Kerap Diam Saat Diberi Pertanyaan di Sidang Praperadilan, Dokter Menganggap Setya Novanto Terkena Aphasia

DokterSehat.Com– Kasus sidang praperadilan kasus e-KTP yang melibatkan politisi Setya Novanto masih menjadi perbincangan banyak pihak. Salah satu hal yang disorot adalah dokter dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo yang menyebut Setya Novanto mengalami kondisi kesehatan yang disebut sebagai aphasia meskipun masih dianggap layak untuk mengikuti sidang. Sebenarnya, apa sih aphasia yang dimaksud oleh tim dokter ini?



Salah seorang dokter menyebutkan bahwa aphasia yang dialami Setya Novanto adalah kondisi dimana ada sesuatu di bagian otak kirinya. Namun di bagian kanan otaknya tidak mengalami kejadian apapun. Biasanya, kondisi ini mampu membuat penderitanya tidak bisa berjalan. Namun, Novanto masih bisa berjalan sehingga dianggap layak mengikuti sidang meskipun memang kerap terdiam saat ditanya di persidangan.

Aphasia sendiri bisa dijabarkan sebagai gangguan komunikasi yang dipicu oleh cedera atau rusaknya bagian otak yang mengendalikan kemampuan berbahasa. Kondisi ini kerap dialami oleh lansia, apalagi yang pernah terkena stroke. Penderita masalah kesehatan ini akan kesulitan untuk memahami atau bahkan menggunakan kata-kata. Karena alasan inilah penderitanya seperti Novanto sulit memahami percakapan dan tidak mampu menemukan kata-kata yang sesuai dengan apa yang ingin diungkapkan. Untungnya, kecerdasannya sama sekali tidak akan terganggu oleh kondisi ini.

National Aphasia Association menyebut 25 hingga 40 persen kasus aphasia menyerang mereka yang sudah pernah terkena stroke sebelumnya.

Meskipun dianggap layak menjalani sidang oleh tim dokter yang terdiri dari dr. M Yunir, dr. Dono Antono, dan dr. Fredi Sitorus karena memiliki kadar gula darah dan denyut nadi yang normal serta masih bisa berkomunikasi, Setya Novanto cenderung hanya diam dan tertunduk saat dicecar cukup banyak pertanyaan. Novanto sendiri mengaku badannya kurang sehat dan sempat 20 kali mengalami diare.