Kenali Benjolan di Payudara Anda

doktersehat-wanita-kanker-payudara-konsultasi-implan-bakteri-mastitis

DokterSehat.Com – Mencegah lebih baik daripada mengobati. Untuk mencegah ancaman kanker pada payudara sebaiknya perhatikan perubahan yang terjadi pada payudara Anda. Semakin dini pengecekan, maka risiko kanker payudara semakin bisa diminimalisirkan.

Benjolan lembut
Benjolan saat disentuh terasa lembut halus, berbentuk bulat (seperti buah anggur) yang mudah bergeser sedikit ketika Anda menekan di atasnya. Bentuknya bisa besar atau kecil dan menimbulkan rasa sakit ketika disentuh. Waspadai itu gejala kista sederhana atau kantong berisi cairan alami. Selain berbentuk benjolan, kista juga dapat menimbulkan penebalan pada jaringan payudara.

Kista payudara biasanya tumbuh di kedua sisi payudara, yang dapat berubah-ubah ukuran dan kepadatannya selama siklus menstruasi Anda. Kista payudara dapat tunggal atau jamak (multipel), yang berada di dekat permukaan atau lebih dalam, di dekat dinding dada. Jika kista lebih dekat dengan permukaan, Anda lebih mudah menemukan dan membedakannya dari benjolan lain. Tetapi jika lebih dalam, Anda lebih sulit untuk dibedakannya dari benjolan payudara jenis lain, karena tersembunyi di balik lapisan jaringan payudara yang mungkin padat dan keras.

Kista payudara umumnya muncul pada wanita usia 30 sampai 50-an, tapi paling sering ditemukan pada wanita yang mendekati menopause. Wanita pasca menopause kurang cenderung memiliki kondisi ini.

Kista payudara tidak memerlukan pengobatan, tetapi dokter Anda dapat menyarankan tindakan medis untuk menghapusnya. Dokter dapat melakukan aspirasi jarum halus dengan jarum suntik. Prosedur ini menyedot cairan dari dalam kista sehingga membuatnya kempis.

Bengkak seperti jerawat di sekitar areola
Jika Anda selalu mengalami pembengkakan seperti ini, maka hampir dapat dipastikan benjolan tersebut merupakan bagian dari anatomi payudara Anda. Namun jika benjolan itu baru, maka hal itu kemungkinan merupakan sinyal adanya infeksi, atau dalam kasus yang jarang, kanker. Bila ini yang terjadi, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter. Tanda-tanda luar lain yang harus diperhatikan dan diketahui oleh dokter adalah puting payudara membalik (membelesak ke dalam), atau rasa gatal, sisik yang terasa sakit, atau ruam pada puting. “Sekitar satu persen dari kanker payudara melibatkan perubahan dalam kulit payudara, seperti tekstur kulit jeruk, bersamaan dengan rasa hangat di payudara, yang bisa merupakan peradangan kanker payudara,” ujar Saslow. Hal ini jarang terjadi, tetapi merupakan tipe kanker yang agresif.

Sebaiknya segeralah konsultasi dengan dokter. Lakukan setidaknya setiap tiga tahun pada usia 20-an dan 30-an, serta setiap tahun pada usia 40-an. Anda harus menjalani mamografi setiap satu atau dua tahun mulai umur 40 tahun. Lakukan juga breast self-exams (BSE) atau sadari (pemeriksaan payudara sendiri) setiap bulan. Bila dilakukan secara rutin, Anda lebih mudah mengamati jika terjadi perubahan pada payudara.

Cairan
Hati-hati bila keluar cairan lewat kedua puting susu padahal tidak sedang menyusui atau hamil. Biasanya, masalah di kelenjar tiroid atau hipofisi menjadi penyebab. Namun, waspadai bila cairan disertai darah (mungkin kanker) atau cairan dengan warna kekuningan atau kehijauan (infeksi).

Benjolan keras
Bila Anda menemukan sebuah benjolan keras dan padat dengan bentuk tidak teratur atau bergerigi dan saat ditekan, benjolan tidak bergerak, mungkin itu kanker atau tumor. Penyebabnya tidak diketahui, namun riwayat kesehatan keluarga menjadi faktor risiko utama. Tak ada cara lain selain segera temui dokter dan lakukan mammogram.

Benjolan licin dan mudah digerakkan
Bila menemukan benjolan keras, bulat dan bisa bergeser saat disentuh tanpa menimbulkan rasa sakit, mungkin Anda mengalami Fibroadenoma. Tumor jinak ini biasa diderita perempuan muda usia 20 tahunan akibat perubahan tingkat hormon. Segera temui dokter untuk mammogram. Jika tumor sudah besar, harus dilakukan operasi pengangkatan.