuhi kebutuhan tubuh. Penyakit Liver merupakan penyakit hati. Penyebab dari penyakit liver bisa berasal dari infeksi oleh parasit dan virus. Hingga saat ini dikenal 8 jenis virus hati. virus yang paling jahat adalah virus Hepatitis B (HVB) dan Hepatitis C (HCV). Sedangkan ujung dari hepatitis adalah cirrhosis. Liver yang cirrhosis selnya berubah menjadi jaringan ikat tidak bisa pulih atau normal lagi, sehingga menurun fungsinya. Lain halnya jika cirrhosis-nya pada seluruh bagian liver bisa menyebabkan liver lumpuh dan berakhir dengan gagal liver.</p>
<p style="text-align: justify;">GEJALA PENYAKIT LIVER</p>
<p style="text-align: justify;">Selain fungsi liver yang menurun, hampir semua peradangan liver menimbulkan gejala kuning. Ini tergantung pada penyebab, gejala serta tanda penyertanya yang tidak sama. Jika disebabkan oleh infeksi, pasti akan disertai demam, nyeri kepala. lesu, dan lemah. Selain itu, keluahan mual dan muntah juga selalu menyertai penyakit liver ini. Bila diperhatikan, kulit dan bagian putih pada mata akan tampak kuning, begitu juga dengan air seni yang akan berubah menjadi berwarna seperti teh.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain semua gejala diatas, biasanya juga ada rasa tidak enak di perut bagian kanan atas dan terasa nyeri kalau ditekan. Satu hal yang harus diperhatikan, bahwa tidak semua penyakit liver akan  menyebabkan gejala kuning pada kulit dan bagian putih pada mata.</p>
<p style="text-align: justify;">PENCEGAHAN</p>
<p style="text-align: justify;">Jangan mengabaikan pentingnya menjaga kesehatan liver. Menurut spesialis penyakit hati, untuk mencegah kemunculan dan perkembangan penyakit hati, Anda harus memenuhi beberapa rekomendasi dari Methods Of Healing ini untuk memastikan gaya hidup yang lebih sehat, yaitu:</p>
<p style="text-align: justify;">1. Hindari konsumsi alkohol<br />
Liver berfungsi untuk menyaring racun dari tubuh. Tapi, fungsi hati ini bisa terganggu bila Anda mengonsumsi alkohol, terutama dalam jumlah besar. Maka itu, stop konsumsi alkohol bila ingin liver Anda sehat.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Batasi konsumsi makanan tinggi lemak<br />
Hindari makanan cepat saji untuk menjaga liver tetap dalam kondisi baik. Kontrol berat badan secara rutin, karena obesitas, seperti diabetes, bisa jadi pemicu penyakit hati. Perhatikan makanan Anda, jangan menyantap makanan sembarangan. Hal ini bisa mengurangi fungsi hati melalui akumulasi racun dan lemak dalam tubuh.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Jangan berlama-lama berada di lingkungan beracun<br />
Hati menyaring zat-zat berbahaya bagi tubuh. Tetapi, jika kapasitasnya sudah penuh, maka hati bisa tidak berfungsi untuk menjadi filter. Kurangi ekspos terhadap polutan umum seperti asap rokok atau asap cat.</p>
<p style="text-align: justify;">4. Ikuti aturan hidup bersih<br />
Rajin cuci tangan, terutama sebelum makan dan setelah makan atau setelah dari toilet. Jangan minum air dari peralatan yang digunakan orang asing, sebelum benar-benar mencucinya secara baik.</p>
<p style="text-align: justify;">5. Melindungi diri terhadap virus hati<br />
Untuk menghindari kontak dengan virus hati, Anda harus mengambil langkah-langkah tertentu untuk memproteksi diri dari benda-benda yang terinfeksi: seks aman, hindari tato, dan memakai narkotika suntik.</p>
<p style="text-align: justify;">6.Pemeriksaan kesehatan secara teratur<br />
Seringkali penyakit hati ditemukan secara tidak sengaja atau di saat Anda memeriksaan penyakit lain. Anda dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan di laboratorium setiap tahun untuk mengetahui kondisi hati sekaligus mendeteksi penyakit hati tahap awal.</p>
<p style="text-align: justify;">PENGOBATAN</p>
<p style="text-align: justify;">Penyakit liver, terutama jenis Hepatitis A umumnya bisa sembuh sendiri tanpa pemberian obat. Hanya diperlukan istirahat yang cukup. Lain halnya dengan Hepatitis B dan C yang memerlukan pengobatan untuk bisa sembuh. Biasanya dokter akan memberikan suntikan interferon (interferon Alpha) selama 6 &#8211; 12 bulan. Pada Hepatitis B, pemberian interferon akan lebih baik hasilnya jika digabung dengan Lamivudine (virus supressor) atau dengan Famciclovir. Sedangkan untuk Hepatitis C, interferon digabung dengan Ribavirin.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Dari berbagai sumber</em></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/kenali-gejala-penyakit-liver/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Triclosan dalam Sabun Antibakteri Mengandung Risiko Kesehatan</title>
		<link>http://doktersehat.com/8530/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/8530/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Sep 2012 07:30:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit Dalam]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>
		<category><![CDATA[fisik]]></category>
		<category><![CDATA[gigi]]></category>
		<category><![CDATA[jantung]]></category>
		<category><![CDATA[obat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=8530</guid>
		<description><![CDATA[Doktersehat.com &#8211; Banyak orang yang tidak memperhatikan sabun pencuci tangan yang mereka pakai untuk membersihkan tangan mereka usai menyantap hidangan atau habis melakukan segala macam aktivitas. Padahal hal ini penting untuk diperhatikan dalam pemakaian sabun anti bakteri atau pemcersih tangan yang lainnya. Tampaknya Anda perlu berpikir ulang dalam memilih dan menggunakan sabun antibakteri, pembersih tangan, [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://doktersehat.com">Doktersehat.com</a> &#8211; Banyak orang yang tidak memperhatikan sabun pencuci tangan yang mereka pakai untuk membersihkan tangan mereka usai menyantap hidangan atau habis melakukan segala macam aktivitas. Padahal hal ini penting untuk diperhatikan dalam pemakaian sabun anti bakteri atau pemcersih tangan yang lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tampaknya Anda perlu berpikir ulang dalam memilih dan menggunakan sabun antibakteri, pembersih tangan, dan produk pembersih yang mengandung triclosan.</p>
<p style="text-align: justify;">Triclosan diketahui dapat melemahkan sel-sel otot hewan dalam dosis yang sama seperti yang digunakan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun 2010, Food and Drug Administration (FDA) menyimpulkan bahwa penggunaan triclosan hanya bermanfaat dalam pasta gigi untuk mengobati gingivitis (penyakit gusi) dan tidak memberikan manfaat kesehatan pada sabun mandi atau cairan antibakteri pembersih tangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bahkan pada penelitian sebelumnya diketahui bahwa triclosan dapat bertindak sebagai pengganggu endokrin. Namun sampai sekarang, triclosan terus ditemukan dalam produk seperti sabun cuci tangan, obat kumur, deodoran, pakaian, mainan, karpet dan kantong sampah.</p>
<p style="text-align: justify;">Triclosan merupakan bahan kimia yang berkaitan dengan polychlorinated biphenyls (PCBs), polutan yang dapat bertahan di lingkungan untuk waktu yang sangat lama.</p>
<p style="text-align: justify;">Para peneliti dari University of California, Davis dan University of Colorado melakukan penelitian dengan menggunakan tikus sebagai sampel penelitian dengan menyuntikkan triclosan pada konsentrasi 12,5 mg per kg berat badan tikus.</p>
<p style="text-align: justify;">Hasilnya, tikus tersebut mengalami hambatan kontraksi otot hanya dalam selang waktu 10 sampai 20 menit setelah terpapar triclosan. Selain itu juga terjadi penurunan fungsi jantung hingga 25 persen dan mengurangi tingkat kesadaran tikus dari obat bius hingga sebesar 18 persen atau 60 menit.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan penelitian tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa triclosan dapat mempengaruhi fungsi hati dan otot rangka tikus. Penurunan aktivitas otot tersebut mungkin tidak akan terjadi pada tikus dengan fisik yang sehat, tetapi risiko akan meningkat pada tikus dengan gagal jantung.</p>
<p style="text-align: justify;">Perlakuan yang menimbulkan kerusakan pada hewan memang belum dapat dipastikan terjadi juga pada manusia. Tetapi daripada menggunakan sesuatu yang belum terbukti bermanfaat bagi tubuh dan kemungkinan membahayakan, lebih baik mengurangi risiko tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>Dari berbagai sumber</em></p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/8530/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Waspada Nyeri Pada Ulu Hati</title>
		<link>http://doktersehat.com/waspada-nyeri-pada-ulu-hati/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/waspada-nyeri-pada-ulu-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 02:51:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>
		<category><![CDATA[info penyakit ulu hati]]></category>
		<category><![CDATA[waspada nyeri pada ulu hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=6590</guid>
		<description><![CDATA[Doktersehat.com- Nyeri di bagian ulu hati adalah masalah yang umum dijumpai di masyarakat. Tapi jika sering mengalami nyeri di ulu hati sebaiknya hati-hati, karena bisa jadi itu tanda dari radang kandung empedu. Nyeri perut di ulu hati tidak selalu berasal dari lambung atau maag, karena bisa juga berasal dari bagian tubuh lain seperti pankreas, kandung [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://doktersehat.com">Doktersehat.com-</a> Nyeri di bagian ulu hati adalah masalah yang umum dijumpai di masyarakat. Tapi jika sering mengalami nyeri di ulu hati sebaiknya hati-hati, karena bisa jadi itu tanda dari radang kandung empedu.</p>
<p>Nyeri perut di ulu hati tidak selalu berasal dari lambung atau maag, karena bisa juga berasal dari bagian tubuh lain seperti pankreas, kandung empedu, liver, usus 12 jari bahkan bisa berhubungan dengan serangan jantung.</p>
<p>Data yang ada menunjukkan sekitar 20 persen pasien dengan keluhan nyeri ulu hati atau nyeri perut disebabkan oleh adanya gangguan pada kandung empedu baik akibat batu atau peradangan itu sendiri. Dan sekitar 80 persen berumur di atas 40 tahun serta tidak ada yang berumur di bawah 30 tahun.</p>
<p>Untuk mengetahui penyebab dari rasa nyeri ulu hati tersebut, perlu dilakukan USG abdomen sehingga bisa diketahui apakah ada peradangan baik akut maupun kronis di kandung tersebut. Serta bisa juga mengidentifikasi adanya batu pada kandung empedu.</p>
<p>Rasa nyeri ulu hati akibat kandung empedu terjadi karena adanya peradangan pada kandung empedu, baik yang berlangsung akut maupun kronis. Namun nyeri ini juga bisa terkadi akibat adanya batu pada kandung empedu. Jika dianalisa lebih lanjut, batu ini terdiri dari batu kolesterol dan batu pigmen.</p>
<p>Nyeri yang muncul akibat adanya masalah di kandung empedu berlangsung beberapa saat dan berulang (kolik bilier), biasanya nyeri ini bisa menjalar ke punggung belakang.</p>
<p>Peradangan pada kandung empedu (kholesistitis) yang berlangsung secara tiba-tiba atau akut, bisa ringan hingga berat. Pada kondisi yang berat, infeksi bisa saja mengenai bagian tubuh lain selain kandung empedu seperti pankreas. Jika infeksinya luas dan sistemik maka bisa membahayakan jiwa.</p>
<p>Pasien dengan radang kandung empedu akut perlu dirawat di RS dan mendapatkan antibiotik sistemik. Jika kondisinya ringan dan batu empedu tidak menimbulkan keluhan sama sekali, biasanya tidak perlu dioperasi.</p>
<p>Pengobatan batu kandung empedu yang tunggal dan kecil (diameter kurang dari 1,5 cm) cukup dengan diet dan obat-obatan yang bekerja melarutkan batu kolesterol seperti ursodeoxycholic acid (UDCA). Obat ini biasanya diberikan selama 3 bulan.</p>
<p>Tapi jika kandung empedu yang bermasalah ini terdapat batu di dalamnya dengan ukuran besar maka kandung empedu ini harus diangkat (kolesistektomi). Saat ini sebagian besar RS sudah menerapkan teknik laparoskopi, sehingga komplikasi setelah operasi jadi minimal.</p>
<div style="text-align: justify;">Tindakan operasi tidak selalu diperlukan dalam menangani batu empedu, selama terapi obat masih dapat mengobatinya. Apa saja yang ikut menyumbang pada terbentuknya batu empedu ?</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">JENIS KELAMIN</div>
<div style="text-align: justify;">Perempuan dua kali lebih berisiko ketimbang pria. Berlebihnya produksi estrogen akibat kehamilan, terapi sulih hormon, atau penggunaan pil KB dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam cairan empedu, sehingga, mudah terbentuk batu.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">FAKTOR KETURUNAN</div>
<div style="text-align: justify;">Sakit batu empedu seringkali merupakan penyakit keturunan dalam keluarga.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">BERAT BADAN</div>
<div style="text-align: justify;">Bahwa kelebihan berat badan meningkatkan risiko batu empedu. Sebab kadar garam dalam cairan empedu berkurang, sementara kolesterol meningkat. Kegemukan merupakan faktor risiko terbesar batu empedu pada wanita.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">POLA MAKAN</div>
<div style="text-align: justify;">Pola makan tinggi lemak serta kolesterol, dan rendah serat menambah risiko batu empedu.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">BERAT BADAN TURUN SECARA DRASTIS</div>
<div style="text-align: justify;">Melakukan diet ketat atau puasa dalam jangka panjang; sehingga berat badan turun drastis, membuat lever mengeluarkan ekstra kolesterol ke dalam cairan empedu. Akibatnya bisa terjadi batu empedu.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">FAKTOR USIA</div>
<div style="text-align: justify;">Orang berusia 60 tahun ke atas lebih mudah terbentuk batu empedu. Ini karena tubuh cenderung mengeluarkan lebih banyak kolesterol ke dalam cairan empedu.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">PEMAKAIAN OBAT ANTIKOLESTEROL</div>
<div style="text-align: justify;">Akibat pemakaian Obat-obatan penurun kolesterol malah bisa meningkatkan jumlah kolesterol yang dilepas ke dalam cairan empedu, maka bisa membuat terbentuknya batu empedu.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">DIABETES</div>
<div style="text-align: justify;">Pengidap diabetes (diabetesi) umumnya memiliki kadar asam lemak atau trigliserida yang tinggi, sehingga risiko menderita batu empedu semakin besar.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">MAKANAN PENCETUS TERBENTUKNYA BATU</div>
<div style="text-align: justify;">Berikut rekomendasi makanan untuk mengurangi risiko menderita batu saluran kemih :</div>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Batasi asupan kalsium. Normalnya orang dewasa membutuhkan kalsium 1.000 mg per hari. jika berlebihan,kalsium bisa mengendap dan akhirnya terbentuk batu.</li>
<li>Batasi asupan: oksalat. Jauhi makanan sumber oksalat seperti teh, cokelat, bayam, stroberi,serta kacang-kacangan.</li>
<li>Perbanyak minum air putih. Normalnya, dianjurkan sedikitnva 2 liter air per hari atau setara 8 gelas.</li>
<li>Batasi asupan purin. jangan terlalu sering mengonsumsi makanan kaya zat purin seperti jeroan, kacang-kacangan, dan makanan laut.</li>
<li>Vitamin C. Masyarakat mengandalkan vitamin C sebagai penambah daya tahan tubuh, jika dikonsumsi terlalu banyak dapat mencetuskan terjadinya bebatuan. Batas pemakaian vitamin C kurang dari 2 gram sehari.</li>
<li>Vitamin B6. Orang yang mengonsumsi vitamin B6 dalam jumlah cukup (diperlukan 40 mg per hari) dapat terhindar resiko batu saluran kemih.</li>
<li>Kurangi pemakaian sodium. Dianjurkan  kurang dari 2.300 mg per hari.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Sumber:detikhealth.com&amp;scalamedia.net</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/waspada-nyeri-pada-ulu-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gejala dan Tanda Penyakit Sirosis</title>
		<link>http://doktersehat.com/gejala-dan-tanda-penyakit-sirosis/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/gejala-dan-tanda-penyakit-sirosis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2012 04:03:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala penyakit sirosis]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan laboratorium penyakit sirosis]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan penyakit sirosis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=3494</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com &#8211; Penyakit hati menahun yang difus ditandai dengan adanya kematian sel hati, pembentukan jaringan ikat yang disertai pembentukan benjolan. Hal ini dapat menyebabkan gangguan aliran darah ke hati dan mengganggu fungsi hati. Sirosis sendiri merupakan kelanjutan dari kerusakan hati yang antara lain disebabkan oleh infeksi virus hepatitis kronik (B atau C) dan juga bisa [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://doktersehat.com">DokterSehat.com</a> &#8211; Penyakit hati menahun yang difus ditandai dengan adanya kematian sel hati, pembentukan jaringan ikat yang disertai pembentukan benjolan. Hal ini dapat menyebabkan gangguan aliran darah ke hati dan mengganggu fungsi hati. Sirosis sendiri merupakan kelanjutan dari kerusakan hati yang antara lain disebabkan oleh infeksi virus hepatitis kronik (B atau C) dan juga bisa akibat minum alkohol. Selain itu, dapat pula akibat infeksi lain, obat, racun, autoimun, dan penyakit saluran empedu. Sebagian pasien (sekitar 10 persen) yang terinfeksi virus hepatitis B tidak dapat sembuh total dan penyakitnya menjadi kronik yang kemudian berlanjut menjadi sirosis. Kemungkinan untuk menjadi kronik pada orang yang terinfeksi virus hepatitis C jauh lebih besar.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Gejala dan Tanda</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
Pada stadium awal biasanya sirosis tidak menimbulkan gejala apapun. Namun semakin banyak jaringan hati yang luka dan menimbulkan parut maka akan timbul gejala-gejala berikut;</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Penurunan nafsu makan</li>
<li>Penurunan berat badan</li>
<li>Mual</li>
<li>Timbul pembuluh darah vena seperti jaring laba-laba di bawah kulit</li>
<li>Letih, lemah</li>
<li>Kulit dan mata berwarna kuning, serta warna air seni seperti kola</li>
<li>Perdarahan pada lambung dan usus</li>
<li>Cairan di dalam rongga abdomen (asites)</li>
<li>Gatal pada tangan dan kaki yang dapat berlanjut ke seluruh tubuh</li>
<li>Bengkak pada tungkai dan kaki (edema)</li>
<li>Gangguan mental</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tata Laksana</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kerusakan hati yang telah terjadi tidak dapat dikembalikan ke sediakala, namun pengobatan dapat menghentikan atau memperlambat kerusakan dan menurunkan timbulnya komplikasi. Secara umum penatalaksanaan yang dapat dilakukan adalah istirahat yang cukup, makan makanan sehat dan menghindari minum alcohol. Olah raga ringan juga dapat membantu menghentikan dan memperlambat terjadinya sirosis. Obat-obatan lain deberikan bergantung pada komplikasi yang ditimbulkan oleh penyakit ini. Sebagai contoh bila anda mengalami kelebihan cairan pada rongga abdomen maupun tungkai dapat diberikan diuretik. Apabila terjadi perdarahan pada lambung dapat diberikan agen koagulan untuk menghentikan perdarahan. Apabila komplikasi tidak dapat teratasi dan sudah terjadi kegagalan fungsi hati maka terapi pembedahan berupa transplantasi organ dapat dilakukan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<strong>Pemeriksaan Laboratorium</strong><br />
Karena sirosis tidak menimbulkan gejala, biasanya dokter menemukan penyakit ini pada saat pemeriksaan kesehatan rutin. Apabila ada kecurigaan yang mengarah ke penyakit ini maka dapat pemeriksaan laboratorium darah yang dapat memperlihatkan fungsi hati. Untuk melihat gambaran hati dapat dilakukan ultrasonografi (USG), CT-scan, MRI. Biopsi (pengambilan jaringan) hati dilakukan untuk menegakkan diagnosis. Pemeriksaan ini merupakan tes yang sangat baik untuk diagnosis sirosis. Hasilnya dapat menentukan keparahan dan tipe kerusakan jaringan hati.</p>
<p style="text-align: justify;"> Namun, pengobatan tergantung dari kondisi ketika orang itu ditemukan telah sirosis. Jika tahap yang sangat maju, kemudian memperlakukannya menjadi keluar dari pertanyaan. Jika sirosis diidentifikasi dalam tahap-tahap awal, maka dokter bisa mengambil beberapa langkah cepat untuk menyembuhkan condition.Also, alasan kondisi harus didirikan oleh para dokter untuk pengobatan yang efektif terhadap kondisi. Sebagai contoh, jika sirosis ini disebabkan karena alkoholisme, maka orang harus menjauhkan diri dari alkohol sama sekali, dan kondisi dapat dikendalikan. Jika alasan untuk sirosis adalah gangguan autoimun seperti hepatitis, maka dapat diobati dengan menggunakan obat-obatan dan diet sehat. Dalam kasus terburuk dan tergantung pada ketersediaan donor hati, transplantasi dianjurkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, tidak peduli bagaimana penyakit ini telah menyebabkan, dokter memberikan obat-obatan dan juga resep garam-kurang, diet bebas lemak untuk pasien. Hal ini sangat penting dalam merawat pasien. Sirosis juga menyebabkan beberapa gejala umum lainnya seperti sakit perut dan gatal-gatal pada tubuh. Gejala-gejala ini dikendalikan melalui diet dan obat-obatan. Setelah pasien diletakkan pada obat-obatan kondisi ini dapat dikendalikan tanpa memberikan kesempatan untuk kemajuan. Namun, membalikkan kerusakan yang telah disebabkan menggunakan obat ini tidak mungkin. Hati adalah organ yang dapat menyembuhkan dirinya sendiri selama periode waktu.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>Sumber : setengahbaya.info</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/gejala-dan-tanda-penyakit-sirosis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hepatitis Alkoholik</title>
		<link>http://doktersehat.com/hepatitis-alkoholik/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/hepatitis-alkoholik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2011 02:11:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit Berbahaya]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala Hepatitis Alkoholik]]></category>
		<category><![CDATA[informasi kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi Menngenai Hepatitis Alkoholik]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan Hepatitis Alkoholik]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab Hepatitis Alkoholik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=3068</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com &#8211; Hepatitis alkoholik menggambarkan peradangan hati yang disebabkan oleh minuman alkohol. Meskipun hepatitis alkoholik yang paling mungkin terjadi pada pecandu minuman keras selama bertahun-tahun, namun mengonsumsi alkohol dan hepatitis alkoholik mempunyai hubungan yang kompleks. Tidak semua pecandu minuman keras menderita hepatitis alkoholik, dan penyakit ini juga dapat terjadi pada orang yang hanya minum sedikit. [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://doktersehat.com">DokterSehat.com</a> &#8211; Hepatitis alkoholik menggambarkan peradangan hati yang disebabkan oleh minuman alkohol. Meskipun hepatitis alkoholik yang paling mungkin terjadi pada pecandu minuman keras selama bertahun-tahun, namun mengonsumsi alkohol dan hepatitis alkoholik mempunyai hubungan yang kompleks. Tidak semua pecandu minuman keras menderita hepatitis alkoholik, dan penyakit ini juga dapat terjadi pada orang yang hanya minum sedikit. Jika telah didiagnosis menderita hepatitis alkoholik, hal ini berarti harus berhenti total minum alkohol. Orang yang terus minum alkohol dapat terus memperparah kerusakan hati yang lebih serius yaitu sirosis dan gagal hati.</p>
<p><strong>Penyebab :</strong></p>
<p>Hepatitis alkoholik terjadi ketika hati rusak oleh alkohol yang telah dikonsumsi. Mekanisme bagaimana alkohol dapat menimbulkan kerusakan hati pada pecandu alkohol belum diketahui secara jelas. Proses pemecahan etanol yang merupakan alkohol yang terkandung dalam bir, anggur dan minuman keras dapat menghasilkan bahan kimia sangat beracun, seperti asetaldehida. Bahan kimia ini memicu peradangan yang menghancurkan sel-sel hati. Kemudian jaringan hati yang sehat digantikan oleh jaringan parut yang ditimbulkan akibat luka peradangan. Hal tersebut akan mengganggu kemampuan hati untuk berfungsi dengan baik. Pembentukan jaringan parut merupakan kerusakan irreversible yang disebut sirosis, merupakan tahap akhir dari hepatitis alkoholik.</p>
<p><strong>Gejala :</strong></p>
<p>Bentuk ringan dari hepatitis alkoholik mungkin tidak menyebabkan masalah yang nyata, tetapi perkembangan penyakit ini akan menyebabkan hati lebih rusak, tanda dan gejala yang mungkin terjadi, antara lain:</p>
<ul>
<li>Kehilangan nafsu makan</li>
<li>Mual dan muntah</li>
<li>Nyeri perut dan nyeri teka</li>
<li>Kulit dan putih mata menguning (jaundice)</li>
<li>Demam</li>
<li>Perut bengkak akibat penumpukan cairan (asites)</li>
<li>Kelelahan</li>
</ul>
<p>Berkonsultasilah dengan dokter jika memiliki tanda atau gejala hepatitis alkoholik. Jika pernah merasa seolah-olah tidak bisa mengontrol minum, maka berkonsultasilah dengan dokter.</p>
<p><strong>Pengobatan :</strong></p>
<ul>
<li>Hentikan minum alkohol &#8211; Jika telah didiagnosa menderita hepatitis alkoholik, maka harus berhenti minum alkohol. Ini satu-satunya cara untuk menghentikan kerusakan hati atau untuk mencegah berkembangnya penyakit menjadi lebih parah. Jika terus minum alkohol, maka kemungkinan akan mengalami komplikasi yang serius. Jika sudah ketergantungan dengan alkohol dan ingin berhenti, dokter dapat merekomendasikan terapi yang disesuaikan pada kondisi ketergantungan. Terapi tersebut mungkin termasuk obat-obatan, konseling, dll.</li>
<li>Terapi untuk malnutrisi &#8211; Dokter mungkin menyarankan diet khusus untuk memperbaiki kondisi kekurangan gizi yang dapat terjadi pada orang dengan hepatitis alkoholik. Dokter dapat merujuk pada ahli gizi yang dapat membantu menilai pola makan saat ini dan menyarankan perubahan untuk meningkatkan vitamin dan nutrisi.</li>
<li>Obat untuk mengurangi peradangan hati &#8211; Penderita hepatitis alkoholik berat dapat mempertimbangkan pengobatan jangka pendek dengan obat-obatan untuk mengurangi peradangan hati. Dalam situasi tertentu, dokter dapat merekomendasikan kortikosteroid atau pentoxifylline.</li>
<li>Transplantasi hati &#8211; Bila fungsi hati sangat terganggu, transplantasi hati mungkin satu-satunya pilihan bagi sebagian orang. Meskipun transplantasi hati sering berhasil, jumlah orang yang membutuhkan transplantasi jauh melebihi jumlah organ yang tersedia. Beberapa pusat kesehatan mungkin enggan untuk melakukan transplantasi hati pada penderita hepatitis alkoholik karena kemungkinan sebagian besar akan kembali mengonsumsi minuman keras setelah operasi.</li>
</ul>
<p>Sumber : detikhealth.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/hepatitis-alkoholik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gagal Hati Akut</title>
		<link>http://doktersehat.com/gagal-hati-akut/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/gagal-hati-akut/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 03:27:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit Berbahaya]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala Gagal Hati Akut]]></category>
		<category><![CDATA[informasi kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi mengenai Gagal Hati Akut]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan Gagal Hati Akut]]></category>
		<category><![CDATA[Penyebab Gagal Hati Akut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=3012</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com &#8211; Gagal hati akut terjadi ketika hati dengan cepat kehilangan kemampuan untuk berfungsi. Biasanya gagal hati berkembang secara perlahan-lahan selama bertahun-tahun. Tetapi pada kasus gagal hati akut, dapat berkembang dalam hitungan hari. Gagal hati akut dapat menyebabkan banyak komplikasi, termasuk perdarahan yang berlebihan dan peningkatan tekanan di otak. Istilah lain untuk gagal hati akut [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://doktersehat.com">DokterSehat.com</a> &#8211; Gagal hati akut terjadi ketika hati dengan cepat kehilangan kemampuan untuk berfungsi. Biasanya gagal hati berkembang secara perlahan-lahan selama bertahun-tahun. Tetapi pada kasus gagal hati akut, dapat berkembang dalam hitungan hari.</p>
<p>Gagal hati akut dapat menyebabkan banyak komplikasi, termasuk perdarahan yang berlebihan dan peningkatan tekanan di otak. Istilah lain untuk gagal hati akut adalah fulminant hepatic failure.</p>
<p>Gagal hati akut adalah keadaan darurat medis yang membutuhkan rawat inap. Beberapa penyebab gagal hati akut dapat diatasi dengan pengobatan. Namun dalam situasi lain, transplantasi hati mungkin satu-satunya obat untuk gagal hati akut.</p>
<p><strong>Penyebab :</strong></p>
<p>Gagal hati akut terjadi ketika sel-sel hati yang rusak secara signifikan dan tidak mampu lagi untuk berfungsi. Gagal hati akut dapat disebabkan oleh, antara lain:</p>
<ul>
<li>Overdosis acetaminophen &#8211; Mengonsumsi terlalu banyak acetaminophen (Tylenol, dan lain-lain) adalah penyebab paling umum dari gagal hati akut di Amerika Serikat. Gagal hati akut dapat terjadi jika mengonsumsi acetaminophen dengan dosis yang sangat besar sekaligus. Atau dapat terjadi jika mengonsumsi acetaminophen dengan dosis yang lebih tinggi dari yang direkomendasikan setiap hari selama beberapa hari berturut-turut, terutama pada orang dengan penyakit hati kronis.</li>
<li>Resep obat &#8211; Beberapa resep obat, termasuk antibiotik, obat anti-inflamasi, dan antikonvulsan dapat menyebabkan gagal hati akut.</li>
<li>Suplemen herbal &#8211; Obat dan suplemen herbal, termasuk kava, ephedra, skullcap, dan pennyroyal, telah dikaitkan dengan kejadian gagal hati akut.</li>
<li>Hepatitis dan virus lainnya &#8211; Hepatitis A, hepatitis B, dan hepatitis E dapat menyebabkan gagal hati akut. Virus lain yang dapat menyebabkan gagal hati akut termasuk virus Epstein-Barr, cytomegalovirus, dan virus herpes simpleks.</li>
<li>Racun &#8211; Racun yang dapat menyebabkan gagal hati akut termasuk jamur liar beracun Amanita phalloides, yang kadang-kadang keliru dengan spesies jamur yang dapat dimakan.</li>
<li>Penyakit autoimun &#8211; Gagal hati dapat disebabkan oleh hepatitis autoimun, yang merupakan sebuah penyakit di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel hati, menyebabkan peradangan dan cedera.</li>
<li>Penyakit pembuluh darah di hati &#8211; Penyakit pembuluh darah, seperti sindrom Budd-Chiari, dapat menyebabkan penyumbatan yang terbentuk dalam pembuluh darah hati dan menyebabkan gagal hati akut.</li>
<li>Penyakit metabolik &#8211; Penyakit metabolik langka, seperti penyakit Wilson dan lemak hati akut oleh karena kehamilan, jarang menyebabkan gagal hati akut.</li>
<li>Kanker &#8211; Kanker yang dimulai di hati atau kanker yang menyebar ke hati dari organ lain di tubuh dapat menyebabkan gagal hati.</li>
</ul>
<p>Selain penyebab yang telah disebutkan diatas, banyak kasus gagal hati akut tidak memiliki penyebab yang jelas.</p>
<p><strong>Gejala :</strong></p>
<p>Tanda dan gejala dari gagal hati akut dapat meliputi:</p>
<ul>
<li>Bola mata menguning (jaundice)</li>
<li>Nyeri di daerah perut kanan atas</li>
<li>Mual</li>
<li>Muntah</li>
<li>Kesulitan berkonsentrasi</li>
<li>Disorientasi atau kebingungan</li>
<li>Rasa mengantuk</li>
</ul>
<p><strong>Pengobatan :</strong></p>
<p>Orang dengan gagal hati akut biasanya dirawat di unit perawatan intensif di rumah sakit. Dalam banyak kasus, pengobatan melibatkan mengendalikan komplikasi dan memberikan waktu untuk menyembuhkan gagal hati.</p>
<p>Pengobatan gagal hati akut dapat meliputi:</p>
<ul>
<li>Obat untuk menyembuhkan keracunan &#8211; Gagal hati akut yang disebabkan oleh overdosis asetaminofen atau keracunan jamur diobati dengan obat yang dapat menyembuhkan efek dari racun.</li>
<li>Transplantasi hati &#8211; Kegagalan hati akut tidak dapat dipulihkan secara tuntas dalam banyak kasus. Dalam situasi ini, pengobatan mungkin hanya dapat dilakukan dengan transplantasi hati. Selama transplantasi hati, ahli bedah akan mengambil hati yang rusak dan menggantinya dengan hati sehat dari donor.</li>
</ul>
<p>Sumber : detikhealth.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/gagal-hati-akut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Itu Hepatitis dan Bagaimana Penanganannya?</title>
		<link>http://doktersehat.com/apa-itu-hepatitis-dan-bagaimana-penanganannya/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/apa-itu-hepatitis-dan-bagaimana-penanganannya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jul 2011 02:16:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Berbahaya]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[cara penanganan hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[hepatitis A]]></category>
		<category><![CDATA[hepatitis B]]></category>
		<category><![CDATA[hepatitis C]]></category>
		<category><![CDATA[informasi kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan hepatitis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=2185</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com &#8211; Hepatitis. Tentunya Anda pernah mendengar nama penyakit tersebut, bukan? Tapi tahukah Anda, apa sebenarnya penyakit Hepatitis tersebut? Hepatitis merupakan penyakit yang menyerang organ hati manusia. Di sini hati atau liver mengalami peradangan sehingga membuat fungsi hati, yang sebagai tempat penyaring racun-racun dalam darah, menjadi terganggu. Dengan terganggunya fungsi hati tersebut, maka terganggu pula [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>DokterSehat.com &#8211; Hepatitis. Tentunya Anda pernah mendengar nama penyakit tersebut, bukan? Tapi tahukah Anda, apa sebenarnya penyakit Hepatitis tersebut? Hepatitis merupakan penyakit yang menyerang organ hati manusia. Di sini hati atau liver mengalami peradangan sehingga membuat fungsi hati, yang sebagai tempat penyaring racun-racun dalam darah, menjadi terganggu. Dengan terganggunya fungsi hati tersebut, maka terganggu pula fungsi organ yang lain, sehingga membuat kesehatan seseorang akan hancur secara keseluruhan. Akibat lainnya adalah hati menolak darah yang mengalir sehingga tekanan darah menjadi tinggi dan pecahnya pembuluh darah.</p>
<p>Penyebab kerusakan fungsi hati atau liver ini bisa karena seseorang mengkonsumsi alkohol secara berlebihan atau karena termakan racun yang membebani kerja liver dan mengakibatkan fungsi hati menjadi rusak. Tetapi, pada kebanyakan kasus, hepatitis disebabkan oleh virus yang ditularkan penderita hepatitis.</p>
<p>Ada 5 macam virus <strong>hepatitis</strong> yang dinamai sesuai abjad. Kelima virus itu adalah virus <strong>hepatitis A</strong> (VHA), virus <strong>hepatitis B</strong> (VHB), virus <strong>hepatitis C</strong> (VHC), virus <strong>hepatitis D</strong> (VHD) dan virus <strong>hepatitis E</strong> (VHE). Virus-virus ini terus berkembang dan bahkan diperkirakan sedikitnya masih ada 3 virus lagi yang dapat menyebabkan hepatitis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Gejala Hepatitis</strong></p>
<p>Gejala-gejala umum dari hepatitis ini adalah rasa nyeri atau sakit pada perut bagian kanan, badan lemas, mual, demam dan diare. Pada beberapa kasus juga ditemukan gejala seperti akan flu dan sakit kuning yang ditandai kulit dan mata yang terlihat kuning. Namun, gejala penyakit hepatitis tidak selalu tampak, khususnya pada kebanyakan kasus yang menimpa anak-anak.</p>
<p>Virus dapat berpindah dari seorang penderita ke orang yang sehat. Jika kekebalan tubuh seseorang sedang lemah, virus akan menjangkiti tubuh orang yang sehat. Walau sebenarnya, virus dapat dibersihkan oleh antibodi manusia itu sendiri jika sistem kekebalan tubuhnya baik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Hepatitis A</strong></p>
<p>Virus hepatitis A biasanya terdapat pada kotoran si penderita, dan virus ini dapat hidup pada air atau es batu. Virus ini menyebar karena seseorang meminum air yang tercemar VHA atau mengkonsumsi makanan yang tidak dimasak dengan benar sehingga virus tetap hidup pada makanan atau bisa juga karena orang yang mempersiapkan makanan tidak mencuci tangan dengan benar terlebih dahulu, padahal mungkin saja pada tangannya terdapat virus hepatitis A. Tidak mencuci tangan sehabis menggunakan toilet juga menyebabkan virus ada pada kotoran manusia ini akhirnya berpindah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Hepatitis B</strong></p>
<p>Virus Hepatitis B (VHB) biasanya menular melalui darah atau cairan tubuh seperti air liur, cairan vagina, atau air mani yang masuk dalam aliran darah orang sehat. Ini karena hepatitis B terdapat dalam darah dan cairan tubuh tersebut. Tranfusi darah, darah pada pisau cukur, perawatan gigi, gunting kuku, jarum suntik atau jarum yang digunakan untuk membuat tato dapat memindahkan sejumlah kecil darah yang terinfeksi virus hepatitis. Bahkan noda darah yang sudah mengering dapat menulari orang lain selama 1 minggu sejak menempel pada suatu benda. Cara lain penyebaran virus ini adalah karena terbawa sejak dari kandungan oleh seorang ibu yang terinfeksi (keturunan) dan karena hubungan seks.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Hepatitis C</strong></p>
<p>Cara penularan virus ini hampir sama dengan penularan hepatitis B, tetapi pada kebanyakan orang adalah karena jarum suntik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Cara Menangani Hepatitis</strong></p>
<p>Sebaiknya lakukan perawatan sejak dini agar penderita dapat disembuhkan, karena semakin lambat ditangani, virus akan semakin merusak hati dan bahkan menjadi kanker. Terkadang karena tidak menampakkan gejala yang jelas, kebanyakan orang tidak menyadari kalau dalam tubuhnya sudah berdiam virus <strong>hepatitis</strong> dan terlanjur hati sudah menjadi rusak parah.</p>
<p>Lakukan vaksinasi agar seseorang mendapatkan antibodi dari virus hepatitis A (VHA) dan virus hepatitis B (VHB). Namun, untuk hepatitis C tidak ada vaksinasi untuk mencegahnya. Walau seseorang belum terindikasi virus ini tetapi pemberian vaksin dapat mencegah virus merusak hati karena gejala hepatitis bisa saja baru muncul puluhan tahun kemudian. Pemberian vaksin khususnya perlu diberikan pada anak-anak karena kekebalan tubuh mereka lebih lemah untuk membersihkan virus hepatitis dibandingkan orang dewasa.</p>
<p>Lakukan pencangkokkan hati jika hati sudah rusak parah. Tetapi, ini akan sulit karena donor hati yang ada lebih sedikit dibandingkan daftar tunggu dari penderita yang membutuhkan hati.</p>
<p>Penderita hepatitis seharusnya mengkonsumsi makanan yang bergizi dan istirahat yang cukup agar tubuh mampu bertahan menghadapi virus ini dan mencegah jumlah virus semakin banyak yang akan menggeroti kesehatan penderitanya.</p>
<p>Penuhi gizi kita dan istirahat yang baik agar virus tidak menulari dan menyerang <strong>hati</strong> atau <strong>liver</strong>. Dengan kekebalan tubuh yang kuat, tubuh akan mampu menangani virus <strong>hepatitis</strong> yang membahayakan ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Sumber: kumpulan.info/sehat</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/apa-itu-hepatitis-dan-bagaimana-penanganannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batu Empedu, Penyakit Tersembunyi</title>
		<link>http://doktersehat.com/batu-empedu-penyakit-tersembunyi/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/batu-empedu-penyakit-tersembunyi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jun 2011 02:05:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[informasi kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi Mengenai Batu Empedu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=2013</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com &#8211; Batu empedu adalah salah satu masalah kesehatan yang terjadi tanpa gejala. Hampir 50% penderita batu empedu tidak merasakan gejala apa-apa, 30% merasakan gejala nyeri dan 20% berkembang menjadi komplikasi. Sebagian besar penderita batu empedu, didiagnosa menderita maag dikarenakan rasa nyeri pada ulu hati, padahal secara anatomi empedu terletak pada perut sebelah kanan atas.** [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>DokterSehat.com &#8211; Batu empedu adalah salah satu masalah kesehatan yang terjadi tanpa<br />
gejala. Hampir 50% penderita batu empedu tidak merasakan gejala apa-apa,<br />
30% merasakan gejala nyeri dan 20% berkembang menjadi komplikasi.<br />
Sebagian besar penderita batu empedu, didiagnosa menderita maag<br />
dikarenakan rasa nyeri pada ulu hati, padahal secara anatomi empedu<br />
terletak pada perut sebelah kanan atas.**</p>
<p>Saat ini jumlah penderita batu empedu ini cenderung meningkat karena<br />
perubahan gaya hidup, seperti misalnya banyaknya makanan cepat saji<br />
(fast food) yang dapat menyebabkan kegemukan yang merupakan faktor<br />
terjadinya batu empedu. Kandung empedu merupakan organ berbentuk buah<br />
pir kecil yang terletak di perut sebelah kanan dan tersembunyi di bawah<br />
hati, yang menyimpan cairan empedu yang dihasilkan oleh hati. Ketika<br />
makan, kandung empedu akan menciut (kontraksi) dan mengeluarkan cairan<br />
empedu yang berwarna hijau kecoklatan ke dalam usus halus. Cairan empedu<br />
berguna dalam penyerapan lemak dan beberapa vitamin (vit. A,D, E, dan K).</p>
<p>Empedu merupakan campuran dari asam empedu, protein, garam kalsium,<br />
pigmen dan unsure lemak yang disebut kolesterol. Sebagian cairan empedu<br />
yang memasuki usus halus diteruskan dan dikeluarkan melalui feses.<br />
Kelainan utama kandung empedu adalah terbentuknya batu, yang terjadi<br />
karena perubahan secara kimiawi pada empedu. Batu ini terbentuk dari<br />
endapan kolesterol, pigmen bilirubin dan garam kalsium yang mengeras,<br />
namun paling banyak terbentuk dari kolesterol.</p>
<p>Bentuk dan warna batu empedu bermacam- macam. Dari kolesteol berwarna<br />
kuning dan mengkilat seperti minyak, batu dari pigmen bilirubin akan<br />
berwarna hitam dan keras atau berwarna coklat tua dan rapuh. Ukurannya<br />
bervariasi, dari yang kecil berupa seperti butiran pasir hingga sebesar<br />
batu kerikil tetapi biasanya berdiamteter 1-2 cm.</p>
<p><strong>Penyebab terbentuknya batu empedu</strong></p>
<p>Unsur pembentukan batu empedu adalah koleterol dan kalsium. Lebih dari<br />
90 % batu empedu adalah batu koleterol (komposisi kolesterol &gt;50 %) atau<br />
bentuk campuran ( 20-50 % unsur kolesterol) dan siasanya 10 % adalah<br />
batu pigmen (unsur kasium dominan dan koleterol&lt; 20%). Batu empedu<br />
adalah timbunan kristal di dalam kandung empedu atau di dalam saluran<br />
empedu. Batu yang ditemukan di dalam kandung empedu disebut<br />
kolelitiasis, sedangkan batu di dalam saluran empedu disebut<br />
koledokolitiasis.<br />
Jadi komponen utama dari batu empedu adalah kolesterol, sebagian kecil<br />
lainnya terbentuk dari garam kalsium. Cairan empedu mengandung sejumlah<br />
besar kolesterol yang biasanya tetap berbentuk cairan. Jika cairan<br />
empedu menjadi jenuh karena kolesterol, maka kolesterol bisa menjadi<br />
tidak larut dan membentuk endapan di luar empedu.</p>
<p><strong>Faktor Risiko</strong></p>
<ul>
<li>Batu empedu lebih banyak ditemukan pada wanita daripada kaum pria 3 : 1</li>
<li>Usia lanjut, semakin meningkat usia seseorang, semakin besar</li>
<li>risikonya untuk mengidap batu empedu.</li>
<li>Kegemukan (obesitas).</li>
<li>Diet tinggi lemak.</li>
<li>Faktor keturunan.</li>
</ul>
<p><strong>Patofisiologi</strong><br />
Sebagian besar batu empedu terbentuk di dalam kandung empedu dan<br />
sebagian besar batu di dalam saluran empedu berasal dari kandung empedu.<br />
Batu empedu bisa terbentuk di dalam saluran empedu jika empedu mengalami<br />
aliran balik karena adanya penyempitan saluran atau setelah dilakukan<br />
pengangkatan kandung empedu.</p>
<p>Batu empedu di dalam saluran empedu bisa mengakibatkan infeksi hebat<br />
saluran empedu (kolangitis), infeksi pankreas (pankreatitis) atau<br />
infeksi hati. Jika saluran empedu tersumbat, maka bakteri akan tumbuh<br />
dan dengan segera menimbulkan infeksi di dalam saluran. Bakteri bisa<br />
menyebar melalui aliran darah dan menyebabkan infeksi di bagian tubuh<br />
lainnya.</p>
<p>Sebagian besar batu empedu dalam jangka waktu yang lama tidak<br />
menimbulkan gejala, terutama bila batu menetap di kandung empedu.<br />
Kadang-kadang batu yang besar secara bertahap akan mengikis dinding<br />
kandung empedu dan masuk ke usus halus atau usus besar, dan menyebabkan<br />
penyumbatan usus (ileus batu empedu).</p>
<p>Yang lebih sering terjadi adalah batu empedu keluar dari kandung empedu<br />
dan masuk ke dalam saluran empedu. Dari saluran empedu, batu empedu bisa<br />
masuk ke usus halus atau tetap berada di dalam saluran empedu tanpa<br />
menimbulkan gangguan aliran empedu maupun gejala.</p>
<p><strong>Gejala dan Tanda</strong><br />
Banyak pasien yang tak sadar dirinya sering mengeluh sakit maag,<br />
padahal sebenarnya mengalami sakit batu empedu. “Faktanya, gejala sakit<br />
batu empedu memang mirip sekali dengan sakit maag. Tak sedikit penderita<br />
kerap bolak-balik ke dokter dan diberi obat maag, tapi tak kunjung<br />
membaik, Hal itu dapat terjadi karena keluhan dirasakan di tempat<br />
berdekatan, yakni lambung dan kantong empedu, di mana keduanya terletak<br />
di ulu hati. Jika salah satu organ ini mengalami peradangan, rasanya<br />
hampir sama. “Orang banyak mengira maag dan kembung. Tetapi setelah<br />
beberapa kali pemeriksaan ternyata ada batu di kantung atau saluran<br />
empedunya.</p>
<p>Jika batu empedu secara tiba-tiba menyumbat saluran empedu, maka<br />
penderita akan merasakan nyeri. Nyeri cenderung hilang-timbul dan<br />
dikenal sebagai nyeri kolik. Timbul secara perlahan dan mencapai<br />
puncaknya, kemudian berkurang secara bertahap. Nyeri bersifat tajam dan<br />
hilang-timbul, bisa berlangsung sampai beberapa jam. Lokasi nyeri<br />
berlainan, tetapi paling banyak dirasakan di perut atas sebelah kanan<br />
dan bisa menjalar ke bahu kanan.</p>
<p>Penderita seringkali merasakan mual dan muntah. Jika terjadi infeksi<br />
bersamaan dengan penyumbatan saluran, maka akan timbul demam, menggigil<br />
dan sakit kuning (jaundice). Biasanya penyumbatan bersifat sementara dan<br />
jarang terjadi infeksi.</p>
<p>Nyeri akibat penyumbatan saluran tidak dapat dibedakan dengan nyeri<br />
akibat penyumbatan kandung empedu. Penyumbatan menetap pada duktus<br />
sistikus menyebabkan terjadinya peradangan kandung empedu (kolesistitis<br />
akut). Batu empedu yang menyumbat duktus pankreatikus menyebabkan<br />
terjadinya peradangan pankreas (pankreatitis), nyeri, jaundice dan<br />
mungkin juga infeksi.</p>
<p>Kadang nyeri yang hilang-timbul kambuh kembali setelah kandung empedu<br />
diangkat, nyeri ini mungkin disebabkan oleh adanya batu empedu di dalam<br />
saluran empedu utama.</p>
<p>“Batu empedu berukuran kecil lebih berbahaya dibanding batu berukuran<br />
besar. Karena yang kecil berpeluang berpindah tempat atau berkelana ke<br />
tempat lain dan memicu masalah lainnya,”</p>
<p>Sakit batu empedu yang dialami penderita Asia dan Barat dipicu oleh<br />
penyebab berbeda. Riset menunjukkan, penyakit batu empedu di Asia<br />
umumnya disebabkan infeksi di saluran pencernaan, sementara di Barat<br />
dipicu empat faktor risiko, yakni jenis kelamin wanita, usia di atas 40<br />
tahun, diet tinggi lemak, dan kesuburuan.</p>
<p>Di Asia termasuk Indonesia, faktor pencetus infeksi dapat disebabkan<br />
kuman yang berasal dari makanan yang dikonsumsi. Infeksi bisa merambat<br />
ke saluran empedu sampai ke kantung empedu. “Di Indonesia, penyebab yang<br />
paling utama bukan karena lemak atau kolesterol, tetapi akibat<br />
infeksi-infeksi di usus. Infeksi ini menjalar tanpa terasa menyebabkan<br />
peradangan pada saluran dan kantung empedu sehingga berakibat cairan<br />
yang berada di kantung empedu mengendap dan menimbulkan batu,”</p>
<p>Infeksi yang terutama menyebabkan batu empedu, kata Rino, adalah tifoid<br />
atau sakit tifus. /”Tifus itu kumannya muara atau teramilan terakhir di<br />
kantong empedu dapat menyebabkan peradangan lokal di situ yang tidak<br />
dirasakan pasien tidak merasa sakit atau demam,”.<br />
/<br />
Kebiasaan pasien untuk tidak meneruskan obat antiobiotik hingga tuntas<br />
juga dapat memicu timbulnya batu empedu. Kuman akan terus berada di<br />
kantung empedu karena dalam siklus perjalanannya akan bermuara di<br />
kantung empedu. /”Oleh sebab itu, antibiotik harus dihabiskan supaya<br />
kuman di kantong empedu benar-benar habis,” /</p>
<p><strong>Komplikasi</strong><br />
Komplikasi yang mungkin segera terjadi adalah:</p>
<ul>
<li>Perdarahan</li>
<li>Peradangan pankreas (pankreatitis).</li>
<li>Perforasi atau infeksi saluran empedu.</li>
<li>Pada 2-6% penderita, saluran menciut kembali dan batu empedu muncul lagi.</li>
</ul>
<p><strong>Pencegahan</strong><br />
Karena komposisi terbesar batu empedu adalah kolesterol, sebaiknya<br />
menghindari makanan berkolesterol tinggi yang pada umumnya berasal dari<br />
lemak hewani.</p>
<p>Sebagai informasi, ada perbedaan mencolok dalam hal angka kejadian batu<br />
empedu : di Okinawa dan di Amerika serikat. Di Okinawa, angka kejadian<br />
hanya 4 %, sementara di Amerika Serikat mencapai tigakalinya (11,9%).<br />
Apa yang membedakannya ? Masyarakat Okinawa lebih banyak mengkonsumsi<br />
rumput laut, sayur2 an yang kaya akan serat dan makanan laut yang banyak<br />
mengandung Omega-3. Jenis-jenis makanan tersebut bermanfaat untuk<br />
mencegah pembentukan batu kolesterol. Sementara masyarakat Amerika<br />
Serikat genar mengkonsumsi protein Hewani yang cenderung meningkatkan<br />
kolesterol dan kegemukan. Semua ini berpotensi meningkatkan resiko<br />
terbentuknya batu kolesterol.</p>
<p><strong>Penatalaksanaan</strong><br />
Jika tidak ditemukan gejala, maka tidak perlu dilakukan pengobatan.<br />
Nyeri yang hilang-timbul bisa dihindari atau dikurangi dengan<br />
menghindari atau mengurangi makanan berlemak.</p>
<p><strong>Batu kandung empedu</strong><br />
Jika batu kandung empedu menyebabkan serangan nyeri berulang meskipun<br />
telah dilakukan perubahan pola makan, maka dianjurkan untuk menjalani<br />
pengangkatan kandung empedu (kolesistektomi). Pengangkatan kandung<br />
empedu tidak menyebabkan kekurangan zat gizi dan setelah pembedahan<br />
tidak perlu dilakukan pembatasan makanan.</p>
<p>/Kolesistektomi laparoskopik mulai diperkenalkan pada tahun 1990/* dan<br />
sekarang ini sekitar 90% kolesistektomi dilakukan secara laparoskopi.<br />
Kandung empedu diangkat melalui selang yang dimasukkan lewat sayatan<br />
kecil di dinding perut. Jenis pembedahan ini memiliki keuntungan sebagai<br />
berikut:</p>
<ul>
<li>Mengurangi rasa tidak nyaman pasca pembedahan.</li>
<li>Memperpendek masa perawatan di rumah sakit.</li>
</ul>
<p>Teknik lainnya untuk menghilangkan batu kandung empedu adalah:</p>
<ul>
<li>Pelarutan dengan metil-butil-eter.</li>
<li>Pemecahan dengan gelombang suara (litotripsi).</li>
<li>Pelarutan dengan terapi asam empedu menahun (asam kenodiol dan asam ursodeoksikolik).</li>
</ul>
<p><strong>Batu saluran empedu</strong><br />
batu saluran empedu bisa menyebabkan masalah yang serius, karena itu<br />
harus dikeluarkan baik melalui pembedahan perut maupun melalui suatu<br />
prosedur yang disebut endoscopic retrograde cholangiopancreatography<br />
(ERCP). Pada ERCP, suatu endoskop dimasukkan melalui mulut,<br />
kerongkongan, lambung dan ke dalam usus halus.</p>
<p>Zat kontras radioopak masuk ke dalam saluran empedu melalui sebuah<br />
selang di dalam sfingter oddi. Pada sfingterotomi, otot sfingter dibuka<br />
agak lebar sehingga batu empedu yang menyumbat saluran akan berpindah ke<br />
usus halus. ERCP dan sfingterotomi telah berhasil dilakukan pada 90%<br />
kasus. Kurang dari 4 dari setiap 1.000 penderita yang meninggal dan 3-7%<br />
mengalami komplikasi, sehingga prosedur ini lebih aman dibandingkan<br />
pembedahan perut. ERCP saja biasanya efektif dilakukan pada penderita<br />
batu saluran empedu yang lebih tua, yang kandung empedunya telah diangkat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber : deditsabit.wordpress.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/batu-empedu-penyakit-tersembunyi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>45</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- This Quick Cache file was built for (  doktersehat.com/kesehatan/penyakit-dalam/penyakit-hati/feed/ ) in 1.04988 seconds, on Jun 20th, 2013 at 4:51 pm WIT. -->
<!-- This Quick Cache file will automatically expire ( and be re-built automatically ) on Jun 20th, 2013 at 5:51 pm WIT -->