Keringat Berlebih di Tangan, Tanda Mengidap Penyakit Jantung?

doktersehat-mengatasi-tangan-kaki-berkeringat
Photo Credit: Pexels.com

DokterSehat.Com– Banyak orang yang mengalami tangan berkeringat berlebihan, yang dianggap bahwa itu salah satu gejala penyakit jantung. Padahal keringat berlebih dapat disebabkan berbagai faktor. Salah satunya yaitu kegiatan yang berlebihan atau akibat dari konsumsi obat kimia dapat menyebabkan kelenjar keringat bermasalah.

Dalam bidang kedokteran, keringat berlebih disebut dengan hiperhidrosis, adalah sekresi (pengeluaran) keringat dalam jumlah yang lebih besar dari yang dibutuhkan untuk mendinginkan tubuh. Biasanya kelebihan keringat tersebut terdapat pada telapak tangan, telapak kaki, dan ketiak. Kecemasan, rasa malu serta gangguan aktivitas sehari-hari dapat disebabkan oleh hiperhidrosis.

Baca juga: 8 Alasan Kita Berkeringat

Situasi stres seperti ujian, wawancara pekerjaan, atau peristiwa penting lainnya justru akan memperburuk keadaan ini. Hiperhidrosis sendiri terbagi 3, meliputi:

1. Hiperhidrosis fokal primer

Seseorang mengeluarkan keringat berlebih hanya di area tubuh tertentu misalnya kepala, ketiak, wajah, telapak tangan dan telapak kaki.

2. Hiperhidrosis Idiopatik generalisasi

Seseorang memiliki kecendrungan mengeluarkan keringat berlebih diseluruh tubuhnya.

3. Hiperhidrosis sekunder generalisasi

Seseorang mengeluarkan keringat berlebih akibat reaksi obat kimia seperti obat antihipertensi dan antidepresi atau penyakit tertentu seperti penyakit jantung, mudah emosi, berdebar-debar, menopause, diabetes melitus dan stroke.

Keringat berlebih juga melibatkan area yang luas di tubuh bahkan bisa ke seluruh tubuh. Kondisi keringat berlebih ini bisa muncul kapan saja dan bahkan dapat muncul ketika tertidur lelap.

Baca juga: Penyebab Keringat Berlebih, Kenali Gejalanya

Hubungan Hiperhidrosis dan Penyakit Jantung

Hiperhidrosis biasanya tidak berkaitan dengan penyakit jantung seperti yang sering dipikirkan banyak orang. Telapak tangan berkeringat atau kaki yang sering berkeringat belum tentu merupakan tanda gangguan jantung.

Hiperhidrosis biasanya disebabkan stimulasi emosi dan suhu. Jadi, keringat yang berlebihan hanya di kedua telapak tangan dan di kedua telapak kaki, tanpa disertai keluhan gejala-gejala gangguan jantung atau gejala sistematik jantung lainnya, kemungkinan besar hiperhidrosis tersebut hanya disebabkan oleh rasa cemas saja.

Maka sebelum menyimpulkan, kita dapat mencari informasi atau konsultasikan ke dokter terlebih dahulu apakah gejala keringat berlebih ini pertanda terkena penyakit jantung atau tidak.

Cara Mengobati Hiperhidrosis

Perawatan yang biasanya direkomendasikan untuk kondisi hiperhidrosis, antara lain:

1. Obat antikolinergik

Seseorang mungkin diresepkan obat antikolinergik seperti glycopyrrolate pada kasus hiperhidrosis secara umum. Biasanya, setelah menggunakan obat selama sekitar dua minggu, tanda dan gejala membaik.

Namun, obat ini bisa memiliki berbagai efek samping karena asetilkolin bekerja pada beberapa struktur dalam tubuh, bukan hanya kelenjar keringat. Beberapa tanda dan gejala efek samping dari obat antikolinergik, antara lain: penglihatan kabur, sembelit, kehilangan selera makan, retensi urine, mulut kering, dan pusing.

2. Antiperspiran

Untuk mencapai hasil terbaik, antiperspiran harus dipakai di malam hari untuk daerah yang paling rentan terhadap keringat. Orang harus mencuci area yang menggunakan obat di pagi hari untuk mencegah iritasi karena antiperspiran dapat menyebabkan kulit merah, bengkak dan gatal.

Antiperspiran selalu diutamakan untuk menanggulangi keringat berlebih bagi beberapa orang dan terbukti sangat efektif. Bahan yang sangat efektif adalah Alluminium Chlorida (20-25%) biasanya dipakai pada malam hari 2-3 kali/hari dalam kadar alkohol 70-90%.

3. Botulinum toksin

Suntikan botulinum toksin efektif untuk mengobati hiperhidrosis dengan memblokir saraf yang memicu kelenjar keringat.

Baca juga: Mengatasi dengan Alami, Tangan dan Kaki yang Sering Berkeringat

4. Iontophoresis

Alat bertenaga baterai akan digunakan dalam prosedur ini saat tubuh pasien direndam di dalam air, kemudian diberikan arus listrik tingkat rendah untuk tangan, kaki, atau ketiak. Kelenjar keringat sementara dapat diblokir pada prosedur ini. Iontophoresis biasanya aman dan dapat dilakukan di rumah.

5. Bedah

Operasi bisa menjadi pilihan dalam beberapa kasus langka. Melepaskan kelenjar keringat di ketiak dapat membantu dalam kasus keringat berlebihan yang hanya terjadi di daerah tersebut. Memotong saraf yang membawa pesan dari saraf simpatis ke kelenjar keringat adalah prosedur yang berbeda. Operasi ini dapat dilakukan dengan menggunakan prosedur yang dikenal sebagai endoscopic thoracic sympathectomy.

Jadi, telapak tangan berkeringat berlebihan tidak berkaitan dengan penyakit jantung, namun disebabkan oleh suhu dan emosi.