Kenapa Mendengkur Lebih Sering Dialami Oleh Pria?

DokterSehat.Com – Mendengkur adalah salah satu gangguan tidur yang bisa dialami oleh siapa saja. Pakar kesehatan menyebutkan jika ada banyak sekali faktor penyebab dari mendengkur. Sebagai contoh, seseorang dengan berat badan yang berlebihan, gangguan pada saluran pernafasan atas, hingga masalah tekanan darah tinggi dan penyakit jantung bisa membuat seseorang mendengkur. Mendengkur bisa terjadi pada siapa saja, namun, uniknya, pria akan cenderung lebih sering mendengkur jika dibandingkan dengan wanita. Sebuah penelitian bahkan menyebutkan jika 40 persen pria tidur dengan mendengkur. Sebuah pertanyaan pun muncul, mengapa pria cenderung lebih sering mendengkur jika dibandingkan dengan wanita?

doktersehat-tidur-mendengkur

Pakar kesehatan menyebutkan jika ada kecenderungan pria kurang menjaga gaya hidupnya dengan sehat jika dibandingkan dengan pria. Sebagai contoh, banyak pria yang suka merokok dan mengkonsumsi alkohol. Selain itu, pria juga cenderung lebih sering begadang walau itu hanya untuk menonton acara televisi kesayangan atau mengobrol dengan kawan-kawannya jika dibandingkan dengan kaum hawa. Hal ini ternyata bisa mempengaruhi kemungkinan untuk mendengkur.

Yang menjadi masalah adalah, sebagian besar orang menganggap mendengkur sebagai hal yang biasa. Padahal, banyak pendengkur yang juga mengalami sleep apnea, kondisi dimana nafas berhenti dalam waktu yang sejenak, yakni sekitar 10 detik karena adanya sumbatan pada jalan pernafasan. Sleep apnea sendiri bisa kita jabarkan layaknya tersedak, namun terjadi di sela-sela dengkuran. Jika hal ini terjadi, kadar oksigen dalam darah bisa menurun dan justru darah diisi oleh karbon dioksida. Seringkali, otak akan merespon hal ini dengan segera membangunkan seseorang agar bisa membuat pernafasan menjadi normal seperti sedia kala.

Sayangnya, sleep apnea bisa terjadi berulang kali dalam semalam dan jika kita kerap terbangun karena masalah ini, jelas kualitas tidur akan menurun drastis. Tak hanya akan membuat kita mengantuk dan lesu di hari esok, resiko mendapatkan masalah tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, gula darah tinggi, hingga penyakit jantung dan stroke di kemudian hari pun akan meningkat dengan signifikan.