Kenali Lebih Jauh Nyamuk Aedes Aegypti Yang Berbahaya

DokterSehat.Com – Mendengar nama Aedes aegepty selalu mengingatkan kita akan penyakit demam berdarah (DB) yang kini tengah menyerang di beberapa negara tropis dan sub tropis. Termasuk Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki jumlah penderita cukup banyak di tahun ini. Penanganan yang tepat dan cepat menjadi salah satu faktor proses penyembuhan bagi pasien DB. Sementara pencegahan akan demam berdarah paling efektif adalah dengan meminimalisi perkembangbiakan nyamuk pembawa virus deman berdarah ini.

doktersehat-malaria-nyamuk-anopheles-plasmodium-chikungunya

Aedes aegypti merupakan primary vector atau pembawa utama virus dengue yang menyebabkan demam berdarah. Tak hanya virus dengue nyamuk ini juga membawa virus demam kuning (yelllow fever), serta virus zika yang menyebabkan demam zika. Nyamuk Aedes aegypti memiliki ukuran sedang, tubuh berwarna kecoklatan, dengan permukaan tubuh dan tungkai yang tertutup sisik bergaris putih keperakan. Meskipun demikian ukuran dan warna nyamuk akan berbeda antarpopulasi, tergantung nutrisi dan kondisi lingkungan perkembangan nyamuk. Untuk mengenali secara jelas jenis nyamuk ini dengan mata telanjang, yaitu adanya rambut-rambut tebal pada antena nyamuk.

Nyamuk Aedes aegypti biasanya akan aktif pada pagi hingga siang hari. Tempat yang banyak disinggahi nyamuk ini biasanya di area gelap, lembab, atau basah. Mulai dari tempat penyimpanan air bersih seperti bak mandi dan tempayan, serta genangan air agak kotor. Di sinilah kewaspadaan perlu ditingkatkan, dengan menguras bak mandi dan penyimpanan air lainnya lebih sering, serta menutup tempat-tempat tersebut. Waspadai pula alas pot bunga, alas teko, alas gelas pada dispenser, tempat minum burung dalam sangkar, talang di atas genteng yang terkadang tersumbat dedaunan, hingga tumpukan baju bekas atau baju kotor. Tempat-tempat inilah yang berpotensi sebagai tempat perkembangan nyamuk Aedes aegypti.

Pada penularannya hanya nyamuk betinalah yang akan mengisap darah. Darah dibutuhkan sebagai asupan yang diperlukan dalam memproduksi telur. Biasanya nyamuk betina akan meletakkan telur pada permukaan air bersih secara individual. Telur akan menetas dalam 1-2 hari, dan membutuhkan waktu antara 7-8 hari untuk menjadi nyamuk dewasa. Namun telur ini pun akan tahan pada tempat yang kering hingga satu bulan lamanya, dan baru akan menetas jika terendam ke dalam air.

Baca Juga:  Bolehkah Menyisir Rambut Saat Basah?

Sementara nyamuk jantan tidak membutuhkan darah, dan energi yang diperoleh berasal dari berbagai tumbuhan atau nektar bunga. Secara ukuran, nyamuk betina berukuran lebih besar dibanding nyamuk betina. Dengan mengenali bentuk serta siklus dan perilaku nyamuk Aedes aegypti diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan bersama sebagai tindakan pencegahan.

Di saat kondisi darurat demam berdarah seperti di beberapa daerah Indonesia saat ini, banyak orang yang seperti yang sekarang ini banyak terjadi di beberapa daerah di Indonesia, selain pertolongan pertama yang diberikan kepada pasien, kadar trombosit menjadi ukuran tindakan pertolongan pertama harus segera dilakuakn kepada pasien yang mengalami gejala atau sudah teridentifikasi terkena demam berdarah.