Kenali Bentuk Penis Anak Anda

DokterSehat.Com – Anak adalah titipan dari Yang Kuasa. Bukan berarti ketika ibu menjaga kehamilan dengan baik, kelainan pada anggota tubuh anak dapat dihindari. Sebagai orangtua, penting untuk mengenali kondisi anak laki-lakinya, terutama sebelum menjelang pubertas. Penis adalah organ vital. Kenapa disebut vital? Karena fungsinya yang penting. Tidak hanya asesoris dan kebanggaan, perhatian kepada penis lebih kepada fungsinya sendiri. Penis adalah “alat” untuk berkemih dan juga sebagai alat untuk menciptakan keturunan selanjutnya nantinya.

doktersehat-bayi

Maka, penting untuk mengetahui adanya kelainan penis pada anak sebagai berikut.

  1. Hipospadia

Hipospadia adalah kondisi ketika lubang penis tidak berada di ujung penis melainkan berada di bagian sisi bawah penis. Selain kesulitan dalam berkemih, kondisi ini biasanya juga diikuti oleh bentuk penis yang bengkok. Satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah berkonsultasi dengan dokter bedah plastik agar dilakukan suatu reposisi lubang.

  1. Epispadia

Hampir serupa dengan hipospadia, epispadia adalah kondisi lubang penis berada di bagian atas penis. Jangan anggap hal ini adalah hal yang normal. Berkonsultasi dengan dokter bedah plastik adalah cara yang tepat.

  1. Fimosis

Fimosis adalah suatu kondisi ketika kulit penis (preputium) tidak dapat ditarik ke pangkal penis. Hal ini disebabkan oleh suatu kotoran (smegma) yang menempel antara kulit penis dengan mukosa penis. Cara untuk mencegah agar hal ini tidak terjadi adalah secara rutin preputium penis ditarik ulur ketika mandi dan dibersihkan sampai anak siap disunat. Cara untuk mengatasi hal ini adalah dengan dilakukannya sunat pada anak.

  1. Parafimosis

Parafimosis adalah kondisi kegawatan di mana kulit penis menjepit batang penis ketika ditarik. Hal ini membutuhkan penanganan segera supaya penis dibebaskan dari kulit yang menjepit. Parafimosis membutuhkan penanganan yang cepat mengingat penis yang terjepit tidak akan mendapatkan suplai darah sehingga cenderung untuk mengalami kematian jaringan.

  1. Adesensus Testikulorum
Baca Juga:  Bahaya Makanan Jajanan Di Sekitar Kita

Adesensus testikulorum adalah tidak turunnya testis ke dalam skrotum. Hal ini dapat dikenali dengan cara menyentuh dan meraba skrotum, apakah terdapat jaringan di dalamnya. Jika dibiarkan, maka ketika dewasa, anak akan mengalami kemandulan.  Efek lain dari adesensus testikulorum ini adalah mudahnya testis mengalami trauma karena tidak terlindung oleh skrotum, atau karena letaknya tidak di tempat yang seharusnya, maka akan berkembang menjadi tumor testis.  Konsultasikan kepada dokter jika anda mendapati hal ini terjadi pada anak anda.

Sekali lagi, kenali bentuk penis anak anda. Jika tidak diobati, maka anak akan kesulitan buang air kecil, kesulitan dalam mencapai ereksi atau justru mengalami kemandulan ketika dewasa nantinya. (dr. Ursula Penny)