Kenali Stadium pada Kanker Otak

DokterSehat.Com – Sebelum memahami lebih lanjut tentang gejala kanker otak, Anda perlu memahami struktur otak manusia terlebih dahulu. Otak merupakan organ tubuh penting yang mengatur segala aktivitas / gerakan tubuh manusia. Bayangkan saja Anda sedang naik motor, ada berapa aktivitas yang Anda lakukan? Melihat jalan, menyetir, lihat kiri-kanan, lihat kaca spion, menyeimbangkan. Dalam satu detik, ada riburan hal yang terjadi dalam otak Anda (baik yang terjadi secara sadar maupun tidak sadar).



Otak bisa multitasking begini karena semua aktivitas tersebut diatur oleh bagian otak yang berbeda (tiap bagian memiliki fungsi yang berbeda). Secara umum, otak manusia dibagi menjadi tiga bagian, yaitu otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum) dan batang otak (brain stem). Tiap bagian ini terbagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil, di mana masing-masing bagian kecil tersebut terbagi lagi, dan seterusnya. Ruang antar bagian terisi oleh cairan otak (cerebrospinal fluid), sedangkan bagian luarnya terlindungi oleh tiga lapis selaput otak (meninges) dan tulang tengkorak.

Nah, tiap bagian otak tersebut bisa terkena tumor atau kanker. Walaupun tumor jinak, tapi karena tumbuhnya di otak, bisa menjadi sangat berbahaya. Tumor tersebut dapat mengganggu fungsi dan merusak struktur susunan saraf pusat, karena terletak di dalam rongga yang terbatas (rongga tengkorak). Seiring dengan berkembangnya tumor tersebut, jaringan otak akan semakin tertekan. Padahal volume rongga tengkorak sangat terbatas dan tidak mungkin bertambah besar. Inilah yang menjadikan sakit kepala atau pusing sebagai gejala awal kanker otak.

Faktor penyebab penurunan atau pertumbuhannya yang terlalu pesat tersebut biasanya dikarenakan oleh beberapa hal seperti radiasi akibat sinyal-sinyal pada telepon genggam atau computer dan pola makan Anda yang tidak sehat pun juga bisa memicu pertumbuhan sel kanker pada otak Anda.

Berikut stadium kanker otak :

  • Kanker otak stadium 1
    Kanker otak ini bisa terjadi secara bertahap, yaitu stadium satu, stadium dua, stadium tiga, dan stadium akhir atau stadium empat. Namun, penderita kanker otak stadium 1 sangat jarang ditemukan karena penderita biasanya tak begitu merasakannya.

    Gejala-gejala penyakit kanker pada stadium satu pun tidak terlalu jelas sehingga wajar jika penderita tak menyadari kehadiran sel kanker di otaknya. Biasanya, penderita akan mulai merasakan sakitnya ketika ia memasuki stadium dua.

  • Kanker otak stadium 2
    Kanker otak stadium 2 ini tentunya tak bisa Anda sepelekan meskipun Anda belum begitu merasakan sakitnya. Seorang penderita yang divonis menderita kanker stadium dua, biasanya akan mengalami kelelahan yang sangat.

    Padahal, ia merasa tidak melakukan aktivitas yang berlebihan. Hal tersebut dikarenakan suplai oksigen ke otak yang tidak lancar sehingga menyebabkan penderita cepat lelah. Tidak hanya itu, penderita juga sering sekali drop yang menyebabkan ia sering pingsan jika mengalami kelelahan yang sangat. Jadi, bagi Anda yang sering pingsan, Anda perlu mewaspadainya.

  • Kanker otak stadium 3
    Selanjutnya, kanker otak stadium 3. Penderita yang sudah divonis menderita kanker otak stadium tiga biasanya akan sering mengalami sakit kepala yang hebat dan intensitasnya lumayan sering. Sakit kepala yang begitu menyiksa tersebut akan dibarengi juga dengan mimisan.

    Mimisan pun terkadang tak terasa, sehingga Anda bisa saja darah mengalir begitu saja dari hidung Anda ketika Anda memikirkan sesuatu yang berat. Tak hanya itu, ketika Anda mengidap kanker stadium tiga, terkadang Anda akan merasakan kaki dan tangan Anda sulit digerakkan. Andapun akan mudah terjatuh saat berjalan karena keseimbangan tubuh Anda sudah mulai terganggu.

  • Kanker otak stadium 4
    Terakhir adalah kanker otak stadium 4. Jika penderita sudah memasuki stadium ini, maka hidupnya bisa dibilang sangat sulit. Penderita bisa saja terganggu penglihatannya. Saat ia melihat sebuah objek, objek tersebut akan terlihat menjadi dua. Penderita juga bisa mengalami kesulitan dalam mendengarkan suara.

Jika penderita tak rajin melakukan kemoterapi, maka sel kanker pada otaknya bisa menyebabkan ia mengalami kebutaan, tuli dan bahkan lumpuh. Sangat ironis bukan? Jadi, jika Anda sudah pernah merasakan gejala awal kanker otak, sebaiknya Anda langsung pergi ke dokter agar sel kanker cepat diatasi.