Kerokan Ternyata Kurang Baik Bagi Tubuh

DokterSehat.Com – Tahukah anda, budaya untuk melakukan kerokan yang banyak dilakukan oleh masyarakat tanah air ternyata juga dikenal luas oleh sebagian masyarakat di negara lain layaknya Tiongkok atau Vietnam. Seringkali, kita melakukan kerokan karena merasa tidak enak badan atau mengalami masuk angin. Bagi beberapa orang yang terbiasa melakukan kerokan ini, mereka bahkan bisa ketagihan dan belum benar-benar merasa sembuh jika belum dikeroki sehingga pengobatan medis pun akan menjadi hal yang percuma. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah memang benar kerokan baik bagi kesehatan tubuh?

doktersehat-sakit-pundak-punggung-Spondilitis-Ankilosa

Kerokan biasanya dilakukan dengan memakai beberapa benda keras layaknya koin, potongan bawang, potongan jahe, hingga semacam batu khusus untuk kerokan. Bagi dunia medis, kerokan ternyata tidak akan memberikan kebaikan bagi tubuh dan justru akan membuat tubuh kita semakin sakit. Memang, akan ada sensasi tubuh yang menjadi lebih nyaman karena pori-pori kulit akan menjadi lebih besar setelah digosok dengan benda keras yang tercampur oleh balsam atau minyak. Namun, besarnya pori-pori ini biasanya akan bertahan hingga beberapa hari sehingga akan memudahkan banyak bakteri, kuman, atau virus bisa memasuki tubuh. Hal ini tentu sangat berbahaya, bukan?

Selain bisa menimbulkan banyak penyakit baru berdatangan, pakar kesehatan juga mengkhawatirkan kondisi kesehatan kulit yang sering mengalami kerokan. Terdapat sebuah kasus dimana seseorang yang menyukai kerokan pada akhirnya akan mengalami kerusakan jaringan struktur kulit yang disebabkan oleh seringnya terpapar panas dan terbukanya pori-pori. Jika hal ini terjadi, alih-alih merasa hangat dan nyaman, saat dikerok kulit justru terasa perih yang menyiksa.

Dengan adanya fakta ini, ada baiknya memang kita meninggalkan budaya yang tidak memberikan faedah kesehatan bagi tubuh ini dan mulai memakai pengobatan medis yang lebih aman.