Kenali Psikologi Ibu Menyusui

DokterSehat.Com – Selamat bagi anda yang baru saja dianugrahi buah hati, ditengah kegembiraan anda bersama dengan keluarga. Umumnya seringkali anda merasakan perasaan yang berbeda yang timbul saat anda baru melahirkan.

5

Kondisi psikologi yang timbul pada ibu baru melahirkan akan berbeda-beda. Diantara ibu baru melahirkan memiliki perasaan yang lebih peka, mudah tersinggung dan sensitif. Kondisi ini akan berlanjut pada saat anda sedang menyusui bayi di minggu awal kehadiran bayi bahkan dalam beberapa kondisi ibu baru melahirkan dapat mengalami perubahan psikologi hingga berbulan-bulan. Mengapa psikologi ibu baru melahirkan berbeda-beda? Bagaimana cara untuk mengenali dan mengatasi perubahan psikologi pada ibu hamil?

Psikologi ibu yang sedang menyusui tidak sama dipengaruhi oleh faktor di dalam diri ataupun dukungan dari suami dan keluarganya. Kemampuan beradaptasi dengan keadaan baru bagi ibu yang baru melahirkan sangat diutamakan terlebih bagi anda yang melahirkan anak pertama. Dengan proses menyusui maka terjadi bentuk hubungan batin yang kuat antara ibu dan anak yang seringkali dilupakan oleh ibu dikarenakan beberapa alasan untuk tidak memberikan ASI. Salah satu alasan yang sering mendasar karena ibu mengalami baby blues atau postpartum blues.

Ketika ibu menyusui terkadang mengalami baby blues yang dianggap biasa oleh sebagian orang padahal apabila dibiarkan dapat berlanjut berbulan-bulan pada ibu menyusui. Hampir 70% ibu yang melahirkan merasakan sedih, mudah tersinggung, tidak percaya diri, khawatir dan bingung.

Baby blues yang dibiarkan apalagi anda mengalaminya hingga lebih dari 10 hari maka dapat menyebabkan perubahan besar dalam diri hingga mengalami depresi pasca melahirkan. Hal ini menyangkut perubahan besar seorang perempuan dan rasa khawatir yang dialami berlebihan pada ibu seusai persalinan.

Sedangkan penelitian yang berbeda mengatakan terdapat pengaruh yang positif ketika anda memberikan ASI pada bayi, minimal hingga usia 6 bulan pertama kelahirnanya. Penelitian yang dilakukan di Korea menemukan bahwa otak ibu yang sedang menyusui menunjukan sensitivitas yang tinggi pada tangisan bayi dikarenakan perilaku motherhood seperti terdapat area striatum dan amygdala atau superior frontal gyrus. Area inilah yang memproses informasi mengenai perintah yang dilakukan sehingga terjadinya output yang berbeda pada ibu yang sedang menyusui.

Baca Juga:  Jangan Menunda Imunissasai Pada Anak

Dengan adanya perubahan tersebut maka perubahan kondisi otak yang terjadi diantaranya :

  • Ibu yang menyusui lebih bereaksi terhadap tangisan bayi mereka.
  • Ibu yang menyusui lebih memahami perasaan bayi daripada ibu yang tidak sedang menyusui.
  • Ibu yang menyusui lebih cepat melakukan respon terhadap tangisan bayi

Psikologi lainnya yang dapat dikenali antara lain adalah ibu hamil lebih agresif dan sensitif. Penelitian yang dilakukan pada tiga kelompok wanita menyimpulkan bahwa ibu yang menyusui lebih agresif ketika akan bertindak dan memiliki tekanan darah yang lebih rendah ketimbang dengan dua kelompok lain dalam penelitian tersebut.

Dengan menyusui ibu hamil dapat mengurangi stres, memberi keberanian ekstra untuk dapat melindungi bayinya. Ibu yang sedang menyusui memiliki reaksi yang dikenal dengan sebutan  maternal defence atau lactation aggression .Dimana ibu yang sedang menyusui akan merasakan terancam atau timbulnya perilaku yang agresif.

Sehingga bagi anda yang sedang menyusui anda dapat dihadapkan pada perubahan hormon yang positif dan perubahan hormon yang negatif , hal ini dapat disesuaikan dengan bagaimana anda dalam menyikapi perubahan yang terjadi di dalam diri dan lingkungan selama sedang menyusui.

Berikut beberapa cara yang dapat anda lakukan untuk menghadapi perubahan terburuk yang terjadi ketika sedang menyusui :

  • Apabila memungkinkan manjakan diri anda dengan kegiatan hobi anda dalam waktu beberapa jam atau anda dapat melakukan hobi yang dapat dilakukan di rumah sehingga masih bisa mengawasi perkembangan anak anda.
  • Lakukan kegiatan yang menyenangkan di sela-sela kegiatan rutin anda
  • Konsumsi makanan yang sehat dan seimbang
  • Anda dapat beristirahat dengan cukup
  • Anda dapat meminta bantuan orang terdekat anda untuk dapat membantu kebutuhan anda sehari-hari. Anda tidak perlu harus menjadi supermom