<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan - Dokter Sehat &#187; Kanker</title>
	<atom:link href="http://doktersehat.com/kesehatan/informasi-penyakit/kanker/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://doktersehat.com</link>
	<description>Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 May 2013 09:26:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Kanker Amandel</title>
		<link>http://doktersehat.com/kanker-amandel/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/kanker-amandel/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 May 2013 04:08:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Telinga Hidung Tenggorokan]]></category>
		<category><![CDATA[gejala]]></category>
		<category><![CDATA[leher]]></category>
		<category><![CDATA[nyeri]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=17383</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com – Kanker tonsil merupakan keganasan yang menyerang amandel atau tonsil. Penyakit ini lebih sering dialami oleh pria yang memiliki kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol. Penyebab Amandel pada dasarnya berfungsi sebagai penyaring bakteri dan virus yang masuk melalui hidung dan mulut kemudian menyelimuti organisme berbahaya tersebut dengan sel-sel darah putih. Infeksi ringan yang terjadi pada [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://doktersehat.com">DokterSehat.com</a> – Kanker tonsil merupakan keganasan yang menyerang amandel atau tonsil. Penyakit ini lebih sering dialami oleh pria yang memiliki kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol.</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Penyebab</b></p>
<p style="text-align: justify;">Amandel pada dasarnya berfungsi sebagai penyaring bakteri dan virus yang masuk melalui hidung dan mulut kemudian menyelimuti organisme berbahaya tersebut dengan sel-sel darah putih. Infeksi ringan yang terjadi pada amandel bisa menyebabkan sisitem daya tahan tubuh membentuk antibodi terhadap infeksi. Sayangnya, terkadang amandel sudah tidak sanggup lagi menahan infeksi bakteri atau virus sehingga memicu munculnya tonsilitis. Bakteri penyebab tonsilitis akut lainnya meliputi Stafilokokus Sp., Pneumokokus, dan Hemofilus influenzae. Hemofilus influenzae menyebabkan tonsilitis akut supuratif.</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Gejala</b></p>
<p style="text-align: justify;">Kanker tonsil biasanya ditandai dengan gejala awal munculnya nyeri di bagian tenggorokan. Rasa nyeri akan menjalar ke telinga pada sisi yang sama dengan amandel yang terkena.</p>
<p style="text-align: justify;">Kadang benjolan di leher yang disebabkan penyebaran kanker hingga ke kelenjar getah bening bisa muncul sebelum timbul gejala yang lainnya. Berikut ini gejala yang menunjukkan adanya kanker tonsil:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Nyeri saat menelan</li>
<li>Tenggorokan terasa kering dan terasa mengganjal di leher</li>
<li>Demam, lemas, menggigil, sakit kepala, dan nyeri otot</li>
<li>Suara serak, batuk, pilek, bau mulut, nyeri perut, mual, dan pembesaran kelenjar limfe di sekitar leher</li>
<li>Penderita biasanya juga akan mendengkur saat tidur</li>
<li>Tonsil membesar, berwarna merah, dan terkadang muncul bercak putih.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><b>Diagnosa</b></p>
<p style="text-align: justify;">Diagnosa akan ditegakkan dengan melakukan biopsi terhadap jaringan amandel. Penyakit ini juga dipengaruhi oleh rokok dan alkohol jadi kemungkinan bisa berkaitan dengan kanker yang lainnya. Karena itu dilakukan pula pemeriksaan laringoskopi, bronkoskopi, dan esofagoskopi.</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Pengobatan</b></p>
<p style="text-align: justify;">Pengobatan kanker tonsil bisa dengan terapi penyinaran dan pembedahan. Pembedahan dilakukan untuk mengangkat kelenjar getah bening leher, tumor, dan sebagian rahang.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/kanker-amandel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kanker Leher Metastatik</title>
		<link>http://doktersehat.com/kanker-leher-metastatik/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/kanker-leher-metastatik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 May 2013 08:44:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[leher]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[sumber]]></category>
		<category><![CDATA[tubuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=17342</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com – Kanker leher metastatik merupakan kanker leher yang terjadi akibat sel kanker yang menyebar ke bagian tubuh lainnya. Kanker ini biasanya ditandai dengan adanya benjolan di leher. Penyebab Kanker bisa menyebar ke bagian tubuh lain seperti kelenjar getah bening leher. Kanker bisa berasal dari laring (kotak suara), faring (tenggorokan), tonsil (amandel), dasar lidah, payudara, [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://doktersehat.com">DokterSehat.com</a> – Kanker leher metastatik merupakan kanker leher yang terjadi akibat sel kanker yang menyebar ke bagian tubuh lainnya. Kanker ini biasanya ditandai dengan adanya benjolan di leher.</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Penyebab</b></p>
<p style="text-align: justify;">Kanker bisa menyebar ke bagian tubuh lain seperti kelenjar getah bening leher. Kanker bisa berasal dari laring (kotak suara), faring (tenggorokan), tonsil (amandel), dasar lidah, payudara, paru-paru, lambung, ginjal, usus besar, dan prostat.</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Gejala</b></p>
<p style="text-align: justify;">Penderita penyakit ini akan merasakan adanya benjolan di leher yang menyebar ke getah bening dan bagian tubuh lainnya. Selain itu, penyakit ini juga ditandai dengan perubahan suara, pendarahan, pertumbuhan dalam mulut, serta kesulitan menelan.</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Diagnosa</b></p>
<p style="text-align: justify;">Diagnosis akan dipastikan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan berikut ini:</p>
<p style="text-align: justify;">1. CT scan kepala, leher, dan dada</p>
<p style="text-align: justify;">2. Bronkoskopi (pemeriksaan bronkus)</p>
<p style="text-align: justify;">3. Laringoskopi (pemeriksaan laring)</p>
<p style="text-align: justify;">4. Esofagoskopi (pemeriksaan kerongkongan)</p>
<p style="text-align: justify;">5. Biopsi (pengangkatan contoh jaringan untuk diperiksa secara mikroskopis).</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Pengobatan</b></p>
<p style="text-align: justify;">Bila sel-sel kanker ditemukan di dalam kelenjar getah bening leher yang membesar dan sumber kankernya tidak dapat ditemukan, maka dilakukan terapi penyinaran terhadap faring, tonsil, dasar lidah dan kedua sisi leher. Selain itu, dilakukan pula pengangkatan getah bening dan jaringan lain yang terkena.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/kanker-leher-metastatik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kaitan Kanker Dubur dan HIV</title>
		<link>http://doktersehat.com/kaitan-kanker-dubur-dan-hiv/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/kaitan-kanker-dubur-dan-hiv/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 May 2013 07:58:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Infeksi]]></category>
		<category><![CDATA[HIV]]></category>
		<category><![CDATA[hpv]]></category>
		<category><![CDATA[pria]]></category>
		<category><![CDATA[terapi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=17172</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com – Sebuah penelitian menemukan adanya peningkatan kanker dubur pada penderita HIV pria di AS. Pertumbuhan sel yang tidak normal atau displasia dubur dan kanker dubur biasanya disebabkan oleh human pappilomavirus (HPV) yang bisa mengakibatkan kanker (onkogenik). Kanker dubur tidak diklasifikasikan sebagai kondisi terdefinisi AIDS seperti halnya kanker serviks yang invasif, meski keduanya memiliki penyebab [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://doktersehat.com">DokterSehat.com</a> – Sebuah penelitian menemukan adanya peningkatan kanker dubur pada penderita HIV pria di AS. Pertumbuhan sel yang tidak normal atau displasia dubur dan kanker dubur biasanya disebabkan oleh human pappilomavirus (HPV) yang bisa mengakibatkan kanker (onkogenik). Kanker dubur tidak diklasifikasikan sebagai kondisi terdefinisi AIDS seperti halnya kanker serviks yang invasif, meski keduanya memiliki penyebab yang sama.</p>
<p style="text-align: justify;">Penelitian ini mendapatkan data dari kanker dubur pada penderita HIV dan bukan penderita HIV. Hasilnya, para peneliti mendapat kesimpulan bahwa selama tahun 1980-2005 peningkatan kasus terjadinya kanker dubur di AS sangat dipengaruhi oleh epidemi HIV di antara pria tapi independen dari infeksi HIV di antara perempuan.</p>
<p style="text-align: justify;">Di beberapa tahun terakhir sebagian besar kasus kanker dubur dialami pria AS dengan HIV. Penelitian ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kanker dubur pada pria yang mengidap HIV. Selain itu, penelitian ini diharapkan bisa menekan tingkat kanker dubur secara signifikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Jumlah CD4 yang rendah terkait dengan peningkatan risiko kanker dubur, meskipun kanker dubur juga terjadi di antara orang dengan HIV yang memiliki jumlah CD4 yang lebih tinggi. Penekanan kekebalan tubuh yang terkait dengan HIV dapat secara langsung mengakibatkan perkembangan kanker dubur. Meskipun terapi antiretroviral bisa mengembalikan sebagian fungsi kekebalan tubuh, terapi HIV tidak menyebabkan pengurangan lesi prakanker, dan insidensi kanker dubur telah meningkat dalam era terapi antiretroviral.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut para ahli tidak semua kanker dubur pada ODHA disebebkan infeksi HIV. Pria yang melakukan seks anal dengan sesama pria (LSL) pun berisiko mengalami kanker dubur meski tidak terinfeksi HIV. Namun, pria homoseksual yang terinfeksi HIV memiliki prevalensi yang lebih tinggi dari displasia dubur dan risiko 10 kali lipat dari karsinoma sel skuamosa dubur dibandingkan dengan LSL HIV negatif.</p>
<p style="text-align: justify;">Pencegahan kanker dubur bisa dilakukan dengan dua cara yakni vaksinasi HPV dan tes pap smear dubur. Vaksinasi luas pada HPV 16 dan 18 akan menekan beban HPV yang bisa menyebabkan kanker, termasuk kanker dubur. Sayangnya, daya serap vaksin masih rendah dan rata-rata pria yang terkena kanker usianya lebih dari 60 tahun maka manfaat dari vaksinasi HPV pada tingkat kanker dubur tidak akan diamati selama beberapa dekade.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan keberhasilan tes Pap smear untuk skrining kanker serviks, penggunaan tes Pap smear yang berguna untuk mendeteksi kanker dubur bisa menekan terjadinya kanker dubur.</p>
<p style="text-align: justify;">Bila dubur Anda mengalami perubahan segeralah periksakan diri ke dokter karena baik pengidap HIV ataupun bukan berisiko mengalami kanker dubur.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/kaitan-kanker-dubur-dan-hiv/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Osteosarkoma, Jenis Kanker Tulang</title>
		<link>http://doktersehat.com/osteosarkoma-jenis-kanker-tulang/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/osteosarkoma-jenis-kanker-tulang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 May 2013 04:29:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Tulang]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[tubuh]]></category>
		<category><![CDATA[tulang]]></category>
		<category><![CDATA[tumor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=17163</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com – Osteosarkoma adalah jenis kanker tulang yang paling umum diderita orang. Jenis kanker ini banyak menyerang remaja dan orang dewasa pada usia produktif. Terutama pada remaja yang sering mengonsumsi obat-obatan peninggi badan. Pada anak-anak dan remaja osteosarkoma terjadi pada bagian tulang lutut. Pada anak dan remaja gejala dan pemulihan osteosarkoma akan nampak sama. Saat [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://doktersehat.com">DokterSehat.com</a> – Osteosarkoma adalah jenis kanker tulang yang paling umum diderita orang. Jenis kanker ini banyak menyerang remaja dan orang dewasa pada usia produktif. Terutama pada remaja yang sering mengonsumsi obat-obatan peninggi badan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada anak-anak dan remaja osteosarkoma terjadi pada bagian tulang lutut. Pada anak dan remaja gejala dan pemulihan osteosarkoma akan nampak sama.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat seseorang mengalami gejala osteosarkoma maka akan dilakukan tes untuk mengetuhi penyebaran sel kanker ke bagian tubuh lainnya. Proses ini disebut dengan pementasan. Pasien akan dikelompokkan menjadi 2 bagian, yakni pasien yang sel kankernya belum menyebar ke bagian tubuh lain dan pasien yang sel kankernya sudah menyebar ke bagian tubuh lain.</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Klasifikasi osteosarkoma</b></p>
<p style="text-align: justify;">Penyakit osteosarkoma memiliki klasifikasi lokal osteosarkoma, metastatik osteosarkoma, dan osteosarkoma berulang.  Pada lokal osteosarkoma, sel kanker belum menyebar ke tulang atau bagian tubuh lainnya. Sementara pada metastik osteosarkoma sel kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya dan seringkali sudah sampai ke paru-paru.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada osteosarkoma berulang, penyakit kanker yang sudah diobati bisa kambuh lagi. Kondisi ini terjadi pada bagian tulang sama saat osteosarkoma muncul pertama kali atau osteosarkoma juga bisa tumbuh di bagian yang lain. Osteosarkoma jenis ini jarang terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Gejala </b></p>
<p style="text-align: justify;">Seseorang yang didiagnosis menderita osteosarkoma akan merasakan sakit dan muncul pembengkakan pada lengan dan kaki. Kondisi ini merupakan gejala umum yang ditunjukkan penderita osteosarkoma.</p>
<p style="text-align: justify;">Penderita biasanya juga mengalami pembengkakan atau benjolan di lengan atas dekat bahu dan di bawah lutut. Benjolan ini dapat menimbulkan sakit. Jika sakit makin parah maka bisa sampai membangun penderita saat tidur di malam hari. Beberapa kasus menunjukkan bahwa osteosarkoma dapat membuat tulang makin lemah sehingga penderita akan merasa kesakitan saat istirahan di malam hari.</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Penyebab</b></p>
<p style="text-align: justify;">Belum diketahui pasti apa penyebab terjadinya osteosarkoma. Namun, beberapa ahli menduga adanya faktor radiasi dan virus onkogenik bisa menyebabkan osteosarkoma.</p>
<p style="text-align: justify;">Biasanya anak  yang tinggi badannya di atas rata-rata paling sering menderita kanker tulang ini. Tapi, sebenarnya ada banyak faktor yang bisa mengakibatkan seseorang terkena osteosarkoma. Obat-obatan untuk meninggikan badan dan faktor genetik juga bisa menjadi pemicu munculnya osteosarkoma.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada anak-anak yang mederita osteosarkoma kemungkinan dipengaruhi oleh riwayat genetik dari keluarga seperti ibu atau ayah. Meski begitu belum ada penelitian yang bisa membuktikannya.</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Pengobatan</b></p>
<p style="text-align: justify;">Umumnya pengobatan dilakukan dengan proses pembedahan untuk mengangkat tumor secara keseluruhan. Pembedahan atau operasi dibagi menjadi dua jenis, yaitu:</p>
<ol style="text-align: justify;" start="1">
<li>Limb salvage, yaitu teknik penyambungan tulang yang terkena tumor dengan tulang yang diambil dari pasien yang telah meninggal dunia. Teknik ini juga bisa dilakukan dengan mengangkat seluruh tulang dan membunuh sel-sel kanker dengan radiasi, lalu tulang tersebut dikembalikan ke tempatnya semula.</li>
<li>Limb ablation, yaitu mengamputasi tulang yang telah terkena tumor dan tidak bisa lagi diselamatkan.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Sebelum dilakukan pembedahan, biasanya pasien diharuskan untuk menjalani kemoterapi yang akan membuat tumor semakin mengecil dan untuk membunuh sel-sel yang sudah mulai menyebar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/osteosarkoma-jenis-kanker-tulang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Faktor Pemicu Kanker Payudara Pada Wanita</title>
		<link>http://doktersehat.com/faktor-pemicu-kanker-payudara-pada-wanita/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/faktor-pemicu-kanker-payudara-pada-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 May 2013 02:54:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[kanker payudara]]></category>
		<category><![CDATA[KB]]></category>
		<category><![CDATA[payudara]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=17103</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com – Pola hidup tidak sehat serta makanan cepat saji merupakan kombinasi yang dapat  pemicu munculnya penyakit, seperti kanker payudara pada wanita. Kedua hal tersebut bisa menyebabkan virus maupun bakteri masuk dan berkembang dalam payudara. Risiko terkena kanker akan meningkat berkali-kali bila seorang wanita memiliki gen kanker dalam tubuhnya. Kanker payudara terjadi saat sel normal [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://doktersehat.com">DokterSehat.com</a> – Pola hidup tidak sehat serta makanan cepat saji merupakan kombinasi yang dapat  pemicu munculnya penyakit, seperti kanker payudara pada wanita.</p>
<p style="text-align: justify;">Kedua hal tersebut bisa menyebabkan virus maupun bakteri masuk dan berkembang dalam payudara. Risiko terkena kanker akan meningkat berkali-kali bila seorang wanita memiliki gen kanker dalam tubuhnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kanker payudara terjadi saat sel normal dalam jaringan payudara mengalami perubahan genetik hingga mengakibatkan sel-sel kanker berkembang tanpa kendali dan membentuk tumor.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut American Cancer Society, satu dari delapan wanita akan terkena kanker payudara. Oleh karena itu, perlu diketahui sejak dini penyebab munculnya kanker agar Anda bisa mencegah lebih awal. Lalu, apa saja penyebab yang bisa memicu kanker payudara. Berikut ini beberapa penyebab yang bisa meningkatkan munculnya kanker:</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Memiliki gen kanker</b></p>
<p style="text-align: justify;">Perubahan genetik tertentu bisa mempengaruhi secara signifikan munculnya kanker payudara. Pada wanita gen BRCA1 dan BRCA2 sering bermutasi hingga menjadi kanker payudara. Wanita yang memiliki gen bermutasi BRCA berisiko 80 persen terkena kanker payudara.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, gen HER2 juga berperan dalam perkembangan sel-sel kanker di payudara. Biasanya, wanita yang didiagnosa terkena kanker payudara akan ditentukan status HER2 tumor dan diputuskan hasilnya HER2-positif atau HER2-negatif. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan positif menderita kanker payudara, maka kondisi ini berguna untuk membantu menentukan pilihan terbaik dalam mengobati tumor.</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Pemakaian pil KB</b></p>
<p style="text-align: justify;">Menurut American Cancer Society dan Mayo Clinic, penggunaan pil KB bisa meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita. Sementara itu, risiko kanker payudara akan secara otomatis menurun jika pemakaian pil KB dihentikan.</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Obesitas</b></p>
<p style="text-align: justify;">The National Cancer Institute menjelaskan jika kadar lemak dalam tubuh wanita bisa meningkatkan kadar estrogen dan risiko terkena kanker payudara. Selain itu, wanita yang mengalami menopause dan berbadan gemuk juga berisiko untuk perkembangan sel-sel tumor dalam payudara.</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Mengonsumsi alkohol</b></p>
<p style="text-align: justify;">Penelitian yang dilakukan oleh The American Cancer Society menunjukkan jika wanita yang mengonsumsi lebih dari dua gelas minuman beralkohol tiap harinya maka lebih besar kemungkinannya mengalami kanker payudara.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/faktor-pemicu-kanker-payudara-pada-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenali Jenis, Penyebab, dan Gejala Kanker Paru</title>
		<link>http://doktersehat.com/kenali-jenis-penyebab-dan-gejala-kanker-paru/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/kenali-jenis-penyebab-dan-gejala-kanker-paru/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 May 2013 05:02:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Dalam]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Paru]]></category>
		<category><![CDATA[gejala]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala Kanker Paru]]></category>
		<category><![CDATA[merokok]]></category>
		<category><![CDATA[Penyebab Kanker Paru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=16956</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com – Kanker paru merupakan penyakit ganas yang menyerang jaringan paru-paru. Perlu diketahui bahwa 90 persen penderita kanker paru adalah prokok aktif atau mantan perokok. Merokok satu pak per harinya bisa meningkatkan risiko kanker paru 10 kali lipat. Sementara merokok dua pak per hari bisa meningkatkan risiko kanker 25 kali lipat. Jenis-Jenis Kanker Paru Terdapat [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://doktersehat.com">DokterSehat.com</a> – Kanker paru merupakan penyakit ganas yang menyerang jaringan paru-paru. Perlu diketahui bahwa 90 persen penderita kanker paru adalah prokok aktif atau mantan perokok. Merokok satu pak per harinya bisa meningkatkan risiko kanker paru 10 kali lipat. Sementara merokok dua pak per hari bisa meningkatkan risiko kanker 25 kali lipat.</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Jenis-Jenis Kanker Paru</b></p>
<p style="text-align: justify;">Terdapat dua jenis utama kanker paru yang memiliki sifat yang berbeda dan memerlukan penanganan yng berbeda pula.</p>
<p style="text-align: justify;">1. Non Small Cell Lung Cancer (NSCLC), yang terdiri dari:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Karsinoma squamosa, jenis ini merupakan jenis kanker paru paling umum. Kondisi ini bisa berkembang dalam sel yang menggarisi saluran udara. Kanker jenis ini kerap kali disebabkan oleh rokok.</li>
<li>Adenokarsinoma, jenis kanker ini berkembang dari sel-sel yang memproduksi lendir atau dahak pada permukaan saluran udara.</li>
<li>Karsinoma sel besar, sel kanker jenis ini bila dilihat dari mikroskop berbentuk sel-sel bulat besar yang disebut juga undifferentiated carcinoma.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">2. Small Cell Lung Cancer (SCLC)</p>
<p style="text-align: justify;">Dari 80 persen kasus kanker paru merupakan jenis NSCLC.</p>
<p style="text-align: justify;">Mesotheolima merupakan jenis kanker yang menyerang mesothelium, yakni membran tipis yang melapisi dada dan abdomen. Kanker jenis ini kadang dialami oleh orang-orang yang terpapar asbestos.</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Penyebab Kanker Paru</b></p>
<p style="text-align: justify;">Asap rokok merupakan penyebab utama munculnya kanker paru (tipe karsinoma). Diketahui bahwa asap rokok mengandung lebih dari 4000 zat kimia, sementara 50 jenis kandungan di dalamnya bersifat karsinogen dan beracun. Tercatat, 90 persen penderita kanker paru memiliki riwayat aktif merokok.</p>
<p style="text-align: justify;">Faktor risiko kanker paru, antara lain:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Pria</li>
<li>Berusia lebih dari 40 tahun</li>
<li>Menggunakan tembakau untuk merokok</li>
<li>Hidup dalam lingkungan asap tembakau, asbes, dan radon</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><b>Gejala Kanker Paru</b></p>
<p style="text-align: justify;">Tanda dan gejala kanker paru membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dapat diketahui dan seringkali dikacaukan dengan gejala sakit pada umumnya.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Sesak napas</li>
<li>Batuk yang tak mereda lebih dari 2 minggu</li>
<li>Mengi saat bernapas pada orang yang bukan penderita asma</li>
<li>Dahak berubah warna dan jumlahnya meningkat</li>
<li>Batuk berdarah</li>
<li>Perubahan suara menjadi kasar atau serak saat bernapas</li>
<li>Wajah dan leher membengkak</li>
<li>Berat badan turun drastis</li>
<li>Nyeri saat menarik napas dalam-dalam</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/kenali-jenis-penyebab-dan-gejala-kanker-paru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pria Obesitas Berisiko Terkena Kanker prostat</title>
		<link>http://doktersehat.com/pria-obesitas-berisiko-terkena-kanker-prostat/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/pria-obesitas-berisiko-terkena-kanker-prostat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 May 2013 10:09:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Pria]]></category>
		<category><![CDATA[kanker prostat]]></category>
		<category><![CDATA[obesitas]]></category>
		<category><![CDATA[pria]]></category>
		<category><![CDATA[prostat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=16890</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com – Kanker prostat merupakan kanker yang paling banyak menyerang pria. Kanker ini merupakan penyebab kematian nomor 2 pada pria setelah kanker paru-paru. Sebuah penelitian menemukan bahwa obesitas bisa menyebabkan pria rentan terserang kanker prostat. Dalam penelitian tersebut diketahui bahwa pria obesitas yang melakukan pemeriksaan jaringan atau menjalani biopsi karena terdapat kanker jinak dapat meningkatkan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://doktersehat.com">DokterSehat.com</a> – Kanker prostat merupakan kanker yang paling banyak menyerang pria. Kanker ini merupakan penyebab kematian nomor 2 pada pria setelah kanker paru-paru. Sebuah penelitian menemukan bahwa obesitas bisa menyebabkan pria rentan terserang kanker prostat.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam penelitian tersebut diketahui bahwa pria obesitas yang melakukan pemeriksaan jaringan atau menjalani biopsi karena terdapat kanker jinak dapat meningkatkan risiko terserang kanker prostat di kemudian hari. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa obesitas berkaitan dengan risiko kanker prostat.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari hasil pemantauan 494 orang pasien selama 14 tahun ini diketahui bahwa setelah menjalani biopsi ditemukan adanya kanker jinak. Obesitas saat biopsi ini ternyata berhubungan dengan peningkatan terjadinya kanker prostat pada pemeriksaan lanjutan sebesar 57%.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat biopsi awal kemungkinan tumor bisa terlewatkan, kemudian tumbuh dan baru terdeteksi saat dilakukan biopsi tindak lanjut. Obesitas perlu mendapat perhatian karena merupakan faktor penting dalam tindak lanjut setelah menjalani biopsi kanker prostat jinak.</p>
<p style="text-align: justify;">Penelitian ini mengkaji adanya hubungan yang kuat antara obesitas dan kanker prostat ketimbang penelitian sebelumnya. Risiko kanker prostat meningkat karena akibat populasi yang diteliti merupakan kelompok yang berisiko tinggi menjalani pengetesan kanker.</p>
<p style="text-align: justify;">Obesitas kerap dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai kanker, seperti kanker usus besar, esofagus, ginjal, rektum, kanker payudara, dan kanker empedu.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, sudah lama diketahui bahwa obesitas atau kegemukan menjadi pemicu berbagai penyakit berbahaya seperti stroke, diabetes, hipertensi,, dan serangan jantung.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/pria-obesitas-berisiko-terkena-kanker-prostat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Awas, Pandangan Kabur Bisa Jadi Terkena Melanoma Okular!</title>
		<link>http://doktersehat.com/awas-pandangan-kabur-bisa-jadi-terkena-melanoma-okular/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/awas-pandangan-kabur-bisa-jadi-terkena-melanoma-okular/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 May 2013 04:40:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[kulit]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[melanoma]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=16767</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com – Melanoma okular atau melanoma mata merupakan kanker yang berkembang dari sel-sel yang disebut melanosit. Melanosit berfungsi menghasilkan pigmen melanin yang berwarna gelap, yang berfungsi untuk warna kulit kita. Sel-sel ini berada di berbagai wilayah di tubuh kita, seperti kulit, rambut, dan lapisan organ internal, termasuk mata. Kebanyakan melanoma mulai tumbuh di kulit, tapi [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://doktersehat.com">DokterSehat.com</a> – Melanoma okular atau melanoma mata merupakan kanker yang berkembang dari sel-sel yang disebut melanosit. Melanosit berfungsi menghasilkan pigmen melanin yang berwarna gelap, yang berfungsi untuk warna kulit kita. Sel-sel ini berada di berbagai wilayah di tubuh kita, seperti kulit, rambut, dan lapisan organ internal, termasuk mata.</p>
<p style="text-align: justify;">Kebanyakan melanoma mulai tumbuh di kulit, tapi melanoma bisa juga berasal di bagian tubuh lainnya seperti mata.</p>
<p style="text-align: justify;">Melanoma dapat berkembang di salah satu dari beberapa daerah di dalam mata. Melanoma uveal adalah jenis yang paling umum dari melanoma okular. Melanoma jenis ini muncul di sepanjang saluran uveal dari mata, yang meliputi koroid, ciliary body dan iris.</p>
<p>Koroid merupakan bagian dari lapisan bola mata. Pigmen berwarna gelap berfungsi untuk mencegah cahaya memantul di sekitar dalam mata. Ciliary memanjang dari koroid dan berfokus pada mata dengan mengubah bentuk lensa mata. Iris merupakan bagian depan mata yang berwarna, yang berfungsi mengontrol jumlah cahaya yang memasuki mata. Semua struktur ini diwarnai dengan melanin.</p>
<p>Melanoma juga dapat terjadi pada lapisan tipis di atas bagian putih mata (konjungtiva) atau pada kelopak mata, tapi ini sangat jarang terjadi. Kondisi ini dikenal sebagai melanoma konjungtiva.</p>
<p>Melanoma okular adalah jenis kanker paling umum yang mempengaruhi mata, jenis kanker ini masih cukup langka. Antara 400-450 kasus baru kanker mata (termasuk melanoma okular) didiagnosis di Inggris setiap tahun. Insiden melanoma okular meningkat seiring bertambahnya usia. Dari kebanyakan kasus, orang yang didiagnosis terkena penyakit ini biasanya berusia sekitar 50 tahunan.</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Penyebab Melanoma Okular </b></p>
<p style="text-align: justify;">Melanoma Okular  merupakan tipe yang jarang dari tumor dan belum diketahui faktor penyebab yang pasti. Diketahui bahwa paparan sinar ultraviolet (UV), baik dari matahari atau sunbeds, dapat meningkatkan risiko melanoma kulit. Orang-orang yang kulitnya dapat terbakar dengan mudah paling berisiko terkena penyakit ini. Orang yang memiliki rambut pirang atau merah dan mata biru berisiko terkena penyakit ini. Meski begitu, belum diketahui pasti hubungan antara paparan sinar UV dan pengembangan melanoma mata.</p>
<p>Melanoma okular mungkin lebih sering terjadi pada orang yang memiliki tahi lalat yang tidak lazim (disebut juga sindrom Nevus displastik). Orang dengan kondisi ini biasanya memiliki lebih dari 100 tahi lalat di tubuh mereka, beberapa di antaranya tidak normal dalam ukuran dan bentuk, dan memiliki risiko lebih besar terkena melanoma kulit.</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Gejala</b></p>
<p>Melanoma okular biasanya ditandai dengan penglihatan kabur dan saat melihat lampu berkedip dan membentuk bayangan. Namun, penyakit ini seringkali tidak menimbulkan gejala apapun. Melanoma okular bisa didiagnosis oleh seorang ahli optik pada saat dilakukan tes penglihatan.</p>
<p>Gejala melanoma okular mirip dengan gangguan mata lainnya, tetapi Anda harus memberitahu dokter atau ahli optik jika Anda menyadari adanya kelainan pada mata. Seorang spesialis mata (ophthalmologist) dapat mendiagnosis tumor ini dengan cara yang sederhana dan tanpa rasa sakit. Terkadang sampel kecil jaringan harus diambil dan diperiksa (biopsi), untuk memastikan diagnosis tersebut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/awas-pandangan-kabur-bisa-jadi-terkena-melanoma-okular/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketahui Penyebab dan Gejala Kanker Rahim</title>
		<link>http://doktersehat.com/ketahui-penyebab-dan-gejala-kanker-rahim/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/ketahui-penyebab-dan-gejala-kanker-rahim/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Apr 2013 08:48:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Faktor Hormonal]]></category>
		<category><![CDATA[Faktor Risiko]]></category>
		<category><![CDATA[fisik]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala Kanker Rahim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=16669</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com – Rahim merupakan organ berbentuk seperti buah pir yang menjadi tempat bayi selama berada dalam kandungan. Rahim terletak di daerah panggul bawah (daerah antara pinggul) dan didukung oleh otot-otot dasar panggul. Bagian bawah rahim disebut serviks. Serviks terletak di bagian atas vagina dan kadang-kadang disebut leher rahim. Kanker yang dimulai di leher rahim memiliki [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://doktersehat.com">DokterSehat.com</a> – Rahim merupakan organ berbentuk seperti buah pir yang menjadi tempat bayi selama berada dalam kandungan. Rahim terletak di daerah panggul bawah (daerah antara pinggul) dan didukung oleh otot-otot dasar panggul. Bagian bawah rahim disebut serviks.</p>
<p style="text-align: justify;">Serviks terletak di bagian atas vagina dan kadang-kadang disebut leher rahim. Kanker yang dimulai di leher rahim memiliki sifat yang berbeda dan membutuhkan perlakuan yang berbeda dari kanker rahim.</p>
<p style="text-align: justify;">Sistem getah bening merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh &#8211; pertahanan alami tubuh terhadap infeksi dan penyakit. Sistem getah bening memiliki dua peran utama, yakni membantu melindungi tubuh dari infeksi dan mengalirkan cairan dari jaringan. Sisitem ini terdiri dari beberapa organ seperti sumsum tulang, timus, limpa, dan kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening di panggul kemungkinan besar akan terpengaruh oleh kanker rahim.</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Faktor Risiko</b></p>
<p style="text-align: justify;">Faktor risiko terkena kanker rahim terutama berhubungan dengan banyaknya jumlah hormon estrogen dinding rahim yang terkena. Seseorang yang memiliki faktor risiko bukan berarti akan terkena kanker, sebaliknya tidak memiliki faktor risiko bukan berarti bahwa Anda tidak akan terkena kanker. Berikut ini beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan kanker rahim:</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Usia</b><br />
Seperti kebanyakan kanker, risiko kanker rahim akan meningkat seiring bertambahnya usia.</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Faktor Hormonal</b><br />
Ketidakseimbangan hormon estrogen dengan hormon lain, yang disebut progesteron, dapat mempengaruhi risiko kanker rahim.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum menopause, ovarium memproduksi estrogen dan progesteron, yang membantu untuk mengendalikan siklus bulanan atau haid. Pada masa ini telur akan dilepaskan dari ovarium dan membuat dinding rahim tumbuh lebih tebal untuk mempersiapkan kehamilan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bila tidak terjadi pembuahan maka lapisan akan datang pergi setiap bulannya. Setelah menopause, ovarium tidak lagi memproduksi hormon, namun wanita masih menghasilkan beberapa estrogen dalam lemak tubuh mereka. Saat estrogen terlalu banyak tanpa adanya progesteron untuk menyeimbangkan itu, maka risiko kanker rahim pun meningkat.</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Berat badan dan</b><b> aktivitas fisik</b></p>
<p style="text-align: justify;">Kelebihan berat badan merupakan salah satu faktor risiko yang dapat memicu kanker rahim. Setelah menopause, lemak tubuh adalah sumber utama estrogen. Wanita yang kelebihan berat badan mungkin memiliki tingkat estrogen yang tinggi. Satu dari tiga kanker rahim dapat disebabkan oleh kelebihan berat badan. Beberapa bukti juga menunjukkan bahwa fisik yang kurang aktif dapat meningkatkan risiko kanker rahim.</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Faktor genetik</b><br />
Beberapa kasus kanker rahim disebabkan oleh perubahan gen tertentu, yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker rahim. Jika ada beberapa kerabat dekat dari keluarga yang memiliki riwayat penyakit kanker usus, payudara atau rahim, maka ada kemungkinan ada genetik diwariskan kepada generasi berikutnya. Kerabat dekat dalam hal ini mencakup orangtua, anak, saudara dan saudari.</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Tamoxifen</b></p>
<p style="text-align: justify;">Tamoxifen merupakan obat hormonal yang digunakan untuk mengobati kanker payudara. Obat ini bisa sedikit meningkatkan risiko kanker rahim, bila dikonsumsi dalam waktu jangka panjang.</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Gangguan kesehatan lainnya</b></p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa kondisi medis lainnya juga dapat meningkatkan risiko kanker rahim, seperti berikut ini:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Penebalan dinding rahim<br />
Hiperplasia endometrium adalah suatu kondisi dimana dinding rahim menjadi lebih tebal.</li>
<li>Diabetes<br />
Diabetes, yang berkaitan dengan kelebihan berat badan, meningkatkan risiko seorang wanita terkena kanker rahim. Ada juga mungkin hubungan antara kanker rahim terpisah dan insulin, hormon yang mengatur gula darah.</li>
<li>Sindrom ovarium polikistik (PCOS)<br />
Wanita dengan PCOS, memiliki kista yang tumbuh di ovarium. Kondisi ini mungkin memiliki masalah kesuburan, jarang atau tidak pernah mengalami haid, atau mungkin kelebihan berat badan atau diabetes. Ini semua terkait dengan risiko kanker rahim.</li>
<li>Kanker ovarium<br />
Beberapa jenis kanker ovarium yang disebut granulosa dan tumor sel teka dapat memproduksi estrogen, yang dapat meningkatkan risiko kanker rahim.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><b>Gejala Kanker</b><b> Rahim</b></p>
<p style="text-align: justify;">Gejala paling umum yang ditunjukkan kanker rahim adalah pendarahan vagina yang tidak biasa, misalnya:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Pendarahan setelah menopause pendarahan di antara masa haid</li>
<li>Haid lebih berat dari biasanya (jika Anda belum pernah mengalami menopause)</li>
<li>Keputihan berair atau berdarah.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Gejala yang kurang umum adalah rasa sakit atau ketidaknyamanan di daerah panggul, atau nyeri saat berhubungan seks.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika Anda mengalami perdarahan vagina yang tidak biasa, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Kondisi lain juga dapat mempengaruhi rahim, seperti fibroid yang dapat menyebabkan perdarahan vagina yang tidak biasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Pendarahan adalah salah satu tanda awal dari kanker rahim. Periksakan diri Anda sesegera mungkin supaya kanker bisa diobati dengan mudah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/ketahui-penyebab-dan-gejala-kanker-rahim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Benjolan Di kulit Kepala Tanda Awal Munculnya Kanker Tulang Tengkorak</title>
		<link>http://doktersehat.com/benjolan-di-kulit-kepala-tanda-awal-munculnya-kanker-tulang-tengkorak/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/benjolan-di-kulit-kepala-tanda-awal-munculnya-kanker-tulang-tengkorak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Apr 2013 07:40:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Tulang]]></category>
		<category><![CDATA[kulit]]></category>
		<category><![CDATA[obat]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[tulang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=16537</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com – Sebuah studi menemukan bahwa dari sejumlah orang yang menderita kanker tulang, ada sekitar 4% yang memiliki tumor di daerah tengkorak. Kanker tulang tengkorak jarang terjadi.  Tumor yang ditemukan di tengkorak dapat diklasifikasikan sebagai tumor jinak dan ganas. Orang yang menderita kanker tulang tengkorak akan merasakan sakit luar biasa. Gejala Kanker Tulang tengkorak dapat [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://doktersehat.com">DokterSehat.com</a> – Sebuah studi menemukan bahwa dari sejumlah orang yang menderita kanker tulang, ada sekitar 4% yang memiliki tumor di daerah tengkorak. Kanker tulang tengkorak jarang terjadi.  Tumor yang ditemukan di tengkorak dapat diklasifikasikan sebagai tumor jinak dan ganas. Orang yang menderita kanker tulang tengkorak akan merasakan sakit luar biasa.</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Gejala</b></p>
<p style="text-align: justify;">Kanker Tulang tengkorak dapat menunjukkan berbagai gejala, seperti:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Pembengkakan di daerah kulit kepala</li>
<li>Nyeri di bagian kulit kepala</li>
<li>Sakit saraf kranial</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Kanker tulang Tengkorak mungkin tidak dapat terdeteksi pada tahap awal. Namun, penderita biasanya merasakan benjolan pada daerah kulit kepala, dimana benjolan ini berkembang biak dari waktu ke waktu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter bila Anda memiliki riwayat keluarga penderita kanker tulang dan Anda merasa ada benjolan mendadak pada kulit kepala. Untuk memastikan ada tidaknya kanker dokter akan melakukan beberapa tes pada Anda dan mendiagnosa kondisi Anda. Makin cepat diketahui pengobatan kanker akan semakin mudah.</p>
<p style="text-align: justify;">Belum diketahui pasti apa penyebab munculnya kanker ini. Namun, ada beberapa hal yang bisa memicu munculnya kanker tengkorak, seperti pernah menjalani kemoterapi sebelumnya atau memiliki riwayat penyakit paget.</p>
<p style="text-align: justify;"><b>Pengobatan</b></p>
<p style="text-align: justify;">Jenis kanker ini bisa diobati, namun, seperti penderita kanker tengkorak lebih berisiko menimbulkan kematian terutama bila terdeteksi pada tahap yang sudah terlambat.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk mengobati kanker ini penderita bisa diberi aspirin, obat untuk nyeri, radiosurgery, dan reseksi bedah.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemberian obat tambahan harus sesuai persetujuan dokter. Jenis obat-obatan yang bisa diberikan tergantung pada kondisi seseorang. Meskipun demikian, sebagian besar obat yang dianjurkan digunakan untuk mencegah kesakitan dan untuk menghindari komplikasi lebih lanjut dari kanker.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/benjolan-di-kulit-kepala-tanda-awal-munculnya-kanker-tulang-tengkorak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- This Quick Cache file was built for (  doktersehat.com/kesehatan/informasi-penyakit/kanker/feed/ ) in 0.83874 seconds, on May 26th, 2013 at 12:53 pm WIT. -->
<!-- This Quick Cache file will automatically expire ( and be re-built automatically ) on May 26th, 2013 at 1:53 pm WIT -->