Kenali Tanda-tanda Dimensia

DokterSehat – Telah diketahui bahwa, daya kemampuan intelektual para Lansia akan semakin berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Mereka seringkali telah mengalami keadaan yang disebut demensia (lupa dan menyebabkan tak mengerti lagi). Keadaan ini tatkala membuat kita ikut prihatin, karena sebagian dari mereka yang lansia ternyata umumnya tak mampu lagi meraih hal-hal yang bernilai bahagia di dalam dirinya sendiri ataupun di dalam keluarganya; berhubung adanya proses penuaan alamiahnya (ageing). Sebut saja gejala kesedihan, sering “cekcok” atau rewel, sensitif bahkan menjadi pemarah. Mereka yang sedang dalam proses penuaan tadi dikatakan mengalami keadaan yang dinamakan demensia.



Apabila diamati dari jumlah populasi, ternyata para Lansia yang termasuk dalam golongan demensia jumlahnya cukup besar. Dan pada tahap selanjutnya, mereka yang mengalami demensia ini ternyata cenderung berpotensi untuk mengganggu kesejahteraan atau kebahagiaan para anak-anak serta cucu-cucunya.

Timbullah suatu pemikiran bagaimana kita bisa membantu mereka (para Lansia yang telah berumur diatas 70 tahun) tersebut, untuk mampu menemukan suatu rasa kebahagiaan, baik dalam pergaulan dengan pasangannya atau pun dalam keluarganya.

Pemikiran untuk menolong mereka :

Berdasarkan data ilmiah, kemampuan intelektual pada para Lansia dengan usia diatas 70 tahun tersebut, dapat ditolong agar mereka masih bisa mengerti dan memahami apa arti sejahtera dan bahagia. Tulisan ini antara lain mengemukakan suatu pengalaman klinis di praktek dalam upaya membantu beberapa orang Lansia yang telah berusia 70 tahun lebih, dimana pada awalnya mereka datang berobat pada penulis karena mereka sering memiliki suasana hati yang kesal dan sering bertengkar mulut atau cekcok dengan pasangannya dan bahkan berniat bercerai. Mereka sering mengatakan lupa atau mengulang-ngulang masalah yang sama saja.

Sebagian dari lansia mengalami gejala pikun (demensia), sifat yang tak mau berubah dan kaku, pada awalnya (tak mau untuk berubah pendiriannya. Berpendirian bahwa pasangannya, dirasakan oleh mereka sebagai musuh); tetapi pada tingkat lebih lanjut, setelah dapat dinaikkan potensi kemampuan intelektualnya atau status perbaikannya di bidang demensianya, maka ia lebih mampu memahami adanya nilai rukun dan bahagia. Bahkan pada mereka yang telah mempunyai cucu, mereka berpendapat bahwa mereka akan lebih baik keadaannya jika berpisah dari cucu-cucunya. Keadaan ini karena mereka telah mengalami demensia; dan sulit untuk mengerti atau menangkap suatu pengertian yang dianggapnya baru bahkan yang agak sedikit abstrak (misal : rasa malu bila dilihat oleh cucu nya bila mereka marah-marah, apalagi tanpa alasan yang jelas; kemampuan pemahaman rasa hati dari orang lain serta sering mengatakan bahwa ia lupa atau kelupaan).

Baca Juga:  Ternyata Cuka Bisa Membunuh Kuman Penyebab TBC

Jadi ada suatu keunikan tersendiri pula, dimana pemakaian obat penyakit neurodegenerative ternyata sangat penting, untuk menunjang pengobatannya (psikoterapi), dimana mereka bisa mengerti – memahami dan menghayati adanya rasa kangen – rukun dan sejahtera serta bahagia.

Tulisan ini sebagai suatu pembahasan informatif yang bagi awam; yang diharapkan bisa untuk meningkatkan kualitas kehidupan individu pada usia lanjut.

Pada akhir tahap terapi, ternyata mereka bisa rukun dan bahkan lebih rukun lagi dan malahan mereka bisa merasakan adanya suatu rasa kebahagian dalam hati mereka baik secara perorangan atau pun secara keseluruhan dalam keluarga tersebut. Rasa hati ini dikemukakan oleh pasangan tadi. Dan Lucunya, bahwa dalam proses pengo batan tadi, ada pasien yang menyeletuk demikian “Obat ini adalah obat rukun ya”.

Adanya suatu potensi yang telah dikembangkan atau dibangkitkan.

Dengan demikian terpikir bahwa bahwa Nilai Kebahagiaan yang mampu dirasakan dan dihayati oleh mereka, perlu sekali adanya suatu “terapi” untuk menaikkan potensi atau daya kemampuan si pasien agar mereka mampu mengerti dan merasakan serta menghayati kebahagiaan tersebut.

Pada kasus dengan keadaan demensia, apalagi yang sudah berat, kemampuan intelektualnya didalam dirinya untuk mengetahui tentang keadaan dirinya sendiri atau daya insight, akan menurun. Dan setelah mendapatkan obat untuk memperbaiki keadaan Neurodegenerative sel otaknya , kapasitasnya berubah kearah membaik atau dapat dikatakan lebih kearah menyembuh.
Pada para Lansia yang telah berumur diatas 70 tahun, akan banyak mulai mengalami demensia. Keadaan ini akan bisa membaik atau kearah menyembuh, yakni bilamana mengunakan Obat mengatasi demensianya atau obat penyakit neurodegeneratifnya, agar bisa lebih berproduktif dan bisa mampu merasakan keadaan bahagia.

Keadaan sejahtera dan bahagia tersebut sangat penting bagi setiap orang, apalagi bagi mereka yang Lansia.

Narasumber Ditulis oleh dr Murcuanto Diwanto, Sp KJ. dan Ibu Erna JM

Pemakaian obat neurodegernatif merupakan bagian penting dalam upaha meraih pengertian dan suasana bahagia bagi para lansia yang telah berumur 70 thaun lebih karena keikutsertaannya dalam peningkatan daya kemampuan mengerti hal ichwal dalam diri para lansia tersebut.