Kenapa Terkadang Kita Tiba-Tiba Tidak Jadi Bersin?

DokterSehat.Com – Salah satu hal yang sangat sulit untuk dikendalikan adalah bersin. Saat keinginan untuk bersin datang, mau tidak mau kita harus membiarkannya. Memang, kita bisa menutup atau memencet hidung saat sebelum bersin, namun, hal tersebut juga seringkali tidak bisa menghentikan keinginan untuk bersin. Namun, kadangkala saat kita sudah ingin bersin, tiba-tiba saja kita tidak jadi melakukannya. Mengapa hal ini bisa terjadi?

doktersehat-alergi-bersin

Pakar kesehatan dr. Artono, Sp THT-KL (K), FICS, yang berasal dari Rumah Sakit PHC Surabaya dan juga Rumah Sakit Petrokimia di Gresik, Jawa Timur, menyebutkan bahwa bersin adalah sistem pertahanan tubuh yang ditujukan untuk membersihkan hidung. Biasanya, bersin ini muncul saat adanya rangsangan dari benda asing. Tak hanya itu, hal ini juga bisa disebabkan oleh reaksi alergi atau bahkan infeksi.

Jika kita sudah ingin bersin namun kemudian tidak jadi, seringkali hal ini disebabkan oleh kurang kuatnya stimulus penyebab bersin. Sebagai contoh, jika hidung sebenarnya sudah terpapar zat yang bisa menyebabkan bersin layaknya bau yang menyengat atau suhu yang dingin. Namun, rangsangan ini kurang kuat untuk memicu reflek bersin pada tubuh. Hal inilah yang membuat kita tidak jadi bersin. Apakah tidak jadi bersin ini berbahaya bagi kesehatan? Dr. Artono menyebutkan bahwa hal ini tidak perlu dikhawatirkan karena memang bukan tanda-tanda dari masalah kesehatan apapun.

Tak hanya bersin yang tidak jadi, kadangkala kita bisa bersin hingga berkali-kali. Menurut dr. Artono, hal ini bisa saja disebabkan oleh beberapa hal seperti rangsangan cahaya. Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, berkali-kali bersin juga bisa disebabkan oleh rasa kenyang pada perut atau yang disebut sebagai snatitation. Pakar kesehatan dr. Jordan Josephson yang berasal dari Lenox Hill Hospital yang ada di New York berkata bahwa bersin yang berkali-kali terjadi sebagai cara alami tubuh untuk mengeluarkan penyebab iritasi pada saluran pernafasan. Bersin yang pertama ditujukan untuk melonggarkan saluran pernafasan, sementara itu, bersin-bersin berikutnya ditujukan untuk membawa penyebab iritasi ke bagian depan hidung dan kemudian mengeluarkannya.