Kenali Gejala Gagal Jantung

DokterSehat.com – Gagal jantung merupakan penyakit yang disebabkan oleh arteri koroner, serangan jantung, kardiomiopati, dan tekanan darah tinggi. Gejala gagal jantung bisa muncul dan hilang begitu saja.Gejala gagal jantung berkaitan erat dengan perubahan yang terjadi pada jantung dan tubuh. Tingkat keparahannya tergantung pada seberapa lemah jantung Anda. Berikut gejala gagal jantung seperti yang dilansir dalam webmd.com:



  • Sesak napas. Kondisi jantung yang lemah dapat menyebabkan timbunan cairan di paru-paru. Akibatnya, penderita akan mengalami sesak napas atau kesulitan bernapas saat istirahat atau saat berbaring di tempat tidur. Kongesti paru-paru juga bisa mengakibatkan batuk kering atau mengi.
  • Sering buang air kecil. Jantung yang lemah hanya memompa sedikit darah ke ginjal dan menyebabkan timbunan cairan, sehingga mengakibatkan pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, dan perut (disebut edema) serta peningkatan berat badan. Kondisi ini juga dapat mengakibatkan penderita sering buang air kecil di malam hari karena tubuh berusaha untuk mengeluarkan kelebihan cairan ini. Kondisi perut yang kembung dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan atau mual.
  • Pusing, kelelahan, dan lemas. Kurangnya asupan darah ke organ vital dan otot akan membuat Anda merasa lelah dan lemas. Sementara kurangnya aliran darah ke otak bisa menyebabkan pusing atau kebingungan.
  • Detak jantung cepat dan tidak teratur. Jantung berdetak lebih cepat untuk memompa cukup darah ke tubuh. Hal ini dapat menyebabkan detak jantung cepat atau tidak teratur.

Perlu diketahui bahwa gejala yang dirasakan tidak dapat menentukan tingkat keparahan jantung Anda. Bisa saja seseorang merasakan banyak gejala namun sebenarnya fungsi jantung Anda mungkin hanya sedikit melemah. Sebaliknya, bila Anda merasakan sedikt gejala namun bisa jadi jantung Anda sudah rusak lebih parah.

Baca Juga:  Akses Sanitasi dan Air Bersih Masih Rendah, Masyarakat Indonesia Rentan Terkena Penyakit Ginjal

Untuk mengurangi gejala gagal jantung, Anda bisa melakukan kebiasaan berikut ini:

  • Menjaga keseimbangan cairan. Catatlah jumlah cairan yang Anda minum atau makan dan seberapa sering Anda buang air. Ingat, semakin banyak cairan dalam pembuluh darah Anda, semakin sulit jantung bekerja untuk memompa kelebihan cairan dalam tubuh. Batasi asupan cairan Anda setidaknya kurang dari dua liter per hari untuk membantu mengurangi beban kerja jantung dan mencegah gejala muncul berulang.
  • Batasi berapa banyak garam (sodium) yang Anda makan.
  • Memantau berat badan dan menurunkan berat badan jika diperlukan. Kontrol berat badan Anda tanpa cairan ekstra sengan menimbang tubuh pada waktu yang sama setiap hari, sebaiknya pada pagi hari, dengan pakaian yang sama, setelah buang air kecil tapi sebelum makan, dan pada skala yang sama. Catat berat badan setelah menimbang. Jika bobot tubuh bertambah 2 kg dalam satu hari atau 5 kilogram dalam satu minggu, segera hubungi dokter Anda.
  • Memantau gejala Anda. Hubungi dokter jika gejala baru terjadi atau jika gejala Anda memburuk. Jangan menunggu munculnya gejala sampai kondisi makin parah.
  • Minum obat dengan teratur. Biasanya dokter akan memberikan resep obat yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan jantung dalam memompa darah, mengurangi stres pada jantung, menurunkan perkembangan gagal jantung, dan mencegah penumpukan cairan. Banyak obat gagal jantung digunakan untuk mengurangi pelepasan hormon berbahaya. Obat ini akan membuat pembuluh darah melebar  sehingga dapat menurunkan tekanan darah Anda.

Pengobatan gagal jantung meliputi latihan, perubahan pola makan, obat-obatan, dan jarang dilakukan tindakan operasi.