<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan - Dokter Sehat &#187; Syaraf dan Kejiwaan</title>
	<atom:link href="http://doktersehat.com/kesehatan/informasi-penyakit/penyakit-syaraf/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://doktersehat.com</link>
	<description>Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 May 2013 09:26:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Anak Terlambat Bicara Bisa Jadi Mengalami Disleksia</title>
		<link>http://doktersehat.com/anak-terlambat-bicara-bisa-jadi-mengalami-disleksia/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/anak-terlambat-bicara-bisa-jadi-mengalami-disleksia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Feb 2013 04:01:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Syaraf dan Kejiwaan]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[disleksia]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan]]></category>
		<category><![CDATA[sumber]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=10999</guid>
		<description><![CDATA[Doktersehat.com – Disleksia bukanlah sebuah penyakit melainkan gangguan kesulitan belajar yang disebabkan adanya gangguan neurobiologis yang berkaitan dengan proses membaca. Anak yang terlahir dengan gangguan saraf ini biasanya ditandai dengan: 1. Sulit berkonsentrasi 2. Daya ingat rendah, terutama mengingat angka, huruf, dan warna 3. Terlambat bicara 4. Kesulitan dalam pengucapan atau artikulasi ketika bicara Tidak [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://doktersehat.com">Doktersehat.com</a> – Disleksia bukanlah sebuah penyakit melainkan gangguan kesulitan belajar yang disebabkan adanya gangguan neurobiologis yang berkaitan dengan proses membaca. Anak yang terlahir dengan gangguan saraf ini biasanya ditandai dengan:</p>
<p style="text-align: justify;">1. Sulit berkonsentrasi</p>
<p style="text-align: justify;">2. Daya ingat rendah, terutama mengingat angka, huruf, dan warna</p>
<p style="text-align: justify;">3. Terlambat bicara</p>
<p style="text-align: justify;">4. Kesulitan dalam pengucapan atau artikulasi ketika bicara</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan disleksia karena kondisi ini bukanlah penyakit melainkan adanya gangguan di sistem saraf.</p>
<p style="text-align: justify;">Gangguan disleksia bersifat genetik sehingga bisa menurun dari generasi ke generasi. Untuk mengatasi anak yang mengalami disleksia diperlukan kerjasama antara orangtua, dokter, guru, psikolog, dan para ahli lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi orang yang kurang mengerti tentang disleksia selalu menganggap anak yang mengalami gangguan ini sebagai anak yang malas, bodoh, bahkan pembuat onar.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk mengetahui apakah anak Anda mengalami disleksia atau tidak, sebaiknya lakukan pemeriksaan pada anak dari berbagai aspek yakni bahasa, membaca, berbicara, serta lakukan evaluasi pendengaran. Evaluasi terhadap kondisi psikis anak pun harus dilakukan.</p>
<p style="text-align: justify;">dr. Alan Goni  menjelaskan bahwa gangguan disleksia bisa ditangani dengan melakukan permainan kata-kata dengan menggabungkan aspek suara lalu anak harus menuliskan bunyi suara tersebut, atau bisa juga dengan melakukan interaksi dengan komputer.</p>
<p style="text-align: justify;">Seseorang yang mengalami gangguan disleksia biasanya memiliki keunggulan lainnya. Seperti yang dialami oleh <em>Albert Einstein dan Tom Cruise yang memiliki gangguan disleksia namun memiliki keunggulan tersendiri di atas rata-rata.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><i> </i></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Dari berbagai sumber</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/anak-terlambat-bicara-bisa-jadi-mengalami-disleksia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dongkrak Stamina Seks Anda dengan Ini</title>
		<link>http://doktersehat.com/dongkrak-stamina-seks-anda-dengan-ini/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/dongkrak-stamina-seks-anda-dengan-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jan 2013 06:37:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alternatif]]></category>
		<category><![CDATA[Hematologi]]></category>
		<category><![CDATA[Seksualitas]]></category>
		<category><![CDATA[Syaraf dan Kejiwaan]]></category>
		<category><![CDATA[darah]]></category>
		<category><![CDATA[kacang]]></category>
		<category><![CDATA[lemak]]></category>
		<category><![CDATA[stamina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=10736</guid>
		<description><![CDATA[Doktersehat.com – Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mendongkrak stamina seksual Anda. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan pembangkit stamina yang mengandung vitamin dan nutrisi penting, yakni: Citrulline Citrulline merupakan fitonutrien yang dapat membangkitkan stamina secara alami. Citrulline mampu meningkatkan kadar asam nitrat dalam tubuh. Asam nitrat berfungsi untuk membantu mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh, melancarkan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://doktersehat.com">Doktersehat.com</a> – Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mendongkrak stamina seksual Anda. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan pembangkit stamina yang mengandung vitamin dan nutrisi penting, yakni:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Citrulline</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Citrulline merupakan fitonutrien yang dapat membangkitkan stamina secara alami. Citrulline mampu meningkatkan kadar asam nitrat dalam tubuh. Asam nitrat berfungsi untuk membantu mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh, melancarkan sirkulasi darah, dan meningkatkan stamina seksual. Kandungan citrulline dapat Anda temui dalam buah semangka.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Vitamin E</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Vitamin E yang terkandung dalam sayuran hijau dan kacang-kacangan baik untuk meningkatkan stamina Anda saat bercinta. Vitamin E merupakan antioksidan yang dapat memperlambat proses penuaan. Hal ini secara tidak langsung dapat mempengaruhi hasrat seksual Anda.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Phenylalanine</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Phenylalanine merupakan asam amino yang mampu meningkatkan <i>mood</i>, kadar endorfin, dan berfungsi layaknya afrodisiak. Phenylalanine dapat Anda jumpai dalam cokelat, alpukat, bayam, nanas, dan almond.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Asam lemak omega-3</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Selain baik untuk jantung, asam lemak omega-3 juga baik untuk mendongkrak gairah seks Anda. Lemak tak jenuh ini bisa ditemukan dalam flexseed, kacang walnut, dan ikan berlemak.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Vitamin C</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Vitamin C merupakan antioksidan yang menghancurkan radikal bebas sebelum menurunkan level asam nitrit. Kadar asam nitrit yang semakin tinggi menyebabkan makin tinggi pula konsentrasi oksigen dalam darah. Konsumsilah secara rutin makanan yang mengandung vitamin C seperti jambu biji dan kiwi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Vitamin A</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Asupan vitamin A yang kurang dapat mengakibatkan turunnya produksi hormon seks pada pria dan wanita. Tak hanya itu saja, parahnya hal ini juga dapat mengakibatkan mengecilnya testis dan atropi di ovarium.</p>
<p style="text-align: justify;">
Sumber: <i>kompas.com</i></p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/dongkrak-stamina-seks-anda-dengan-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pestisida Bisa Merusak Otak</title>
		<link>http://doktersehat.com/pestisida-bisa-merusak-otak/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/pestisida-bisa-merusak-otak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jan 2013 04:31:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Syaraf dan Kejiwaan]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan]]></category>
		<category><![CDATA[parkinson]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[saraf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=10476</guid>
		<description><![CDATA[Doktersehat.com – Bahan kimia seperti pestisida tidak hanya dapat mengganggu kesuburunan tanaman tapi juga bisa menyebabkan penyakit parkinson. Parkinson merupakan gangguan degeneratif sistem saraf pusat yang dapat mengganggu cara bicara, keterampilan motorik, dan fungsi organ lainnya. Petani dan orang-orang yang tinggal di dekat penyebaran pestisida berisiko terkena penyakit parkinson. Udara yang tercemar bahan kimia bila [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://doktersehat.com">Doktersehat.com</a> – Bahan kimia seperti pestisida tidak hanya dapat mengganggu kesuburunan tanaman tapi juga bisa menyebabkan penyakit parkinson. Parkinson merupakan gangguan degeneratif sistem saraf pusat yang dapat mengganggu cara bicara, keterampilan motorik, dan fungsi organ lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Petani dan orang-orang yang tinggal di dekat penyebaran pestisida berisiko terkena penyakit parkinson. Udara yang tercemar bahan kimia bila dihirup dalam jangka waktu lama bisa merusak sistem saraf otak.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam <i>EmaxHealth</i>, Arthur G. Fitzmaurice menegaskan faktor lingkungan sangat berperan pada perkembangan penyakit parkinson. Berkembangnya parkinson bisa diketahui dari hilangnya neuron dopaminergik dalam tubuh manusia.</p>
<p style="text-align: justify;">Para peneliti menilai kandungan kimia enzim matabolit dan hormon dopamin yang terdapat dalam pestisida bisa merusak saraf pada otak.</p>
<p style="text-align: justify;">Parkinson menyebabkan seseorang mengalami kesulitan dalam menjaga keseimbangan. Terjadinya perlambatan pada motor resposesnya menyebabkan penderita parkinson memiliki memori jangka pendek.</p>
<p style="text-align: justify;">Penderita Parkinson juga mengalami gangguan bicara seperti penurunan verba kefasihan. Selain itu juga mengalami gangguan kognitif yang meliputi pemahaman emosional berbicara dan ekspresi wajah.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sumber: okezone.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/pestisida-bisa-merusak-otak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Khawatir Berlebih Picu Gangguan Kesehatan</title>
		<link>http://doktersehat.com/khawatir-berlebih-picu-gangguan-kesehatan/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/khawatir-berlebih-picu-gangguan-kesehatan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Dec 2012 03:50:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syaraf dan Kejiwaan]]></category>
		<category><![CDATA[akibat]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[PTSD]]></category>
		<category><![CDATA[salah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=10349</guid>
		<description><![CDATA[Doktersehat.com – Rasa khawatir normal dialami siapa saja. Namun, rasa khawatir yang berlebihan malah akan menimbulkan masalah pada kesehatan Anda. Sebuah penelitian menemukan bahwa para tentara yang pulang setelah perang akan berisiko terkena Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) atau gangguan stres pasca trauma akibat rasa khawatir yang berlebihan. Gangguan PTSD biasanya ditandai dengan munculnya mimpi-mimpi [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://doktersehat.com">Doktersehat.com</a> – Rasa khawatir normal dialami siapa saja. Namun, rasa khawatir yang berlebihan malah akan menimbulkan masalah pada kesehatan Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebuah penelitian menemukan bahwa para tentara yang pulang setelah perang akan berisiko terkena Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) atau gangguan stres pasca trauma akibat rasa khawatir yang berlebihan.</p>
<p style="text-align: justify;">Gangguan PTSD biasanya ditandai dengan munculnya mimpi-mimpi tentang masa lalu yang kurang menyenangkan, malu, gelisah, gampang marah, tidak peka, menarik diri, dan merasa bersalah. Para peneliti  mengungkapkan rasa  khawatir yang berlebihan sebagai salah satu pemicunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Orang yang berkepribadian neurotik identik dengan rasa khawatir yang berlebihan. Hal ini ditandai dengan tingginya tingkat kegelisahan dibandingkan dengan orang pada umumnya. Selain itu, biasanya orang dengan kepribadian neurotik menunjukkan reaksi yang berlebihan terhadap lingkungannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Hasil penelitian menunjukkan selama 10 tahun 50% dari 1000 orang di Michigan mengalami berbagai tipe trauma dan 5% menderita gangguan PTSD.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepribadian seseorang diketahui memiliki hubungan dengan peningkatan risiko PTSD. Seseorang yang terlalu mengkhawatirkan segala sesuatu lebih berisiko mengalami gangguan PTSD.</p>
<p>Sumber: <i>detik.com</i></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/khawatir-berlebih-picu-gangguan-kesehatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Neuralgia Trigeminal Menyebabkan Sering Nyeri di Wajah</title>
		<link>http://doktersehat.com/neuralgia-trigeminal-menyebabkan-sering-nyeri-di-wajah/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/neuralgia-trigeminal-menyebabkan-sering-nyeri-di-wajah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Nov 2012 02:38:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syaraf dan Kejiwaan]]></category>
		<category><![CDATA[gigi]]></category>
		<category><![CDATA[nyeri]]></category>
		<category><![CDATA[saraf]]></category>
		<category><![CDATA[wajah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=9885</guid>
		<description><![CDATA[Doktersehat.com – Neuralgia trigeminal adalah suatu kondisi nyeri kronis yang mempengaruhi saraf trigeminal, yang menimbulkan sensasi nyeri dari wajah ke otak. Jika Anda memiliki neuralgia trigeminal, stimulasi ringan seperti menyikat gigi atau memakai makeup dapat memicu sentakan sakit yang luar biasa. Penyakit ini lebih sering mempengaruhi perempuan daripada laki-laki, dan lebih mungkin terjadi pada orang [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://doktersehat.com">Doktersehat.com</a> – Neuralgia trigeminal adalah suatu kondisi nyeri kronis yang mempengaruhi saraf trigeminal, yang menimbulkan sensasi nyeri dari wajah ke otak. Jika Anda memiliki neuralgia trigeminal, stimulasi ringan seperti menyikat gigi atau memakai makeup dapat memicu sentakan sakit yang luar biasa.</p>
<p>Penyakit ini lebih sering mempengaruhi perempuan daripada laki-laki, dan lebih mungkin terjadi pada orang yang lebih tua dari 50 tahun.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Penyebab </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Neuralgia trigeminal disebabkan oleh penuaan atau karena multiple sclerosis atau gangguan serupa yang merusak selubung myelin pelindung saraf tertentu. Penyakit ini juga dapat disebabkan karena tumor yang menekan saraf trigeminal, tetapi hal ini kurang umum terjadi.</p>
<p>Beberapa orang mungkin mengalami neuralgia trigeminal karena lesi otak atau kelainan lainnya. Beberapa faktor lain yang belum diketahui juga dapat menyebabkan Neuralgia trigeminal. Hal-hal di bawah ini dapat memicu rasa nyeri pada penderita Neuralgia trigeminal:</p>
<p>1. Mencukur<br />
2. Membelai wajah<br />
3. Makanan<br />
4. Minum<br />
5. Menyikat gigi<br />
6. Pembicaraan<br />
7. Merias wajah<br />
8. Tersenyum<br />
9. Mencuci wajah</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Gejala </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Gejala neuralgia trigeminal dapat berupa:</p>
<p>1. Sesekali kedutan yang menyebabkan nyeri ringan<br />
2. Nyeri yang menusuk-nusuk seperti sengatan listrik<br />
3. Serangan nyeri yang dipicu oleh hal-hal seperti menyentuh wajah, mengunyah, berbicara dan menyikat gigi<br />
4. Nyeri selama beberapa hari, minggu, bulan atau lebih lama<br />
5. Nyeri pada pipi, rahang, gigi, gusi, bibir, atau kurang sering mata dan dahi<br />
6. Sakit di satu sisi wajah<br />
7. Nyeri terfokus di satu tempat atau menyebar dalam pola yang lebih luas</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pengobatan </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pengobatan neuralgia trigeminal biasanya dimulai dengan obat-obatan, dan banyak orang tidak memerlukan pengobatan tambahan. Namun, seiring waktu, beberapa orang dengan kondisi ini tidak dapat diatasi dengan obat-obatan.</p>
<p>Jika neuralgia trigeminal disebabkan karena penyebab lain, seperti multiple sclerosis, dokter akan mengobati kondisi yang mendasarinya, antara lain dengan:</p>
<p>1. Obat-obatan<br />
Untuk mengobati neuralgia trigeminal, dokter biasanya akan meresepkan obat untuk mengurangi atau memblokir sinyal rasa sakit yang dikirim ke otak. Obat yang sering diresepkan adalah Antikonvulsan, Carbamazepine (Tegretol, Carbatrol), Oxcarbazepine (Trileptal), Clonazepam (Klonopin) dan gabapentin (Neurontin, Gralise).</p>
<p>2. Operasi<br />
Dalam operasi neuralgia trigeminal, tujuan pembedahan adalah untuk menghentikan pembuluh darah dari mengompresi saraf trigeminal atau merusak saraf trigeminal agar tidak rusak. Merusak saraf sering menyebabkan mati rasa pada wajah sementara atau permanen, dan dengan salah satu prosedur bedah, rasa sakit dapat kembali berbulan-bulan atau bertahun-tahun kemudian.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber: <em>detik.com</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/neuralgia-trigeminal-menyebabkan-sering-nyeri-di-wajah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Waspadai Kebiasaan Gigit Kuku!</title>
		<link>http://doktersehat.com/waspadai-kebiasaan-gigit-kuku/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/waspadai-kebiasaan-gigit-kuku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Oct 2012 05:19:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Syaraf dan Kejiwaan]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[OCD]]></category>
		<category><![CDATA[salah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=9458</guid>
		<description><![CDATA[Doktersehat.com - Kesehatan jiwa dapat bermula dari berbgai hal yang terkadang tidak anda sadari.  Oleh karena itu, anda perlu memperhatikan kebiasaan anda sehari-hari seperti kebiasaan menggigit kuku yang sering anda lakukan di saat anda sedang memikirkan sesuatu. Bila Anda merasa punya kebiasaan menggigit kuku, sebaiknya mulai waspada. Bukan tak mungkin, kebiasaan ini adalah salah satu [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><a href="http://doktersehat.com">Doktersehat.com </a>- Kesehatan jiwa dapat bermula dari berbgai hal yang terkadang tidak anda sadari.  Oleh karena itu, anda perlu memperhatikan kebiasaan anda sehari-hari seperti kebiasaan menggigit kuku yang sering anda lakukan di saat anda sedang memikirkan sesuatu. Bila Anda merasa punya kebiasaan menggigit kuku, sebaiknya mulai waspada. Bukan tak mungkin, kebiasaan ini adalah salah satu pertanda ada yang salah dengan kesehatan jiwa Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagian besar masyarakat saat ini masih menganggap perilaku menggigit kuku hanyalah suatu kebiasaan buruk namun tidak terlalu membahayakan. Akan tetapi, pandangan ini semestinya diubah. Para ahli kesehatan jiwa atau psikiater di Amerika Serikat kini sudah menilai perilaku menggigit kuku sebagai hal yang mesti dicermati dan diwaspadai.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti dilaporkan Medicaldaily, lembaga kesehatan jiwa American Psychiatric Association&#8217;s Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) mulai tahun depan akan mengkategorikan kebiasaan menggigit kuku sebagai salah satu ciri-ciri gangguan obsesif kompulsif (OCD).</p>
<p style="text-align: justify;">Kebiasaan menggigit kuku menurut kajian pakar kesehatan memang bisa berbahaya bagi kesehatan manusia. Menurut Mayo Clinic, menggigit kuku tidak hanya buruk dari sisi higenitas, namun juga dapat memicu timbulnya infeksi pada kulit, meningkatkan risiko terkena influenza, serta infeksi lain akibat menyebarnya bakteri dari kuku dan jari.</p>
<p style="text-align: justify;">Gangguan obsesif kompulsif (OCD) sendiri dikenal sebagai salah satu bentuk gangguan kecemasan. OCD dapat menyebabkan seseorang terjebak dalam kebiasaan melakukan sesuatu hal berulang-ulang untuk meredam kecemasannya. Banyak penderita OCD terjebak dalam kebiasaan, pemikiran yang membuat dirinya stres, serta ketakutan yang sulit dikendalikan. Mereka terpaksa melakukan ritual tertentu untuk mengendalikan situasi agar mereka kembali nyaman.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka yang punya kebiasaan menggigit kuku secara obsesif, hal ini tidak serta merta disebabkan oleh kukunya, melainkan faktor lain seperti tekanan atau stres. Dalam beberapa tahun terakhir, menggigit kuku belum diklasifikasikan sebagai OCD. Namun, mulai tahun depan penilaian tersebut akan diubah. Mereka yang punya kebiasaan mengigit kuku, mencuci tangan terus menerus atau merasa harus merapikan sepatunya akan dikategorikan sebagai orang yang menderita OCD.</p>
<p style="text-align: justify;">Para ahli menyarankan, apabila Anda termasuk orang yang biasa mengigit kuku, segeralah berkonsultasi dengan dokter atau psikiater.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk menghentikan perilaku menggigit kuku, Anda juga dapat mencoba menghindari penyebab yang memicu kebiasaan tersebut. Misalnya, saat Anda merasa bosan, cobalah cari cara yang sehat untuk mengatasi stres dan kecemasan. Upayakan untuk memelihara kuku selalu dipotong pendek dan rapi, atau menyibukkan tangan dan mulut dengan aktivitas lain seperti bermain musik atau mengunyah permen karet.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>Sumber : kompas.health.com</em></p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/waspadai-kebiasaan-gigit-kuku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Skizofrenia</title>
		<link>http://doktersehat.com/skizofrenia/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/skizofrenia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Oct 2012 01:40:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Syaraf dan Kejiwaan]]></category>
		<category><![CDATA[otak]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[sumber]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=9331</guid>
		<description><![CDATA[Doktersehat.com &#8211; Skizofrenia adalah suatu gangguan psikosis fungsional berupa gangguan mental berulang yang ditandai dengan gejala-gejala psikotik yang khas dan oleh kemunduran fungsi sosial, fungsi kerja, dan perawatan diri. Penyakit Skizofrenia lebih dikenal oleh masyarakat sebagai penyakit gila atau sinting. Gangguan otak ini menyebabkan perubahan pikiran dan perilaku karena tidak dapat membedakan antara khayalan dan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://doktersehat.com">Doktersehat.com</a> &#8211; Skizofrenia adalah suatu gangguan psikosis fungsional berupa gangguan mental berulang yang ditandai dengan gejala-gejala psikotik yang khas dan oleh kemunduran fungsi sosial, fungsi kerja, dan perawatan diri. Penyakit Skizofrenia lebih dikenal oleh masyarakat sebagai penyakit gila atau sinting. Gangguan otak ini menyebabkan perubahan pikiran dan perilaku karena tidak dapat membedakan antara khayalan dan kenyataan.</p>
<p style="text-align: justify;">Skizofrenia Tipe I ditandai dengan menonjolnya gejala-gejala positif seperti halusinasi, delusi, dan asosiasi longgar, sedangkan pada Skizofrenia Tipe II ditemukan gejala-gejala negative seperti penarikan diri, apati, dan perawatan diri yang buruk.</p>
<p style="text-align: justify;">Skizofrenia terjadi pada pria dan wanita dengan frekuensi yang sama. Penyakit ini biasanya dimulai pada usia 15 sampai 30 tahu. Gejala-gejala awal biasanya terjadi pada masa remaja atau awal dua puluhan. Pria lebih banyak yang terkena penyakit ini daripada wanita.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Penyebab</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Penyebab skizofrenia sampai saat ini belum diketahui. Dari berbagai penelitian, penderita skizofrenia diketahui memiliki kelainan pada struktur otak– misalnya pembesaran rongga otak yang berisi cairan (ventrikel) dan penyusutan bagian otak tertentu– atau kelainan fungsi otak– misalnya penurunan aktivitas metabolik di daerah otak tertentu.</p>
<p style="text-align: justify;">Faktor keturunan sangat berkontribusi terhadap risiko seseorang terkena skizofrenia. Risiko meningkat jika ada kerabat Anda yang memilikinya. Semakin dekat kerabat Anda, semakin besar risikonya. Jika kakek Anda memiliki penyakit ini, risiko Anda sekitar tiga persen. Jika salah satu orang tua Anda memilikinya, risiko Anda sekitar 10 persen. Jika kedua orangtua Anda atau kembar identik Anda memilikinya, risiko Anda sekitar 40 sampai 50 persen.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada gen-gen rentan yang diketahui meningkatkan risiko mengembangkan skizofrenia. Sebagian dari gen itu juga meningkatkan risiko untuk penyakit mental lainnya seperti gangguan bipolar (manik-depresif). Sebaliknya, ada gen-gen lain yang memberikan perlindungan terhadap gangguan mental. Hingga saat ini kita tidak tahu mengapa mereka menambah atau mengurangi risiko tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, gen tidak menjelaskan semuanya. Ada kasus-kasus di mana hanya salah satu dari dua kembar monozigot (yang memiliki genom identik) yang terkena penyakit ini. Kondisi lingkungan tampaknya juga berperan penting bagi pengembangan skizofrenia. Ada banyak sekali faktor lingkungan yang mungkin ikut berperan, misalnya, komplikasi selama kehamilan atau persalinan, infeksi selama kehamilan, tempat tinggal (kota vs desa), penggunaan narkoba, dll.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Gejala</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk mendiagnosis skizofrenia, psikiater mencari dua atau lebih dari gejala berikut: delusi, halusinasi, bicara tidak teratur, perilaku yang sangat tidak teratur, perilaku katatonik (tidak ada gerakan sama sekali), emosi sedikit (dibandingkan dengan orang normal), kesulitan bicara, atau kurangnya perilaku bertujuan (kesulitan mendapatkan hal-hal untuk dilakukan). Diagnosis dibuat melalui wawancara dan observasi pasien. Karena masalah-masalah lain dapat menyebabkan gejala-gejala yang sama, psikiater mencari masalah yang bertahan enam bulan atau lebih sebelum mereka mendiagnosis skizofrenia. Berbagai pemeriksaan medis juga mungkin dilakukan untuk mengeliminasi penyebab lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika memiliki penyakit itu, Anda kemungkinan besar tidak menyadari bahwa Anda sakit dan membutuhkan pengobatan. Peran keluarga sangat penting untuk menyadari kehadiran penyakit ini. Seringkali, pada tahap lanjut pasien harus mendapatkan perawatan yang memerlukan penahanan untuk melindungi pasien dan lingkungannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Skizofrenia sangat menyengsarakan bagi penderita maupun keluarganya. Kehidupan sekolah dan pekerjaan dapat sangat terpengaruh olehnya. Hampir 10 persen pasien skizofrenia melakukan bunuh diri. Namun, Anda dapat belajar untuk memahami dan mengatasi gejala-gejalanya sehingga dapat membantu bila kerabat Anda ada yang memilikinya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pengobatan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pengobatan skizofrenia terdiri dari tiga jenis:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>Obat antipsikotik</strong>: Obat antipsikotik selama bertahun-tahun telah menjadi bagian paling penting dari pengobatan skizofrenia. Obat ini menghambat aksi neurotransmitter dopamin di otak. Skizofrenia dianggap sebagai akibat dari produksi dopamin yang terlalu aktif di otak. Peningkatan aktivitas dopamin ini terjadi secara periodik dan hanya di beberapa daerah otak. Di daerah lain dari otak mungkin aktivitas dopamin justru terlalu rendah. Semua obat antipsikotik memiliki efek samping yang signifikan sehingga harus diberikan secara ekstra hati-hati.</li>
<li><strong>Terapi bimbingan</strong>: Bentuk pengobatan ini ditujukan untuk peningkatan harga diri, pemahaman diri, penguasaan gejala, peningkatan inisiatif dan pengurang rasa kesepian. Terapi bimbingan juga dapat sangat penting untuk memotivasi pasien dalam melanjutkan pengobatan. Keterlibatan keluarga, terutama pada awal penyakit sangat penting untuk keberhasilan terapi ini.</li>
<li><strong>Aksi psikiatri sosial</strong>: Pelatihan keterampilan dalam aktivitas sosial, kerja nyata, keterampilan kognitif dan edukasi mengenai penyakit mental dan gejalanya. Terapi ini penting untuk membangun dan melatih kemampuan sosial dan pemahaman atas penyakit. Hal ini dapat dilakukan di tempat penampungan yang menyediakan fasilitas dan akomodasi yang sesuai.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Skizofrenia biasanya merupakan penyakit jangka panjang atau seumur hidup, tetapi kekambuhannya mungkin hanya sekali-sekali. Sebagian pasien mengembangkan kondisi yang parah dan tidak dapat disembuhkan. Sebagian lainnya sembuh. Obat tidak membuat pasien jadi sehat, tapi mempersingkat dan mengurangi keparahan kekambuhannya. Upaya dini untuk mengurangi proses penyakit sangat membantu untuk menghindari beberapa konsekuensi sosial.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Dari berbagai sumber</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/skizofrenia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bulimia Nervosa</title>
		<link>http://doktersehat.com/bulimia-nervosa/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/bulimia-nervosa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Oct 2012 05:08:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syaraf dan Kejiwaan]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[sumber]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=9097</guid>
		<description><![CDATA[Doktersehat.com &#8211; Bulimia nervosa adalah kelainan cara makan yang terlihat dari kebiasaan makan berlebihan yang terjadi secara terus menerus. Kelainan pola makan ini sering terjadi pada wanita. Kelainan tersebut biasanya merupakan suatu bentuk penyiksaan terhadap diri sendiri. Orang dengan bulimia nervosa mungkin minum minuman keras dan obat pencahar, makan makanan dalam jumlah yang banyak dan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://doktersehat.com">Doktersehat.com</a> &#8211; Bulimia nervosa adalah kelainan cara makan yang terlihat dari kebiasaan makan berlebihan yang terjadi secara terus menerus. Kelainan pola makan ini sering terjadi pada wanita. Kelainan tersebut biasanya merupakan suatu bentuk penyiksaan terhadap diri sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Orang dengan bulimia nervosa mungkin minum minuman keras dan obat pencahar, makan makanan dalam jumlah yang banyak dan kemudian mencoba menghilangkan ekstra kalori dengan cara yang tidak benar. Sebagai contoh, seseorang dengan bulimia memaksakan dirinya untuk muntah atau berolahraga secara berlebihan.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika Anda mengalami bulimia nervosa, Anda mungkin akan tidak puas dengan bentuk dan berat badan Anda dan menilai diri Anda secara berlebihan akan kekurangan Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena ini terkait dengan pAndangan terhadap diri sendiri –tidak hanya mengenai makanan- bulimia nervosa sulit diatasi. Tetapi pengobatan bulimia nervosa secara efektif dapat membantu Anda merasa lebih percaya diri, mengggunakan pola makan yang sehat dan menghilangkan komplikasi serius.</p>
<p style="text-align: justify;">GEJALA</p>
<p style="text-align: justify;">Gejala bulimia antara lain:</p>
<p style="text-align: justify;">•    Merasa Anda tidak dapat mengendalikan kebiasaan makan Anda</p>
<p style="text-align: justify;">•    Makan sampai titik Anda merasakan rasa nyeri atau tidak nyaman</p>
<p style="text-align: justify;">•    Memaksa diri Anda untuk muntah setelah makan</p>
<p style="text-align: justify;">•    Berolahraga secara berlebihan</p>
<p style="text-align: justify;">•    Penyalahgunaan laxative, diuretic atau enema</p>
<p style="text-align: justify;">•    Merasa tidak puas dengan bentuk dan berat badan</p>
<p style="text-align: justify;">•    MemAndang negatif bentuk tubuh Anda secara berlebihan</p>
<p style="text-align: justify;">•    Pergi ke kamar kecil setelah makan</p>
<p style="text-align: justify;">•    Fungsi usus yang tidak normal</p>
<p style="text-align: justify;">•    Kerusakan gigi dan gusi</p>
<p style="text-align: justify;">•    Bengkak pada kelenjar ludah di pipi</p>
<p style="text-align: justify;">•    Radang tenggorokan dan mulut</p>
<p style="text-align: justify;">•    Dehidrasi</p>
<p style="text-align: justify;">•    Detak jantung yang tidak teratur</p>
<p style="text-align: justify;">•    Radang, luka atau kulit kering pada pergelangan atau tangan</p>
<p style="text-align: justify;">•    Menstruasi tidak teratur atau hilang menstruasi (amenorrhea)</p>
<p style="text-align: justify;">•    Depresi</p>
<p style="text-align: justify;">•    Gelisah</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika Anda mengalami bulimia, Anda mungkin secara rutin akan muntah atau berolahraga secara berlebihan setelah makan. Terkadang mereka dengan bulimia merasa butuh untuk mengeluarkan makanan bahkan setelah hanya makan makanan ringan.</p>
<p style="text-align: justify;">PENYEBAB</p>
<p style="text-align: justify;">Penyebab pasti bulimia tidak diketahui. Sama seperti gangguan mental lain, ada banyak faktor yang mungkin memainkan peran terjadinya gangguan makan, seperti gen, kebiasaan tertentu, gangguan psikologis serta pengaruh keluarga dan lingkungan:</p>
<p style="text-align: justify;">• Biologis</p>
<p style="text-align: justify;">Gen mungkin membuat beberapa orang lebih rentan mengalami gangguan makan. Mereka dengan hubungan keluarga tingkat pertama –saudara atau orang tua- yang mengalami gangguan makan dapat mungkin mengalaminya juga. Hal lain yang juga memungkinkan adalah kurangnya zat kimia di dalam otak serotonin memainkan peran di sini.</p>
<p style="text-align: justify;">• Kebiasaan tertentu, seperti diet atau berolahraga secara berlebihan dapat berkontribusi mengalami bulimia. Sebagai contoh, diet adalah faktor primer sebagai pemicunya.</p>
<p style="text-align: justify;">• Kesehatan emosional</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka dengan gangguan makan mungkin memiliki masalah emosional yang berkontribusi pada masalah ini. Mereka yang memiliki kepercayaan diri rendah, perfeksionis, impulsive, sulit mengatur kemarahan, konflik dalam keluarga dan masalah dalam hubungan menjadi rentan mengalami masalah ini.</p>
<p style="text-align: justify;">• Lingkungan</p>
<p style="text-align: justify;">Kultur budaya barat sering menghubungkan kesuksesan dengan tubuh yang kurus. Hal ini juga di dukung dengan adanya anggapan tersebut yang berkembang pada teman sebaya dan media massa. Hal ini rentan terjadi khususnya pada gadis berusia muda.</p>
<p style="text-align: justify;">PENCEGAHAN</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak ada cara pasti untuk mencegah bulimia. Sebagai tambahan, orang tua dapat memberikan contoh hidup sehat pada anak tanpa mempedulikan bentuk atau berat badan. Pastikan tidak Anda sindiran atau lelucon yang berkenaan dengan ukuran tubuh, bentuk atau berat badan anak Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika Anda menemukan anggota keluarga atau teman dengan kepercayaan diri yang rendah, diet yang parah, kebiasaan makan yang salah atau tidak puas dengan penampilan mereka maka bicarakan pada mereka mengenai masalah ini. Meskipun Anda mungkin tidak memiiki kemampuan untuk mencegah masalah ini terjadi, pendapat Anda dapat diikuti seseorang dengan hidup sehat atau bersedia menjalani pengobatan sebelum situasi memburuk.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Dari berbagai sumber</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/bulimia-nervosa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengetik Lama Picu Syaraf Terjepit dan Meradang</title>
		<link>http://doktersehat.com/mengetik-lama-picu-syaraf-terjepit-dan-meradang/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/mengetik-lama-picu-syaraf-terjepit-dan-meradang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Oct 2012 04:53:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Syaraf dan Kejiwaan]]></category>
		<category><![CDATA[komputer]]></category>
		<category><![CDATA[sumber]]></category>
		<category><![CDATA[syaraf]]></category>
		<category><![CDATA[vitamin B]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=8888</guid>
		<description><![CDATA[Doktersehat.com &#8211; Anda patut waspada jika aktivitas sehari-hari yang dilakukan adalah mengetik. Tidak hanya mengetik menggunakan komputer saja yang patut diwaspadai, ternyata mengetik tombol pada ponsel Anda pun dapat menyebabkan peradangan dan terjepitnya simpul syaraf. Konsultan Neurologis Departemen Neurologi FKUI RSCM dr. Manfaluthy Sp.S(K) menjelaskan bahwa syaraf kemungkinan dapat terjepit jika melakukan gerakan berulang-ulang dalam [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://doktersehat.com">Doktersehat.com</a> &#8211; Anda patut waspada jika aktivitas sehari-hari yang dilakukan adalah mengetik. Tidak hanya mengetik menggunakan komputer saja yang patut diwaspadai, ternyata mengetik tombol pada ponsel Anda pun dapat menyebabkan peradangan dan terjepitnya simpul syaraf.</p>
<p style="text-align: justify;">Konsultan Neurologis Departemen Neurologi FKUI RSCM dr. Manfaluthy Sp.S(K) menjelaskan bahwa syaraf kemungkinan dapat terjepit jika melakukan gerakan berulang-ulang dalam waktu yang lama. Penggunaan jari, pergelangan tangan, siku, dan lengan yang terlalu lama saat mengetik dapat memicu syaraf terjepit dan luka. Jari dan lengan bisa tegang dan kurang rileks.</p>
<p style="text-align: justify;">Manfaluthy menambahkan, penggunaan smartphone juga perlu diwaspadai. Jari-jari yang dipakai mengetik bisa kaku dan syaraf bisa terjepit. Akibatnya, jari dan tangan bisa kebas, panas hingga kesemutan. &#8220;Kalau tidak mau syarafnya bermasalah, seringlah mengonsumsi vitamin B. Soalnya, vitamin B adalah makanan syaraf yang sangat dibutuhkan untuk melindungi dan meregenerasi syaraf. Syaraf sangat sensitif terhadap kekurangan vitamin B,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam kesempatan yang sama, dr. Yudy Goysal, Koordinator Kelompok Studi Neurofisiologi dan Syaraf Tepi Perdossi Makassar mengatakan, ujung jari yang dipakai mengetik memiliki selubung. Jika dipakai menekan tombol dalam jangka lama dan berulang, akan terjadi lubang syaraf sehingga terjadi peradangan syaraf. Sedikitnya terdapat tiga simpul syaraf besar yang berada di ujung jari. Simpul syaraf inilah yang banyak terpakai jika gerakan mengetik dengan ujung jari dilakukan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ujung jari bisa terganggu, lama-lama jadi kebas. Peradangan yang terjadi bisa mengganggu reaksi yang diterima otak,&#8221; kata Yudy.</p>
<p style="text-align: justify;">Semua orang berisiko terkena neuropati, terutama orang-orang yang bekerja dengan komputer, mesin ketik maupun smartphone. Neuropati merupakan kerusakan syaraf yang berupa peradangan. Gejala yang timbul adalah rasa kebas, keram, kaku-kaku, kesemutan, dan kulit hipersensitif.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Dari berbagai sumber</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/mengetik-lama-picu-syaraf-terjepit-dan-meradang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bahaya Mengintai si Pelupa</title>
		<link>http://doktersehat.com/bahaya-mengintai-si-pelupa/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/bahaya-mengintai-si-pelupa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Sep 2012 08:54:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Syaraf dan Kejiwaan]]></category>
		<category><![CDATA[otak]]></category>
		<category><![CDATA[pria]]></category>
		<category><![CDATA[wajah]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=8726</guid>
		<description><![CDATA[Doktersehat.com &#8211; Waspadalah jika Anda sering tidak mengenali wajah teman, keluarga, bahkan wajah Anda sendiri! Jika hal itu sering terjadi, bisa saja Anda mengalami Prosopagnosia. Prosopagnosia adalah kelainan dalam mempersepsi wajah yang membuat orang yang mengalaminya akan sulit mengenali wajah termasuk wajahnya sendiri. Keadaan ini biasanya diakibatkan oleh kerusakan otak akut. Menurut seorang pengajar psikologi, [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;"><a href="http://doktersehat.com">Doktersehat.com</a> &#8211; Waspadalah jika Anda sering tidak mengenali wajah teman, keluarga, bahkan wajah Anda sendiri! Jika hal itu sering terjadi, bisa saja Anda mengalami Prosopagnosia. Prosopagnosia adalah kelainan dalam mempersepsi wajah yang membuat orang yang mengalaminya akan sulit mengenali wajah termasuk wajahnya sendiri. Keadaan ini biasanya diakibatkan oleh kerusakan otak akut. Menurut seorang pengajar psikologi, Dr Sarah Bate dari Bournemouth University, prosopagnosia ini disebabkan oleh melemahnya suatu bagian otak yang disebut gyrus fusiform. Kadang keadaan ini lebih sering disebabkan oleh kerusakan saraf dan sangat jarang dialami sejak lahir.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">Salah satu penderita kelainan ini adalah Sandra O&#8221;Connor. Sandra tinggal bersama putrinya Beki yang berusia 24 tahun dan bertemu dengannya setiap hari sepanjang hidupnya. Tetapi jika Sandra diminta mendeskripsikan seperti apa wajah anaknya maka Sandra harus menutup matanya dan berkonsentrasi sungguh-sungguh untuk bisa mengingatnya. Bukan hanya itu, Sandra juga kesulitan mengenali wajah suaminya, tidak bisa menemukan wajah putranya saat menjemputnya di bandara, tidak bisa mengenali fotonya sendiri, dan terkejut setiap kali melihat wajahnya sendiri di cermin.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">&#8220;Saya bisa melihat bentuk saya dengan jelas tetapi saya tidak bisa mengenali wajah sekalipun yang sering saya lihat sekalipun – seperti wajah saya sendiri. Saya melihatnya sebagai wanita berusia setengah baya yang sedang menatap ke arah saya,&#8221; demikian Sandra menjelaskan penderitaannya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">Sandra hanyalah satu dari satu juta orang di Inggris yang diduga menderita kebutaan wajah dalam derajat yang berbeda-beda, atau yang bernama prosopagnosia. Dalam kasus yang ekstreme penderita sama sekali tidak bisa mengenali wajah. &#8220;Kami memperkirakan setidaknya dua persen dari populasi mengalami buta wajah dalam beberapa derajat – dan ini sama-sama mempengaruhi pria maupun wanita. Namun hal ini bukanlah sesuatu yang umum dan dukungan serta pengertian tentang penyakit ini sangat kurang baik ditempat kerja maupun sekolah,&#8221; tambah Dr.Bate.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">Para penderita prosopagnosia bia</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">sanya berakhir menjadi orang yang dikucilkan dan kesepian, karena orang-orang disekelilingnya menganggapnya sebagai pelupa atau bahkan seorang acuh tak acuh terhadap orang lain. Padahal sebenarnya mereka sendiri menderita dan tidak mengerti mengapa mereka begitu sulit untuk mengenali wajah seseorang.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">Jika ada seseorang disekitar Anda yang menderita kelainan tersebut hendaknya tetaplah perlakukan mereka seperti teman sekalipun ia seringkali tidak bisa mengenali Anda. Sebaliknya, jika Anda penderita prosopagnosia, akan lebih baik Anda tidak terlalu memperlihatkan bahwa Anda tidak mengenali orang yang Anda temui, tapi cobalah cari cara unik untuk mengenali seseorang selain dari wajahnya. Mungkin dari ciri-ciri khusus atau suaranya. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">Memang belum banyak terapi yang dikembangkan untuk kelainan ini, walaupun beberapa orang mencoba mengatasinya dengan strategi pengenalan terhadap beberapa ciri wajah satu per satu.Dalam strategi tersebut disertakan juga pengenalan terhadap ciri sekunder seperti pakaian, warna rambut, bentuk badan, dan suara. Walaupun demikian, penderita masih kerap </span><span style="color: #000000;">mengalami kesulitan untuk bersosialisasi dengan orang lain</span><span style="color: #000000;">. Karena wajah berfungsi sebagai ciri yang penting untuk melakukan identifikasi dalam <em>ingatan.</em><br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;"><em> Dari berbagai sumber</em><br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/bahaya-mengintai-si-pelupa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- This Quick Cache file was built for (  doktersehat.com/kesehatan/informasi-penyakit/penyakit-syaraf/feed/ ) in 0.76152 seconds, on May 26th, 2013 at 4:39 am WIT. -->
<!-- This Quick Cache file will automatically expire ( and be re-built automatically ) on May 26th, 2013 at 5:39 am WIT -->