Kesalah Pahaman 4 Sehat 5 Sempurna

Share Artikel ini melalui: Twitter Facebook MySpace Digg Digg friendster wordpress technorati
Diterbitkan pada tanggal 20 - 11 - 2009 | 6 komentar

DokterSehat – Masyarakat salah kaprah dalam memahami slogan ”4 Sehat 5 Sempurna”. Salah satu penyebabnya adalah adanya buku pelajaran yang salah menjelaskan konsep pola makan sehat.

Hal itu disampaikan pengajar Departemen Gizi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Dr dr Endang Achadi MPH, selaku pembicara dalam Simposium Gizi Internasional 2009 dan Konferensi Gizi Klinik Asia Pasifik Ke-6 di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (12/10).

Menurut dia, kesalahpahaman masyarakat tergambar dari hasil penelitian pemahaman masyarakat tentang diet berimbang yang dilakukan di 10 kabupaten/kota di Indonesia pada 2009.

”Responden antara lain 100 siswa SD kelas IV dan V. Sebagian besar siswa menganggap diet seimbang adalah 4 sehat 5 sempurna. Mereka tahu vitamin itu penting, tetapi ada siswa yang berpendapat, buah-buahan yang murah tidak bervitamin, sementara buah mahal itu bervitamin. Yang paling mengkhawatirkan, para siswa itu menganggap susu lengkap,” kata Endang.

Ada murid tidak menganggap sumber karbohidrat selain nasi bisa dikonsumsi untuk menggantikan nasi. ”Mi, misalnya, dianggap sebagai lauk dan semua siswa jajan di sekolah,” katanya.

Para orangtua dan guru memahami diet seimbang sebagai 4 sehat 5 sempurna. ”Ada buku pelajaran IPA untuk kelas III dan kelas V mendefinisikan diet seimbang sebagai 4 sehat 5 sempurna. Tak ada penjelasan bahwa diet seimbang meliputi olahraga, atau minum banyak air. Ada buku menyatakan, anak harus minum susu karena kandungan gizi sayur berkurang saat dimasak. Timbul kesan, kandungan gizi susu tak berubah saat dimasak,” katanya.

Abstrak

Selaku penanya, ahli gizi dari Universitas Indonesia, Prof Dr Walujo Soerjodibroto Msc PhD SpGk(K) mengingatkan, slogan 4 Sehat 5 Sempurna adalah konsep gizi paling dikenal masyarakat dan memberi arahan tentang pola makan sehat. Konsep diet seimbang terlalu abstrak, teknis, juga bagi para ahli gizi.

”Kita selalu mengatakan, ibu hamil harus jalani diet seimbang, penderita penyakit tertentu jalani diet seimbang. Lalu apa pengertian diet seimbang? Jangan-jangan itu istilah yang tidak berarti apa-apa,” kata Walujo.

Dia menyatakan, dia bukan menolak pelurusan pemahaman pola makan dan hidup sehat, tetapi para ahli gizi seharusnya memberi arahan pola hidup yang lebih konkret daripada memakai istilah ”diet berimbang”.

”Saya tidak mengatakan konsep 4 Sehat 5 Sempurna itu sudah bagus. Namun, membuang konsep 4 Sehat 5 Sempurna dan menggantinya dengan konsep diet seimbang justru membingungkan. Istilah diet seimbang tidak memberikan acuan perilaku apa pun. Adapun 4 Sehat 5 Sempurna setidaknya memberikan arahan perilaku. Mungkin pengertian ’5 Sempurna’ itu yang perlu diganti, agar tidak menimbulkan persepsi, tidak minum susu itu tidak sehat,” kata Walujo.

Ahli Gizi : Dr dr Endang Achadi MPH & Prof Dr Walujo Soerjodibroto Msc PhD SpGk(K)

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0 (from 0 votes)




Artikel Sejenis

6 komentar | beri komentar

  1. avatar comment-top

    wah info yang menarik sekali :)

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 3 Thumb down 1

    comment-bottom
  2. avatar comment-top

    @Andi- iya emang bagus

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 1 Thumb down 1

    comment-bottom
  3. avatar comment-top

    Terimakasih untuk infonya, jadi lebih paham! Salam ..

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 1 Thumb down 1

    comment-bottom
  4. avatar
    Afrilla Devia Says:
    February 16th, 2010 at 7:19 pm
    comment-top

    Waah,thanks banget yach ataz informasinya.

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 1

    comment-bottom
  5. avatar comment-top

    U……U…..U…..AND..U
    GLA SMUA KCUALI SYA
    JANCOK
    IN THE BOKEP
    TEMPEK.CO.ID
    KONTOL.COM

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 2

    comment-bottom
  6. avatar comment-top

    1. Makanan sempurnah itu baik d cermah
    2. bagi anak Bayi atau Orang dewasah

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Memberi Komentar

Improve the web with Nofollow Reciprocity.