Kenali Gejala dan Pencegahan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

DokterSehat.com – Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan penyakit lambung yang disebabkan refluks asam lambung. Adanya gangguan pada katup penghubung antara lambung dan kerongkongan menyebabkan asam lambung yang semestinya tetap berada di perut naik ke kerongkongan dan menimbulkan sensasi terbakar di dada.

6

Gejala

Selain menimbulkan sensasi terbakar di dada. Gangguan ini biasanya jugamenimbulkan gejla mirip dengan maag, seperti mual dan kembung. Penderita juga akan merasakan sakit sat menelan, mulut terasa asam, sering bersendawa, dan kerap terserang radang tenggorokan.

Penyebab

Dari hasil penelitian oleh para ahli diketahui bahwa depresi dan kecemasan bisa meningkatkan risiko GERD hingga empat kali lipat. Zat kimia otak cholecystokinin (CCK) yang selama ini dikaitkan dengan panik dan gangguan pencernaan kemungkinan besar juga memicu GERD pada pasien dengan gangguan cemas.

Pencegahan

1. Jangan tidur setelah makan. Setidaknya beri jarak 2-3 jam sehabis makan supaya isi lambung tidak berbalik ke kerongkongan sebelum tercerna sempurna saat tidur terlentang.

2. Sebaiknya hindari makanan dan minuman yang dapat memicu pengeluaran asam lambung, seperti kopi dan alkohol.

3. Lakukan olahraga minimal 30 menit 3 kali dalam seminggu bisa membantu mencegah serangan panik.

4. Jangan mudah panik. Kenali apa saja yang membuat panik sehingga Anda dapat mengatasinya sendiri.

5. Tembakau dalam rokok bisa meningkatkan produksi asam lambung dan melemahkan fungsi katup penghubung antara lambung dan kerongkongan.