Kenali Keracunan Makanan Lebih Jauh

DokterSehat.Com – Sering kita lihat di acara berita mengenai keracunan makanan setelah berpesta. Umumnya keracunan seperti ini terjadi pada banyak orang di saat yang bersamaan. Hal ini mungkin terjadi karena kurangnya higienitas saat memasak maupun saat makanan tersebut di makan. Beberapa sumber menyebutkan bahwa keracunan makanan adalah kondisi gangguan pencernaan akibat konsumsi makanan atau air yang tercemar bakteri maupun bahan kimia. Bakteri yang sering menyebabkan keracunan makanan antara lain Salmonella, Campylobacter, dan Clostridium perfringens.

doktersehat-bulimia-nervosa

Keracunan makanan memberikan gejala, seperti:

  1. Diare akut, terjadi mendadak setelah konsumsi makanan atau minuman yang tercemar dan biasanya berlangsung kurang dari 2 minggu
  2. Adanya lendir atau darah pada tinja, menunjukkan invasi bakteri atau bahan iritan pada permukaan usus
  3. Nyeri perut, bisa disertai kram otot perut akibat hilangnya elektrolit tubuh
  4. Kembung
  5. Mual
  6. Muntah

Masalah penyebab keracunan makanan umumnya dipengaruhi oleh faktor higienitas, antara lain:

  1. Riwayat makan/ minum di tempat yang tidak higienis
  2. Konsumsi daging/ unggas yang kurang matang
  3. Konsumsi makanan laut mentah

Kegawatan yang sering terjadi akibat keracunan makanan adalah terjadinya dehidrasi. Diare yang terus menerus dan mungkin disertai muntah akan menyebabkan hilangnya cairan dan elektrolit tubuh. Dehidrasi biasanya ditandai dengan adanya mata tampak cowong, mulut kering, keringat yang sedikit, juga kencing yang sedikit dan warna urin yang pekat.  Pada bayi mungkin dapat dijumpai bayi menangis tanpa mengeluarkan air mata dan tampak kehausan. Pada kondisi dehidrasi berat, baik dewasa maupun bayi akan tampak mengantuk dan tidak mau minum.

Anda dapat memberikan pertolongan pertama untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Berikan air minum yang matang, bisa juga ditambahkan oralit atau gula garam guna mencegah hilangnya elektrolit tubuh. Cara membuat larutan gula garam cukup mudah:

  1. Siapkan 200 ml air yang telah dimasak atau setara dengan 1 gelas belimbing
  2. Tambahkan gula sebanyak satu sendok teh
  3. Tambahkan garam sebanyak seperempat sendok teh
  4. Aduk hingga larut
Baca Juga:  Wanita Bisa Berusia Semakin Panjang Jika Rajin Membersihkan Rumah

Namun perlu diketahui, pemberian cairan ini tidak menghentikan diare dan muntah akibat keracunan makanan, ia hanya mencegah terjadinya dehidrasi. Untuk itu, bila Anda atau orang di sekitar Anda mengalami gejala keracunan makanan, segera bawa ke tempat pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Dan untuk mencegah berulangnya kejadian keracunan makanan, jagalah kebersihan diri dan lingkungan, terutama saat masak dan makan.