Kembang Api Tahun Baru Ternyata Bisa Menyebabkan Polusi yang Membahayakan Kesehatan

DokterSehat.Com– Anda berencana datang ke pusat kota untuk melihat perayaan tahun baru yang memang biasanya diadakan secara meriah dan diiringi dengan kembang api? Hal ini memang wajar untuk dilakukan. Toh, kita juga hanya akan merayakannya setahun sekali. Namun, menurut pakar kesehatan, ada baiknya kita tidak terlalu dekat dengan tempat dimana kembang api dinyalakan karena meskipun terlihat keren jika bisa melihat nyala kembang api dalam jarak yang dekat, hal ini bisa menyebabkan polusi yang berbahaya bagi kesehatan tubuh.

doktersehat-kembang-api

Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan hasilnya di dalam jurnal berjudul Atmospheric Environment, disebutkan bahwa dalam sebuah pesta kembang api yang dilakukan untuk merayakan kemerdekaan Amerika Serikat pada tanggal 4 Juli 2015 mampu meningkatkan polusi udara hingga 42 persen. Bahkan, 10 lokasi di Amerika Serikat yang mengadakan pesta kembang api ini sampai dianggap memiliki kualitas udara yang sudah tidak aman.

Kebanyakan orang memang tidak menyadari dampak nyala kembang api bagi polusi udara meskipun sebenarnya kita bisa merasakan kotornya udara setelah ledakan kembang api dan bau mesiu yang cukup menyengat. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan manusia yang terlanjur menganggap polusi udara hanya disebabkan oleh gas buang kendaraan bermotor dan dari dunia industri. Padahal, Dian Seidel dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) menyebutkan bahwa ledakan kembang api akan memproduksi partikel halus yang akan menyebabkan polusi udara dan jika kita hirup, bisa saja menyebabkan batuk-batuk atau mengi.

Bagi mereka yang mengalami gangguan paru-paru atau penyakit jantung, menghirup polusi udara yang dihasilkan oleh nyala kembang api bisa memperparah kondisi tersebut dan bahkan bisa saja memicu kematian dini.

Baca Juga:  Persiapan Sebelum Begadang Malam Tahun Baru

Melihat adanya fakta ini, ada baiknya kita menikmati nyala kembang api di malam pergantian tahun di jarak yang tidak terlalu dekat agar tidak sampai menghirup polusi yang dihasilkannya.