Kerut pada Wajah, Dicegah, Bukan Dikurangi

DokterSehat.Com– Dipastikan, semua perempuan mendambakan awet muda. Karenanya, banyak upaya dilakukan untuk mendapatkan kulit yang kencang, khususnya kulit wajah, karena hal itu akan menambah rasa percaya diri.

dotersehat-kulit-wajah-pori-mengecil-deodoran-untuk-wajah-berminyak

Apalagi semakin bertambah usia, maka kerutan dan keriput di wajah yang merupakan masalah kulit pun tidak bisa dihindari. Sebenarnya, garis-garis kerutan pada wajah itu sudah muncul pada usia 25 tahun. Karena pada usia tersebut, kulit mulai mengalami penurunan kadar minyak dan muncul guratan halus.

Dokter Zenobia Devi menjelaskan, selain faktor usia, proses penuaan berupa keriput di wajah juga disebabkan berbagai faktor. Pertama, faktor dari dalam, yaitu keturunan dan ras. “Cepat atau tidaknya proses penuaan pada tiap orang berbeda,” sebutnya.

Kedua, faktor dari luar, yang salah satunya adalah sinar matahari atau ultraviolet serta radikal bebas seperti CO2, N2O, freon, dan asap rokok yang dapat mempercepat proses penuaan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, radikal bebas menyebabkan keriput karena aktivitas molekulnya bisa menimbulkan keriput di sekitar mata. Radikal bebas merupakan molekul yang bergerak lambat secara normal dan membunuh bakteri di dalam sel.

“Seiring bertambahnya usia, antioksidan yang ada di kulit menjadi berkurang,” kata Zenobia.

Kerusakan serat kolagen maupun DNA di dalam sel hanyalah satu bagian dari apa yang menyebabkan keriput di sekitar mata. Kerusakan serabut kolagen yang terletak di atas dan bawah sudut mata adalah sebab lainnya.

“Perhatikan apa yang terjadi jika Anda meregangkan kulit di atas dan bawah sudut mata Anda dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk. Anda akan melihat kerutan tersebut menghilang, tetapi saat dilepas garis-garis itu muncul kembali,” tuturnya

Faktor lainnya, lanjut dr. Zenobia, adalah kosmetik mata. “Perempuan menghabiskan banyak waktu untuk menggunakan kosmetik pada bagian itu. Merokok atau asap dari rokok merupakan salah satu karsinogen yang menyebabkan radikal bebas menjadi sangat aktif sehingga orang yang merokok memiliki keriput lebih dari mereka yang tidak,” tambahnya.

Baca Juga:  Cara Alami Mengatasi Rambut Rontok

Sedangkan ekspresi wajah, kata dia, sebenarnya membentuk sebuah pola yang akhirnya akan menjadikan kulit tampak keriput di sekitar mata. “Sepuluh atau lebih otot berkontraksi dan meluas setiap wajah menunjukkan ekspresi senang, sedih, terkejut dan sebagainya. Pola gerakan ini menjadi dasar garis-garis keriput, kebiasaan tidur, seperti membenamkan wajah ke bantal, atau sering menyipitkan mata juga dapat menyebabkan garis-garis kerutan,” tambah dia.

Terakhir, karena luka. “Luka dapat meningkatkan keriput di sekitar mata. Sebab, kulit sensitif di sekitar mata mudah rusak karena alergi atau bahan kimia seperti dari asap rokok. Untuk mengurangi iritasi dan risiko luka di sekitar mata, maka gunakan kacamata pelindung saat melakukan kegiatan berisiko,” urai dokter kecantikan Inasa Cosmetic dan Laser Clinic ini.

Ia menambahkan bahwa keriput sebenarnya tidak bisa dicegah, tetapi bisa dikurangi. Caranya menggunakan krim pelindung kulit mata, memakai kacamata surya, dan sebisa mungkin hindari sengatan sinar matahari.

Lalu tidur cukup. Sebab efek dari kurang tidur dapat langsung terlihat pada wajah. “Makanya, tidur 8 jam sehari sangat penting untuk kesehatan tubuh dan keindahan kulit. Tidur yang cukup dapat mencegah munculnya lingkaran gelap dan bengkak di bawah mata, serta memperlambat timbulnya kerutan,” kata dr. Zenobia.

Kemudian bersihkan wajah jika mengenakan make-up, jangan lupa untuk membersihkannya sebelum tidur.  Gunakan tabir surya, carilah tabir surya yang bisa memberikan perlindungan cukup untuk cuaca panas dan cuaca dingin. Saat dipakai di cuaca panas, tabir surya dapat melindungin kulit agar tidak terkena langsung radikal bebas matahari, yang dapat berdampak kulit terlihat tua dan kusam.

Sedangkan untuk pemakaian saat cuaca dingin, kulit akan terhindar dari keriput di sekitar mata. Selanjutnya hindari dehidrasi. “Minum air secukupnya dapat membuat kulit tetap halus, minimal 8 gelas setiap harinya untuk mengeluarkan racun dalam tubuh dan diet sehat untuk memberikan dampak langsung pada kesehatan kulit,” pungkasnya.