Kenali Tanda Serangan Jantung Lebih Awal untuk Menghindari Risikonya

DokterSehat.com – Serangan jantung kerap datang mendadak dan membuat siapa saja jatuh sakit hingga yang terburuk, meninggal dunia. Untuk mengetahui kapan saja serangan jantung akan datang, dokter kerap menyarankan individu untuk mengecek kesehatan secara rutin. Sayangnya, tidak semua orang mau memeriksakan tubuhnya secara berkala terlebih kalau mereka sudah merasa sehat.

serangan jantung-doktersehat

Mengetahui keadaan ini sebuah penelitian dilakukan di 5 rumah sakit di Amerika untuk mengetahui kapan serangan jantung bisa datang. Penelitian yang akhirnya dipublikasikan di A Journal of the American Heart Association itu menyebutkan kalau serangan jantung bisa dideteksi 1 bulan sebelum kejadian.

Penelitian terkait serangan jantung
Penelitian yang dilakukan di Arkansas ini mencengangkan banyak dokter di dunia. Pasalnya dengan hanya mengambil sampel dari 515 wanita dengan rentang usia 29-57 tahun saja mereka bisa memberikan data terkait tanda-tanda awal serangan jantung akan muncul. Berikut data yang didapatkan dari penelitian:

  • 35% peserta alami rasa cemas yang tidak bisa dijelaskan
  • 39% peserta alami gangguan pencernaan
  • 42% peserta alami sesak napas yang mengganggu
  • 48% peserta alami gangguan tidur
  • 70% peserta alami rasa lelah yang lebih besar

Selain data di atas, penelitian ini juga menyebutkan kalau hanya 30% wanita dari total peserta yang mengalami rasa sakit di dada. Padahal sakit di dada selalu identik dengan serangan jantung.

Indikator tambahan terkait serangan jantung
Selain tanda di atas, ada indikator lain yang bisa dijadikan acuan tambahan terkait risiko penyakit jantung. Indikator itu terdiri dari:

  1. Usia lebih dari 45 tahun untuk pria dan 55 tahun untuk wanita.
  2. Punya riwayat penyakit jantung atau diabetes dari keluarga.
  3. Pernah terkena serangan jantung sebelumnya.
  4. Aktif merokok.
  5. Pemeriksaan jantung sebelumnya tidak normal.
Baca Juga:  Angin Duduk/ Angina - Pengertian dan Gejala

Penelitian di atas masih baru dan membutuhkan pembanding atau penelitian lanjutan agar diketahui akurasinya. Namun, tidak ada salahnya kita waspada dengan tanda serangan jantung agar risikonya bisa diturunkan.