Kenali Sejak Dini Tentang Fimosis

DokterSehat.Com – Fimosis adalah penyempitan atau perlengketan kulup  kelamin sehingga kepala kelamin  tidak bisa terbuka sepenuhnya. Fimosis dapat menyebabkan penumpukan smegma (kotoran hasil sekresi kelenjar kulup) di sekitar kepala kelamin.

8

Penumpukan smegma tersebut dapat mendukung penyebaran berbagai bakteri penyebab peradangan. Jika fimosis menyebabkan kesulitan buang air kecil sehingga urin tertahan di saluran kencing (uretra) maka dapat terjadi infeksi uretra.

Gejala

Gejala utama pada fimosis adalah kulit yang tampak ketat seperti sebuah cincin di depan kepala penis yang menyebabkan kulit tersebut tidak dapat ditarik ke belakang kepala penis. Hal ini dapat menyebabkan seringnya terkumpulnya urin pada kantong yang terbentuk oleh kulit preputium ini. Pada anak sering tampak adanya penggembungan pada ujung penis yang tertutup oleh kulit preputium pada saat kencing. Urin yang terkumpul ini dapat menyebabkan lebih rentannya seseorang terkena infeksi saluran kemih, kesulitan berkemih, hingga nyeri. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah terdapat kumpulan smegma dibawah kulit preputium ini. Smegma merupakan suatu zat berwarna putih yang merupakan hasil dari sel kulit yang lepas.

Penyebab

Terdapat 2 penyebab utama fimosis yaitu pada fimosis yang terjadi sejak lahir dan sering didapatkan hingga umur 7 tahun. Umumnya bayi yang lahir dengan fimosis akan sembuh sendiri seiring dengan bertambahnya usia. Penyebab kedua adalah fimosis sekunder dimana diakibatkan oleh adanya trauma, infeksi, maupun radang.

Pengobatan

Pengobatan utama dalam fimosis adalah dengan tindakan sirkumsisi atau lebih dikenal dengan nama penyunatan dimana kulit preputium yang berlebih dipotong. Terapi lain yang telah dicoba adalah dengan menggunakan steroid topikal dikombinasikan dengan retraksi manual secara perlahan. Dengan hal tersebut diharapkan kulit preputium akan lebih lentur dan dapat ditarik ke belakang. Krim steroid ini diberikan dua kali sehari selama 6 hingga 8 minggu dan dikombinasi dengan masase perlahan serta penarikan kulit preputium secara perlahan. Penarikan yang terlalu kuat dapat menyebabkan perlukaan dan perdarahan pada preputium.

Baca Juga:  Waspadai Gejala Bulosa Pemfigoid

Indikasi sirkumsisi adalah adanya infeksi saluran kemih, adanya iritasi pada penis, adanya perdarahan, terbentuknya kista smegma, nyeri pada saat berkemih, nyeri pada ereksi maupun kesulitan berkemih. Pada mereka yang tidak bergejala dan tidak mau menjalani sirkumsisi, maka perawatan kulit preputium penting dilakukan. Pembersihan smegma perlu dilakukan setiap hari dengan mencoba menarik secara perlahan kulit preputium dan membersihkan bagian dalam preputium.