Kenali Gangguan Tidur yang Bisa Terjadi pada Anak Anda

DokterSehat.Com – Tidur merupakan kebutuhan wajib bagi siapapun  tak terkecuali bagi anak kita. Tidur bisa mengembalikan fungsi tubuh setelah seharian beraktivitas. Tidur yang berkualitas tentunya sangat diperlukan. Adanya gangguan tidur yang terjadi pada anak kita tentunya akan bisa berdampak kurang baik dan tentunya ada harga mahal yang harus dibayar. Peran orangtua penting untuk mengetahui apakah anak mengalami gangguan tidur.



Secara garis besar, ada 2 jenis gangguan tidur yang bisa terjadi yaitu disomnia dan parasomnia. Disomnia adalah gangguan primer dapat meliputi gangguan pada jumlah, kualitas, atau waktu tidur. Disomnia bisa meliputi :

  • Insomnia : gangguan siklus tidur yang berupa kesulitan untuk memulai tidur, mempertahankan tidur  atau bangun telralu awal. Pada anak, insomnia dapat terjadi hanya sementara namun bisa juga terjadi bekepanjangan. Insomnia pada anak bisa disebabkan karena cemas,stress,kesakitan atau karena gangguan pada mental anak. Bila terjadi insomnia pada anak Anda, Anda bisa melakukan hal ini:
  1. Cari penyebab stress pada anak misalnya ada PR darisekolah yang terlalu banyak, masalah dengan teman disekolah, atau karena teman baru.
  2. Buat jadwal rutin yang berisi waktu untuk istirahat atau waktu relax.
  3. Namun jika insomnia berlanjut harus segera menghubungi dokter
  • Hipersomnia : keluhan mengantuk yang belebihan yang terlihat dari tidur yang terlalu lama
  • Mendengkur  dan Obstructive sleep apnea (OSA)

Mendengkur dapat disebabkan  karena berbagai masalah misalnya sumbatan di hidung, pembesaran adenoid atau tonsil. Mendengkur bisa saja tidak bahaya namun membuat kualitas tidur berkurang dan bisa mengubah pula siklus tidur. Gangguan siklus tidur bisa mengubah mood dan energi. Beberapa anak yang terbiasa tidur mendengkur bisa memiliki problem serius yaitu Obstructive sleep apnea (OSA).  Gejala OSA meliputi periode mendengkur pada saat tidur dengan terdapat periode berhenti napas diantaranya, bisa disertai pula  tersedak . OSA  menimbulkan masalah karena dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti gangguan pertumbuhan dan perkembangan, problem dalam belajar, hiperaktivitas/ ADHD. Bila anak Anda dicurigai OSA maka sangat dianjurkan untuk menemui dokter.

Baca Juga:  Sindrom Stevens-Johnson

 

Gangguan tidur dapat lain yaitu parasomnia. Parasomnia dapat meliputi:

  • Sleepwalking

Sleepwalking jarang terjadi, dan biasanya terjadi lebih banyak pada laki-laki dibanding perempuan. Sleepwalking bisa terjadi karena dari sistem saraf pusat atau karena anak terlalu capek. Sleepwalking bisa sangat membahayakan, orangtua harus menjaga anak agar tidak cedera saat terjadi sleepwalking

  • Night terrors

Merupakan keadaan dimana anak bangun mendadak dari tidur dengan keadaan ketakutan, berteriak, menangis, detak jantung meningkat dan pupil dilatasi. Sama dengan sleepwalking, night terrors dihubungkan dengan keadaan sistem saraf pusat yang imatur. Biasanya terjadi setelah usia 18 bulan dan menghilang setelah usia 6 tahun. Jika anak Anda mengalami hal ini, penting untuk memastikan bahwa kamar anak aman dari benda-benda yang bisa menyebabkan timbul cedera.

  • Nightmares

merupakan mimpi yang menakutkan yang terjadi pada fase REM (rapid eye  movement) saat tidur dan sering terjadi pada anak. nightmare bisa terjadi sebagai akibat dari episode emosional yang dapat terjadi setiap hari misalnya  bertengkar dengan teman di sekolah, masalah dengan mata pelajaran di sekolah. Menurut penelitian, nightmare sering tejadi pada usia 6 tahun dan seiring dengan bertambahnya umur maka angka kejadian akan berkurang.

Di atas adalah beberapa gangguan tidur pada anak yang bisa terjadi. Bila Anda menemukan keganjilan pada tidur anak maka Anda sebaiknya waspada, menanyakan pada anak apa yang terjadi padanya  sehingga menyebabkan tidur menjaditerganggu. Namun jika ternyata gangguan tidur terjadi berkepanjangan maka disarankan membawa anak ke konsultan sehingga dapat diperoleh solusi terbaik dan anak bisa mendapatkan kembali  tidur yang berkualitas.