Kenali 7 Tanda Anak yang Jadi Korban Bullying

doktersehat-anak-bully-sekolah

DokterSehat.Com– Lebih dari seperempat siswa di Amerika Serikat telah mengalami  bullying dari teman-temanya. Mengetahui kabar ini, tentu saja Anda khususnya orangtua ingin tahu apakah anak Anda menjadi salah satu dari mereka.

“Jika ada masalah, dengarkan anak baik-baik sebelum mengambil tindakan, kata Stan Davis, seorang peneliti bullying dan mantan konselor sekolah.

Tanyakan apa yang terjadi pada anak, berapa kali ia mengalamina, apa yang dipikirkan anak Anda tentang hal itu dan betapa terganggunya dia. Jika masalahnya serius, temui guru, pembimbing atau kepala sekolah.

Yang pasti, sulit mengetahui tanda-tanda apakah anak Anda mendapat bullying atau tidak, kalau saja itu mudah, karena banyak faktor yang dapat menjelaskan perilaku anak. Tapi perhatikan isyarat umum ini untuk bisa membantu Anda menemukan masalahnya, seperti mengutip Realsimple, Jumat (5/1/2018)

1. Anak tidak menikmati apa yang dia kerjakan
“Kekurangan kesenangan adalah tanda kunci depresi,” kata Davis. Jika anak Anda kehilangan minat pada makanan, hiburan atau hobi yang biasa ia sukai, perhatikanlah. Biarkan dia tahu bahwa Anda telah memperhatikannya dan meminta dia untuk menceritakannya kepada Anda.

Ketika anak Anda mulai mengalami rasa putus asa, tidak adanya kegembiraan dan keceriaan, itu adalah sesuatu yang perlu dikhawatirkan dan bertanyalah lebih dalam dengan anak Anda. Dari percakapan itu mungkin anak mengalami bullying, tapi mungkin banyak hal. Sebenarnya tidak ada cara untuk membedakannya tanpa bertanya.

2. Prilaku anak berubah setelah menggunakan media sosial
Perubahan dramatis tentang bagaimana anak Anda menggunakan teknologi atau media sosial bisa menjadi tanda bahwa dia diganggu secara online. Misalnya, jika seorang remaja yang biasanya menghabiskan satu atau dua jam dengan media sosial setelah sekolah namun mulai mengabaikan teleponnya, atau menggunakannya lebih dari biasanya.

Perhatikan juga apakah anak tampak marah, frustrasi atau gugup saat atau setelah menghabiskan waktu di dengan telepon pintarnya.

3. Anak sering sakit kepala atau sakit perut
Tekanan dari bullying dapat menyebabkan anak-anak merasa sakit secara fisik, seperti rasa sakit kepala dan perut merupakan penyakit yang umum.

Gejala-gejalanya sering nyata, tapi anak-anak yang dianiaya oleh teman sebayanya kadang-kadang juga akan menyembunyikan perasaannya, untuk menghindari situasi di mana mereka mungkin mengancam.

4. Anak sering bertengkar dengan temannya
Perubahan besar pada anak-anak terkadang bisa menandakan masalah. Ada beberapa perubahan dalam persahabatan di masa remaja. Itu normal, tapi bicarakan dengan anak-anak Anda untuk melihat apakah ada masalah, jika hanya ada konflik biasa atau apakah ada yang lebih serius.

5. Anak tiba-tiba malas pergi ke sekolah
Jika anak Anda tiba-tiba menyerah pada aktivitas ekstrakurikuler, terlambat ke sekolah, tidak masuk kelas, bisa saja anak menjadi korban bullying. Hal ini demi benar-benar hanya menghindari situasi yang mungkin terjadi.

6. Anak merasa terpuruk
Bullying dapat menurunkan harga diri anak dan ini juga bisa menjadi alasan mengapa dia diserang oleh rekan sebayanya. Sekali anak ditargetkan sebagai korban bullying, mereka mulai berpikir mungkin itu sesuatu yang sedang dia lakukan atau ada yang salah dengan dirinya.

7. Anak menyakiti temannya setelah jadi korban bullying
Ini mungkin tampak berlawanan dengan intuisi, namun beberapa korban bullying akhirnya bersikap menyakitkan terhadap anak-anak lain. Sebagai reaksi terhadap bullying, mereka mungkin memilih untuk menggertak orang lain juga.

Jika Anda mengetahui anak Anda telah mengintimidasi teman sekelas, pastikan dia bertanggung jawab, tapi tanyakan juga apakah dia juga menjadi sasaran bullying masa lalunya.

Masalah-masalah di atas seringkali sering diabaikan. Tidak ada salahnya orangrtua memperhatikan hal-hal kecil dari prilaku anak setelah pulang maupun berangkat sekolah.