Kematian Choirul Huda, Warganet Serukan Pentingnya Pehamanan Pertolongan Pertama

DokterSehat.Com– Banyak orang yang berpikir bahwa benturan yang terjadi pada olahraga kontak fisik seperti sepakbola adalah hal yang wajar terjadi. Padahal, benturan ini bisa berimbas fatal. Tak hanya kasus kematian Choirul Huda yang menggemparkan dunia sepakbola tanah air, cukup banyak kasus benturan saat pertandingan sepakbola yang memicu cedera parah seperti yang terjadi pada kiper Petr Cech atau Ederson Moraes sehingga kini harus memakai helm pelindung kepala saat bermain.



Photo Credit: Goal.com

Dr. Zaki Mubarok yang berasal dari RSUD dr. Soegiri, Lamongan menyebutkan bahwa Choirul Huda disinyalir meninggal dunia karena benturan yang terjadi di kepala dan leher. Informasi lain menyebutkan bahwa cedera pada kelapa, leher, dan dada Huda menyebabkan hipoksia yang membuat tubuhnya kekurangan oksigen dan akhirnya meninggal dunia.

Meskipun sudah mendapatkan penanganan medis yang cukup cepat dan segera dilarikan ke rumah sakit, banyak warganet yang menganggap penanganan pertama saat menangani cedera Huda saat baru saja berbenturan dengan Ramon Rodrigues di lapangan tidak benar. Penanganan cedera yang sembarangan disinyalir membuat cedera Huda menjadi semakin parah.

Jika kita cermati, sebagian besar masyarakat Indonesia memang masih cukup awam dalam hal pertolongan pertama pada cedera atau kecelakaan. Sebagai contoh, saat ada kecelakaan lalu lintas misalnya, kita cenderung terburu-buru untuk segera mengangkat korban atau membawanya ke rumah sakit terdekat dengan mobil atau sepeda motor tanpa memperhitungkan apakah korban mengalami cedera patah tulang atau cedera lainnya yang bisa menjadi semakin parah jika diangkat dengan sembarangan.

Ada baiknya kita mempelajari cara-cara pertolongan pertama pada cedera yang tepat sehingga andai ada seseorang yang membutuhkan bantuan atau terkena kecelakaan, kita bisa memberikan penanganan yang dibutuhkan sebelum benar-benar ditangani oleh tenaga medis yang lebih ahli. Meskipun terlihat sepele, hal ini sangat vital dan bisa saja menyelamatkan nyawa. Tak harus menunggu pelatihan khusus, kita bisa mencari video atau artikel tentang pertolongan pertama dan tata-caranya di Internet demi mempelajarinya. Jika perlu, anak-anak kita juga bisa mempelajarinya sejak dini.