Kemoterapi dan Perubahan Seksual Pada Pria

DokterSehat.Com – Kanker payudara adalah keganasan pada sel-sel yang terdapat pada jaringan payudara, bisa berasal dari komponen kelenjarnya (epitel saluran maupun lobulusnya) maupun komponen selain kelenjar seperti jaringan lemak, pembuluh darah dan pesarafan jaringan payudara.



Kanker payudara dapat terjadi pada siapa saja. Tidak hanya dapat menyerang wanita, kanker payudara juga dapat diderita oleh pria karena pria juga memiliki kelenjar payudara yang dapat terserang kanker.

Kemoterapi adalah perawatan yang banyak dipilih oleh pria yang mengidap kanker payudara. Kemoterapi biasanya dijalani sebelum atau sesudah operasi dan terapi radiasi.

Seperti terapi kanker lainnya, kemoterapi juga dapat menimbulkan beberapa efek bagi tubuh pasien. Salah satunya adalah perubahan seksual dan kesuburan. Seperti yang dilansir oleh cancer.gov, perubahan yang mungkin terjadi pada anda tergantung dengan jenis kemoterapi yang anda jalani. Usia dan penyakit lain yang anda derita juga mempengaruhi.

Kemoterapi bisa menimbulkan kesulitan untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi pada pria yang disebut impotensi. Pria yang menjalani kemoterapi kemungkinan tidak bisa melakukan orgasme. Selain itu, pria yang menjalani kemoterapi dapat menjadi terlalu lelah atau stres untuk berhubungan intim.

Jika anda akan melakukan hubungan intim, penting halnya untuk selalu menggunakan pengaman atau kondom karena kemoterapi bisa terkandung di sperma anda. Jika anda seorang pria yang sudah menikah dan ingin memiliki anak, bicarakan hal ini dengan dokter anda sebelum anda menjalankan kemoterapi.

Anda juga dapat mendiskusikan dengan dokter anda bagaimana cara untuk mengendalikan perubahan seksual yang terjadi selama kemoterapi dan berapa lama masalah ini akan terjadi.

Kebanyakan pria yang menjalani kemoterapi dapat melakukan hubungan intim, namun sebaiknya anda menanyakan hal ini kepada dokter anda terlebih dahulu. Anda juga dapat mendiskusikannya dengan pasangan anda dan temukan cara lain untuk menjaga keharmonisan keluarga.