Kenali Bahaya Masturbasi

DokterSehat.Com – Tidak bisa di pungkiri, 95% para remaja kita pernah melakukan masturbasi atau onani meskipun hanya sekali dalam hidupnya. Dan tidak jarang juga mereka justru ketagihan untuk memuaskan prilaku seksnya dengan dirinya sendiri atau masturbasi.

12

Mesikupun ada beberapa manfaat masturbasi yang Anda diperoleh, namun ternyata dampak negatif atau bahaya masturbasi jauh lebih besar.

Mungkin Anda akan merasa bungkam atau merasa canggung jika diajak atau diminta membahas aktivitas seksual masturbasi. Meski pada kenyataannya, baik perempuan maupun laki-laki kerap melakukan aktivitas seksual ini diam-diam, bahkan bisa jadi sering melakukannya kala sendiri.

Konselor dan terapis seks juga keluarga, Dan Drake mengakui, banyak orang masih kesulitan membahas masturbasi meski aktivitas ini merupakan hal yang umum dan normal.

Menurutnya, banyak orang melakukan aktivitas seksual ini ketika berada dalam fase ketidaknyamanan. Sebagai konsekuensinya, aktivitas ini dilakukan secara rahasia. Tak heran jika ketika kata masturbasi dilontarkan, baik dalam percakapan mau pun tulisan, banyak orang merasa canggung.

Padahal, lanjut Drake, dengan membicarakan atau membahas mengenai masturbasi, Anda bisa mengenali sejauhmana masturbasi masih aman dan menyehatkan, atau sudah mulai membahayakan.

Para ahli medis sejauh ini juga berkesimpulan, masturbasi sebagai kegiatan alami dan tidak berbahaya. Akan tetapi, baru menjadi masalah bila dilakukan secara berlebihan hingga mengganggu kehidupan sehari-hari.

Gloria Brame, Ph.D., ahli seksolog klinis mengatakan masturbasi merupakan bagian dari kehidupan seks yang sehat. Kegiatan ini benar-benar aman dan tidak berbahaya. Bahkan, ini lebih sehat daripada Anda menyikat gigi setiap hari, kata Brame.

Bahaya mansturbasi

  1. Impotensi
    Gangguan pada saraf parasimpatik bisa mempengaruhi kemampuan otak dalam merespons rangsang seksual. Akibatnya kemampuan ereksi melemah, bahkan dalam tingkat keparahan tertentu bisa menyebabkan impotensi yakni gangguan seksual yang menyebabkan penis tidak bisa berdiri sama sekali.
  1. Kebocoran katup air mani
    Bukan hanya ereksi saja yang terpengaruh oleh kerusakan saraf, kemampuan saluran air mani untuk membuka dan menutup pada waktu yag tepat juga terganggu. Akibatnya sperma dan air mani tidak hanya keluar saat ereksi, lendir-lendir tersebut bisa juga keluar sewaktu-waktu seperti ingus sekalipun penis sedang dalam kondisi lemas.
  1. Kebotakan
    Dampak lain dari ketidakseimbangan hormon yang terjadi jika terlalu sering masturbasi adalah kerontokan rambut. Jika tidak diatasi, lama-kelamaan akan memicu kebotakan atau penipisan rambut pada pria.
  1. Nyeri punggung dan selangkangan
    Kontraksi otot saat mengalami orgasme bisa memicu nyeri otot, terutama di daerah punggung dan selangkangan. Bagi yang melakukannya dengan tangan kosong tanpa pelumas, rasa nyeri juga bisa menyerang penis karena gesekan yang terjadi bisa menyebabkan lecet-lecet.
  1. Rasa letih sepanjang hari
    Setiap kali tubuhnya mengejang karena orgasme, pria akan kehilangan cukup banyak energi karena hampir semua otot akan mengalami kontraksi. Akibatnya jika terlalu sering, pria akan kehilangan gairah untuk beraktivitas dan cenderung akan merasa ngantuk sepanjang hari.