Kenali Bahaya Kanker Serviks Pada Wanita Muda

kanker-serviks-doktersehat

DokterSehat.Com– Kematian karena kanker serviks di Indonesia terhitung cukup tinggi dan sebagian besar disebabkan oleh kurangnya pemahaman yang menyebabkan keterlambatan dalam pemberian tindakan. Dilansir dari salah satu jurnal di situs National Center for Biotechnology Information, ada 21 persen wanita berusia 20-29 tahun yang terkena kanker serviks, bahkan ada satu persen wanita berusia di bawah 20 tahun yang terkena kanker serviks. Rata-rata 14 kasus kanker serviks per tahun pada remaja putri yang berusia 15-19 tahun. Apa sebenarnya penyebab kanker serviks pada wanita muda?

Di tahun 2012 WHO menyebutkan sekitar 270 ribu kasus kematian pada wanita akibat penyakit kanker. Sedangkan untuk kasus baru kanker serviks mencapai 445 ribu di tahun 2012.

Kanker serviks adalah kanker yang muncul pada leher rahim wanita. Leher rahim berfungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina. Umumnya semua wanita berisiko terkena kanker serviks, namun penyakit ini cenderung dialami oleh wanita yang aktif melakukan hubungan seksual.

Virus HPV dapat menyebar melalui hubungan seksual di mana terjadi kontak langsung antara kulit kelamin, membran mukosa, pertukaran cairan tubuh dan melalui oral seks. Setelah melakukan hubungan seks, diperkirakan 33 persen wanita akan terinfeksi HPV. Namun tidak semua perempuan yang terinfeksi HPV akan menderita kanker serviks. Kekebalan tubuh yang baik mampu melawan infeksi virus HPV.

Kurang lebih ada 15 jenis HPV yang berpotensi menjadi penyebab kanker serviks. Dua di antaranya yang paling umum adalah HPV 16 dan HPV 18 yang menjadi penyebab kanker serviks pada sebagian besar wanita. Jenis HPV yang berisiko tinggi ini dianggap mengandung materi genetik yang bisa dipindahkan dari sel virus ke dalam sel leher rahim. Materi tersebut akan mengganggu kinerja sel, lalu berkembang biak tanpa terkendali. Hal inilah yang menyebabkan munculnya tumor dan berubah menjadi kanker.

Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko kanker serviks di antaranya melakukan aktivitas seksual terlalu dini, berganti-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seks, wanita yang merokok, dan sistem kekebalan tubuh yang lemah.