Kesehatan Seksual Untuk Pria

DokterSehat.Com – Ketika ereksi mulai terjadi, organ seksual laki-laki terisi dengan darah seiring pembuluh membesar untuk memungkinkan peningkatan aliran darah. Disfungsi ereksi, atau dikenal sebagai impotensi, dapat terjadi saat proses ereksi terganggu. Ketika ereksi mulai berlangsung, rangkaian peristiwa terjadi, dimulai dengan impuls saraf di otak, dan berakhir di daerah sekitar penis itu sendiri. Saat impuls saraf yang dikirim oleh otak mulai menunjukkan aktivitas seksual, otot-otot, jaringan sekitarnya, pembuluh darah dan arteri merespon dan ereksi mulai terbentuk. Namun, jika ada sinyal yang terganggu, dapat menyebabkan adanya masalah mencapai ereksi normal dan disfungsi ereksi terjadi.

6813353138_88b47009a0_k

Kadang-kadang impotensi dapat disebabkan oleh komplikasi dari penyakit, seperti diabetes, penyakit ginjal, multiple sclerosis, penyakit pembuluh darah, alkoholisme kronis, atau penyakit neurologis. Kemungkinan penyebab lain dari disfungsi ereksi meliputi operasi, seperti operasi radikal prostat atau kandung kemih untuk pengobatan kanker. Jika ada jaringan, kelenjar, atau pembuluh darah yang mengelilingi penis terluka selama operasi, masalah impotensi dapat terjadi. Jika cedera penis, sumsum tulang belakang, prostat, kandung kemih dan panggul terjadi, hal ini dapat menyebabkan impotensi karena merusak ujung saraf, otot, arteri dan jaringan berserat di dalam dan sekitar daerah penis.

Penyebab lain disfungsi ereksi laki-laki adalah masalah yang terkait dengan pengguna obat resep. Obat tekanan darah, antidepresan, antihistamin, obat penenang dan obat resep lainnya dapat mengakibatkan impotensi pada pria dari segala usia. Namun dalam kasus lain, penyebab mungkin disebabkan dari berbagai faktor psikologis termasuk namun tidak terbatas pada: stres, kecemasan, rasa bersalah, depresi, rendah diri, dan takut tidak mampu melakukan hubungan seksual.

Disfungsi ereksi pria juga bisa disebabkan oleh masalah yang terkait dengan kelenjar prostat, termasuk pembesaran prostat, infeksi kelenjar itu sendiri, atau kanker prostat. Setiap tahun, lebih dari dua juta laki-laki didiagnosis dengan kondisi yang disebut prostatitis, yang juga disebut “radang prostat.” Kadang-kadang pria yang didiagnosis menderita prostatitis memiliki tanda-tanda infeksi bakteri yang ditemukan dalam kelenjar prostat. Praktisi medis menyebut kondisi ini prostatitis bakteri. Pada sekitar 90 sampai 95 persen pria penderita prostatitis tidak ada tanda-tanda infeksi yang jelas. Kondisi ini disebut sindrom nyeri panggul kronis, dan mengacu pada prostatitis non bakteri. Pria yang menderita masalah prostat sering kali mengalami kesulitan mendapatkan dan mempertahankan ereksi yang normal.

Baca Juga:  Bagaimana Cinta Dapat Mengubah Reaksi Tubuh?

Jika laki-laki mulai merasa meskipun menjadi terangsang, tetapi mengalami ketidakmampuan untuk ereksi, atau jika ia mampu mencapai ereksi, tetapi tidak dapat berhasil melakukan hubungan seksual, itu menunjukkan salah satu gejala disfungsi ereksi atau impotensi yang paling umum. Dalam kasus umum dimana gejala-gejala ini jarang terjadi, tidak ada alasan untuk khawatir. Jika gejala ini menjadi lebih sering, maka diperlukan saran medis.

BACA JUGA : Imunisasi HPV untuk Mencegah Kanker Leher Rahim