Keracunan Sianida bisa Mengenai Siapa Saja, Ini Dia Ciri-Cirinya

DokterSehat.Com – Belakangan ini media massa kita memberitakan kasus seorang wanita yang meninggal karena dugaan keracunan sianida. Belum semua tahu bagaimana ciri-ciri keracunan sianida. Sebenarnya keracunan sianida sendiri pun merupakan kasus yang jarang terjadi. Biasanya keracunan karena bahan kimia ini mengenai mereka yang terpapar asap hasil pembakaran industri atau mereka yang sering mengkonsumsi jangka panjang makanan yang mengandung sianida (sering ditemui pada ubi). Pasien ICU yang mendapat terapi sodium nitroprusside pun juga bisa mengalami keracunan sianida.

doktersehat-sakit-perut-mens-maag

Sianida didapat dalam bentuk gas, cair, dan padat. Berdasarkan bentuknya tersebut, maka sianida dapat menyebabkan toksisitas baik secara inhalasi, ingesti (makanan), absorbsi kulit, dan melalui intravena. Manifestasi klinisnya sangatlah bervariasi satu sama lain bergantung dosis yang masuk dalam tubuh dan rute cara masuknya dan bisa menyebabkan iritasi jalan napas ringan hingga menyebabkan kolas kardiovaskular serta kematian dalam hitungan menit.

Berikut gejala yang bisa terjadi antara lain:
• Kelemahan umum, lemas
• Gejala neurologis seperti nyeri kepala, vertigo, kejang umum, kebingungan, kaku, hingga koma
• Gejala gastrointestinal : nyeri perut, mual, muntah
• Gejala cardiopulmonar : nafas menjadi pendek-pendek, nyeri dada, dan apnea (periode tidak ada nafas)

Jika terpapar sianida dalam konsentrasi tinggi, dapat ditemukan gejala berikut :
• Hipertensi dan hiperapnea 15 detik setelah terpapar inhalasi
• Kejang dalam 30-45 detik
• Kehilangan kesadaran dalam 30 detik
• Berhenti bernapas dalam 3-5 menit
• Bradikardi (denyut jantung melemah), hipotensi (tekanan darah turun), dan bisa terjadi henti jantung dalam 5-8 menit setelah paparan

Pada beberapa pasien juga bisa ditemukan mata berair, hidung berair, dan batuk.
Jika Anda menemui seseorang dengan riwayat terpapar sianida dan memiliki gejala diatas hendaknya langsung dibawa ke Pusat Pelayanan kesehatan agar diberikan terapi yang cepat dan tepat.

Baca Juga:  Bahan Alami Atasi Perut Kembung

Penatalaksanaan Pasien dengan Keracunan Sianida

Pentalaksanaan pasien tentunya dengan memperhatikan dan menyesuaikan dengan kondisi pasien. Antidot dapat diberikan jika memang perlu kepada pasien. Antidot dapat diberikan antara lain sodium thiosulfat, sodium nitrat dan hidroxocobalamin. Namun demikian pertolongan pertama pada pasien harus didahulukan sebelum pemberian antidot yaitu antara lain:
• Jauhkan sumber sianida dari pasien
• Lepaskan baju yang terkontaminasi dan berikan dekontaminasi pada kulit sesuai yang dibutuhkan dengan sabun dan air
• Manajemen jalan nafas, dan berikan oksigen (jika memang perlu) atau ventilator jika memang membutuhkan
• Memasang akses intravena dan memonitor kondisi jantung pasien

Diatas adalah gambaran secara umum keracunan sianida. Gambaran klinis yang sangat bervariasi membuat kita bingung apakah penderita memang mengalami keracunan sianida atau tidak. Oleh karena itu jika melihat pasien dengan gejala diatas dan terpapar zat beracun langkah yang diambil segera membawa ke Rumah Sakit agar dapat segera diberi pertolongan yang tepat.