Kenali Cytomegalovirus

DokterSehat.Com– Akhir-akhir ini dunia persepakbolaan Indonesia dihebohkan dengan kematian Diego Mindieta yang merupakan pemain Persis Solo. Diego diberitakan meninggal akibat cytomegalovirus.

doktersehat-virus-kanker-cancer-rubella-gaucher-disease-rhabdomyosarcoma

Cytomegalovirus (CMV) merupakan jenis virus herpes. Virus ini sebenarnya tidak berbahaya namun apabila kekebalan tubuh penderita melemah maka virus ini bisa menimbulkan masalah yang serius bagi kesehatan bahkan dapat menimbulkan kematian.

Virus cytomegalovirus akan tetap hidup dalam tubuh. Oleh karena itu, bagi penderita yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat maka virus ini tidak akan aktif. Tapi, bagi penderita yang imunitasnya lemah, maka cytomegalovirus justru akan menyebabkan komplikasi seperti radang otak dan kebutaan. Bila virus sudah mulai menyebar, biasanya penderita akan mengalami demam selama dua samapai tinga minggu dan disertai dengan penyakit hepatitis.

Virus ini juga rentan menginfeksi ibu hamil. Selain itu, bayi yang dikandungnya juga dapat terinfeksi melalui plasenta. Jika hal ini dialamin pada awal kehamilan, maka akan meningkatkan resiko keguguran. Apabila bayi lahir, maka dapat menyebabkan kecacatan pada bayi.

Infeksi CMV ini bisa ditandai dengan gejala yang ringan atau tanpa gejala sama sekali. Dalam beberapa kasus, virus ini gejalanya bisa mirip mononucleosis, yakni pembesaran getah bening, demam, kecapaian, lemah, tidak nafsu makan, sakit tenggorokan, dan nyeri otot. Apabila kondisinya lebih parah, maka virus ini akan berkembang menjadi cytomegalovirus.

Virus ini biasanya menginfeksi penderita HIV dengan gejala berupa diare, pneumonia, kebutaan, endefalitis, dan pendarahan pada luka.

Cytomegalovirus dapat menimbulkan komplikasi kesehatan pada orang yang imunitasnya lemah. Apabila seseorang telah terinfeksi virus ini sebaiknya selalu berada dalam perawatan dokter agar tidak menimbulkan efek yang makin parah.