Ciri-Ciri Cacingan, Gejala, dan Pengobatannya

ciri-ciri-cacingan-doktersehat

DokterSehat.Com – Mungkin banyak yang penasaran apa saja ciri-ciri cacingan, baik pada anak maupun orang dewasa. Sering juga kita temui orang tua yang khawatir ketika anaknya tidak mau makan, badannya kurus, lemah, dan lesu lalu.

Jika mengalami hal-hal tersebut,para orang tua biasanya langsung mencurigai jangan-jangan anaknya mengalami cacingan. Penyakit yang satu ini memang tidak boleh dianggap remeh.

Jika dibiarkan, bisa menurunkan tingkat kesehatan anak dan bahkan orang dewasa sekalipun. Oleh karena itu, mari kita sama-sama mengenali tanda-tanda cacingan!

Penyakit cacingan pada manusia sering dimanifestasikan oleh parasit cacing yang hidup di usus besar dan usus halus. Cacing-cacing ini bisa bertahan hidup karena mendapat nutrisi dari menyerap darah di dinding usus dan sari makanan yang kita makan.

Cacing yang menyerang manusia setidaknya ada tiga macam (yang populer) antara lain:

  • Cacing kremi,
  • Cacing gelang, dan
  • Cacing pita

baca juga: kenali penyebab cacingan pada anak dan pencegahannya

Hal itu penting dibedakan karena masing-masing memiliki ciri-ciri yang khas atau berbeda satu sama lain.

Ciri-ciri orang cacingan

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, setiap cacing akan menunjukkan gejala cacingan yang berbeda-beda. Lebih jelasnya, berikut ciri-ciri orang cacingan:

  • Cacing kremi

    Gejalanya adalah rasa gatal di sekitar daerah anus atau vulva (kemaluan wanita). Gejala cacingan ini akan memburuk di malam hari ketika cacing kremi biasanya akan keluar dari permukaan tubuh untuk menaruh telurnya di sekitar anus/vulva. Cacing juga biasanya dapat terlihat di feses.

  • Cacing gelang

    Biasanya tidak menimbulkan gejala, meskipun untuk jenis toxocara canis dapat menyebabkan masalah penglihatan apabila terdapat di mata karena menimbulkan radang & luka pada retina mata.
    Cacing gelang juga dapat berpindah ke bagian paru-paru menyebabkan timbulnya batuk & asma, serta menimbulkan bengkak di organ tubuh lain.

  • Cacing pita

    Dapat menimbulkan rasa sakit di daerah perut. Cacing pita dapat menutupi daerah otot, kulit, jantung, mata & otak.

Baca Juga: Benarkah Anus Gatal Pasti Disebakan Cacingan?

Gejala cacingan yang terlihat secara umum

Selanjutnya, kita juga perlu tahu gejala cacingan secara umum, seperti:

  • Wajah agak pucat, lesu dan kurang bergairah
  • Kurus dan perut agak buncit
  • Berat badan tidak naik-naik meski nafsu makan tidak berkurang
  • Pada anak (bayi) tampak gelisah di malam hari dan sering-garuk pantat (bagian anus)
  • Sering mengalami gangguan lambung, mulas, diare, atau sulit buang air besar (seperti gejala penyakit maag)
  • Sering batuk

Apabila terjadi infeksi yang lebih lanjut menunjukkan cacing sudah berpindah tempat dari usus ke organ lain, sehingga menimbulkan kerusakan organ & jaringan, dapat timbul gejala:

  • Demam
  • Adanya benjolan di organ/ jaringan tersebut
  • Dapat timbul reaksi alergi terhadap larva cacing
  • Infeksi bakteri
  • Kejang atau gejala gangguan syaraf apabila organ otak sudah terkena

Penanganan cacingan

Terkadang memang sulit mendeteksi ciri-ciri orang cacingan, maka Anda harus rutin untuk minum obat cacing setiap enam bulan satu dosis yang sesuai dan dianjurkan. Jika Anda sudah mengetahui terkena cacingan, segera ke dokter!

Nantinya, akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut kejadian cacingan yang menyerang anggota keluarga. Ini akan efektif agar Anda bisa mendapatkan obat cacingan yang diresepkan dan sesuai.

baca juga: mitos cacingan pada anak

Pengobatan

Obat cacingan yang mempunyai efek sebagai anti parasit dapat digunakan. Ada 2 jenis obat cacingan yang biasa digunakan, yaitu:

Pyrantel pamoat

Dosis untuk pengobatan cacingan yang belum diketahui jenisnya adalah :
Dewasa/anak-anak: 10 mg/kg BB, diberikan dalam dosis tunggal

Mebendazole

Dosis untuk pengobatan cacingan yang belum diketahui jenisnya, sama dengan dosis diatas, yaitu:
Dewasa/anak-anak: 10 mg/kg BB, diberikan dalam dosis tunggal

Apabila ada anggota keluarga yang terkena cacingan, sebaiknya pengobatan juga diberikan untuk seluruh anggota keluarga untuk mencegah/mewaspadai terjadinya penularan cacingan tersebut.

Selama masa pengobatan hindari penularan cacingan ke anggota keluarga lain dengan cara mencuci tangan dengan sabun setiap habis ke toilet atau sebelum menyentuh makanan, hindari juga untuk menyentuh mulut dengan tangan yang belum dicuci.

Ada baiknya juga, untuk mencegah terjadinya cacingan, anda bisa minum obat cacing setiap enam bulan satu kali. Ini sesuai dengan anjuran yang ada.