Kenali Keloid Atau Scar Tissue

DokterSehat.Com – Sering kali kita mendapati seseorang memiliki bekas luka yang cukup besar dan tidak mudah hilang di beberapa bagian tubuh. Luka-luka yang disebabkan oleh terkena benda tajam atau disebabkan oleh jatuh dari kendaraan tersebut ternyata bisa meninggalkan bekas yang disebut dengan keloid atau scar tissue. Disamping karena kecelakaan, keloid juga bisa muncul karena bekas operasi atau karena luka bakar. Keloid sendiri biasanya berbentuk layaknya kulit yang menonjol dengan warnna yang cenderung lebih gelap dari kulit normal. Bentuk keloid yang mirip dengan daging tumbuh ini tentu saja akan sangat menggangu penampilan fisik.

doktersehat-bekas-leher

Keloid biasanya akan mudah muncul pada area dimana luka meninggalkan bagian yang berwarna merah darah atau merah muda sebagai pertanda rusaknya atau terkelupasnya jaringan kulit. Disamping itu, area sekeliling bekas luka juga bisa menjadi area awal tumbuhnya keloid. Setelah luka mulai mengering dan mulai membentuk jaringan penutup baru, luka akan terasa sedikit gatal dan memunculkan bercak-bercak coklat kehitaman yang ternyata pada nantinya akan menjadi keloid. Keloid yang berwarna gelap sendiri bisa terbentuk karena kulit yang terluka dibiarkan terbuka sehingga terpapar udara dan juga sinar matahari secara langsung.

Sebuah penelitian menunjukkan sebuah anomali pada beberapa jenis keloid yang bisa berkembang. Kasus ini memang masih cenderung langka, namun, jika keloid terus berkembang tanpa terkontrol, maka bisa jadi hal ini adalah pertanda dari kasus kanker kulit yang tentu harus diobati dengan tepat.

Keloid sebenarnya adalah sebuah hal yang normal pada tubuh mengingat keloid adalah cara tubuh untuk mengobati jaringan kulit yang rusak karena terluka. Hanya saja, tampilan keloid yang mengganggu kecantikan fisik tentu membuat banyak orang ingin menghilangkannya. Beberapa pakar kesehatan memiliki beberapa contoh pengobatan keloid layaknya memakai gel silikon yang banyak dipakai pasca operasi, menggunakan minyak pelembab yang membuat jaringan kulit tetap dalam kondisi yang lembut, atau bahkan dengan operasi pembuangan keloid.

Baca Juga:  Awas, Kerja Lembur Bisa Meningkatkan Resiko Kanker Payudara