Kenali Gejala dan Pencegahan Pneumonia Pada Balita

DokterSehat.Com – Pneumonia adalah salah satu jenis penyakit yang menyerang organ paru-paru. Pneumonia sendiri adalah infeksi atau peradangan yang terjadi pada paru-paru yang disebabkan oleh adanya serangan virus, jamur, atau bahkan bakteri. Hampir semua kalangan, dari yang masih balita hingga sudah dewasa memiliki resiko yang sama untuk mendapatkan pneumonia. Yang menjadi masalah adalah, pneumonia ternyata sangat berbahaya bagi anak-anak di bawah usia lima tahun. Tercatat, pneumonia adalah penyakit yang paling mematikan bagi balita di seluruh dunia.

doktersehat-ispa-infeksi-saluran-pernafasan-akut

Pneumonia sering terjadi pada negara-negara Asia Selatan atau Afrika Utara dan Tengah. WHO sendiri mencatat pada tahun 2013 terdapat 1,2 juta anak yang meninggal karena penyakit paru-paru ini. Dengan rasio 230 anak bisa meninggal dalam waktu satu jam saja di seluruh dunia, pneumonia tentu lebih berbahaya bagi balita jika dibandingkan dengan malaria, TBC, atau bahkan HIV/AIDS. Di Indonesia sendiri, balita yang terkena pneumonia tercatat sekitar 2 hingga 3 persen dari total seluruh balita di Indonesia. Setidaknya, 15 persen balita yang terkena pneumonia akan beresiko meninggal dunia.

Penyebab utama dari penyakit pneumonia adalah virus streptococcus pneumonia, haemophilus influenzae tipe B, atau bahkan respiratory syncytial virus. Bayi-bayi yang memiliki batuk atau flu yang akut haruslah diwaspadai karena bisa jadi hal tersebut bisa memicu pneumonia. Penderita pneumonia akan memiliki gangguan fungsi pada paru-paru. Adanya infeksi atau peradangan pada paru-paru akan membuat banyaknya lendir yang memenuhi alveoli. Alveoli ini adalah penyalur oksigen yang nantinya akan tersebar ke seluruh tubuh bersama dengan darah. Hal ini berarti kadar oksigen dalam darah akan turun dengan signifikan bagi penderita pneumonia.

Balita yang memiliki pneumonia akan mengalami gejala yang mirip dengan sakit pilek biasa layaknya demam, sakit kepala, batuk, hingga pilek. Jika bayi tidak ditangani dengan benar, maka bayi akan mengalami kejang-kejang, hipotermia, atau bahkan kehilangan kesadaran. Bayi atau balita yang beresiko terkena pneumonia adalah yang memiliki sistem ketahanan tubuh yang sangat buruk yang biasanya ditandai dengan berat badan yang sangat ringan saat lahir. Untuk memastikan bahwa anak tidak akan terkena pneumonia, maka kita bisa memberikan imunisasi dasar yang bisa menekan resiko balita mendapatkan pneumonia.